Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri sulawesi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri sulawesi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 19, 2010

Jumat, April 19, 2019

Distrust Lembaga Survey

Sejumlah lembaga survey merilis hasil quick count Pilpres 2019. Tetapi, reaksi masyarakat terhadap hasil Quick Count relatif sepi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Hasil tersebut, tidak lebih sebagai dasar prediksi awal. Artinya, terjadi distrust terhadap lembaga survey.

Selasa, Desember 18, 2018

Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri 2018

Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 2018, Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 telah berubah.

Rabu, Desember 26, 2018

Negara-Negara Bagian RPI

Sebagai perlawanan terhadap sikap Rezim Soekarno - Ali Sastroamidjoyo - AH Nasution meninggalkan prinsip-prinsip demokrasi, sentralisasi pemerintah pusat yang semakin menyibukkan diri dengan segala gelora politik yang menelantarkan rakyat, menelantarkan pembangunan daerah-daerah, menyuburkan kekuasaan komunis serta mengingkari kesepakatan 1945 bahwa UUD 1945 hanyalah konstitusi yang bersifat sementara dan darurat, para pejuang politik dan militer Indonesia yang berasal dari komponen pejuang '45 mendeklarasikan Republik Persatuan Indonesia dengan negara-negara bagian di Sumatera, Sulawesi dan Indonesia Timur.

Kamis, Juni 18, 2009

Ketika Khofifah dan Yasin Limpo keselo

Ada berita menarik yang terlewatkan, yakni saat Muslimat NU ke-67 di Makassar, 29-05-2009, seperti yang diberitakan Inilah.com:

Selasa, Mei 07, 2019

Tanah Bumbu Ibukota Baru Indonesia

Setelah mengunjungi Bukit Soeharto, kawasan Taman Hutan Raya seluas 61 ribu ha di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, yang waktu tempuh 1,5 jam dari Samarinda dan 45 menit dari Balikpapan, Jokowi beranjak ke Palangka Raya. Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan lahan seluas 120 ribu ha di Katingan dan 121 ribu ha di Gunung Mas. Palangka Raya sendiri memiliki lahan 66 ribu ha untuk calon ibu kota baru. Tetapi cocokkah Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru?

Minggu, April 14, 2019

5 Provinsi Papua

Yanni Minggu, 24 Februari 2019 menjelaskan jika Prabowo Sandi menang, Papua akan dimekarkan menjadi 5 provinsi sesuai 5 wilayah adat Papua, yakni Mamta, Anim Ha, Saereri, Mee Pago dan La Pago.

Sabtu, November 24, 2018

Ormas Pendukung Masyumi

Partai Masyumi merupakan partai terbesar pada Pemilu 1955 yang berhasil memenangkan 10 dari 14 dapil di Indonesia. Partai ini berhasil menunjukkan prestasi dalam memimpin Indonesia, yakni Burhanuddin Harahap yang semasa memimpin melakukan reformasi dan pemberantasan korupsi yang sayangnya akhirnya diturunkan Soekarno karena membawa korban pada tokoh-tokoh elit PNI serta Muhammad Natsir yang sukses menyelenggarakan Pemilu satu-satunya yang demokratis di Indonesia hingga saat ini. Masyumi pada akhirnya dibubarkan sebagai hasil kesepakatan rival-rival politiknya PNI,PKI dan NU yang kemudian dikenal dengan nama Nasakom serta TNI.

Jumat, Maret 04, 2016

Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri

Peraturan Menteri Dalam Negeri No 43 Tahun 2015, telah mengubah struktur organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagai berikut :

Kamis, Juli 09, 2009

Terbukti, Golkar partai oportunis

Kekalahan yang dialami oleh JK-Win dalam pilpres sungguh drastis. Suara yang diperoleh pasangan ini betul-betul jauh dari modal usungan partainya yang 20%. Berarti pasangan ini tekor 7%. Padahal suara itu sudah dibantu dari dukungan dari pendukung nonkoalisi. Artinya jika suara dikurangi suara Hanura yang sekitar 4% dan sumbangan suara non golkar sebesar anggap saja 2%, maka suara dari Golkar sendiri hanya 7%, artinya JK-Win hanya mengumpulkan
suara 50% dari pendukung Golkar.

Dari sejumlah basis Golkar hanya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saja yang solid mendukung pasangan JK-Win. Sementara di daerah lain pasangan ini tidak didukung oleh Golkar. Di Riau misalnya, jika pada pileg lalu Gubernur dan para bupati dari Golkar berkampanye, pada pilpres justru pasif. Kalau memang ada aturan, kenapa pada pilpres dilarang dan pileg diperbolehkan? Gerak pengurus di daerah pun tidak kelihatan. Tidak seperti pengurus PDIP dan Demokrat yang solid mengampanyekan capres mereka, Golkar tidak bergerak.

Partai Penuh Oportunis
Melihat sejarah, Golkar adalah partai yang dicap tidak konsisten. Sejarah membuktikan.

Pada saat voting laporan pertanggungjawaban Habibie, PAN, PKS, PBB, PPP solid mendukung Habibie, tetapi kubu Golkar yang dikomandoi Marzuki Darusman dkk justru membelot ke kubu PDIP.

Pada pemilu 2004, kubu Golkar yang dikomandoi Fahmi Idris dkk justru menyeberang ke pasangan SBY-JK.

Pada pemilu 2009, kubu Golkar simpatisan Akbar Tanjung menyeberang ke SBY.

Kalau dicatat banyaknya pilkada yang dimenangkan pasangan non-Golkar di daerah mayoritas Golkar sendiri, kasus-kasus seperti itu tidak terhitung.

Hukum Karma
Bagi Jusuf Kalla sendiri sebenarnya sudah impas. Pada pemilu 2009 lalu, kubunya yang menggembosi Golkar. Pemilu 2009 ini justru dia yang digembosi.

Masih pantaskah Golkar diperhitungkan
Dengan sejumlah kasus tersebut, sebenarnya harus jadi pelajaran bagi para tokoh-tokoh public figur yang ingin mencalonkan diri dari Golkar, masih pantaskah Golkar dijadikan kendaraan politik? Untuk persyaratan administratif tentu masih, tetapi untuk kemenangan/kesuksesan, tentu lihat kembali fakta yang ada.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Kamis, Juli 02, 2009

Kenapa Mallarangeng tidak dipecat

Kontroversi yang dilakukan dua orang anggota keluarga Mallarangeng, Rizal dan Alfian dianggap dapat menurunkan elektabilitas SBY-Boediono. Meski belum terbukti, tetapi simpati sekelompok anggota masyarakat terhadap SBY-Boediono menjadi turun. Tetapi hingga saat ini, SBY-Boediono masih mempertahankan kedua orang tim sukses kontraproduktifnya tersebut. Kenapa?

Sabtu, April 20, 2019

Korban Pemilu Serentak 2019

Pemilu Serentak 2019 telah selesai dengan memberikan duka kepada caleg yang gagal dan penyelenggara, pengaman dan saksi yang meninggal dunia tanpa jaminan uang santunan. Ada 12 Pertugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia di Jawa Barat, 2 polisi yang meninggal di Jawa Timur dan  2 saksi yang meninggal di Sulawesi Selatan.

Kamis, Juni 11, 2009

Mengukur Kekuatan Politik dan Kemampuan Personal JK-Win

Mengapa JK harus memilih Wiranto? Bagaimana kekuatan politik mereka? Dan bagaimana kemampuan personal calon pemimpin Indonesia ini?

Aryos Nivida, Aktivis ACSTF menulisnya di Harian Aceh sebagai berikut: