Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri riau. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri riau. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 11, 2016

Tujuan Subuh 1212 lebih besar dari Hukum Ahok

Koordinator Media Center Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) sekaligus Pimpinan Dakwah Lembaga Ihaqi, Erick Yusuf, menyatakan tujuan Gerakan Subuh Berjamaah Nasional 1212 lebih besar dari sekedar #HukumAhok.

Kamis, Juli 09, 2009

Terbukti, Golkar partai oportunis

Kekalahan yang dialami oleh JK-Win dalam pilpres sungguh drastis. Suara yang diperoleh pasangan ini betul-betul jauh dari modal usungan partainya yang 20%. Berarti pasangan ini tekor 7%. Padahal suara itu sudah dibantu dari dukungan dari pendukung nonkoalisi. Artinya jika suara dikurangi suara Hanura yang sekitar 4% dan sumbangan suara non golkar sebesar anggap saja 2%, maka suara dari Golkar sendiri hanya 7%, artinya JK-Win hanya mengumpulkan
suara 50% dari pendukung Golkar.

Dari sejumlah basis Golkar hanya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saja yang solid mendukung pasangan JK-Win. Sementara di daerah lain pasangan ini tidak didukung oleh Golkar. Di Riau misalnya, jika pada pileg lalu Gubernur dan para bupati dari Golkar berkampanye, pada pilpres justru pasif. Kalau memang ada aturan, kenapa pada pilpres dilarang dan pileg diperbolehkan? Gerak pengurus di daerah pun tidak kelihatan. Tidak seperti pengurus PDIP dan Demokrat yang solid mengampanyekan capres mereka, Golkar tidak bergerak.

Partai Penuh Oportunis
Melihat sejarah, Golkar adalah partai yang dicap tidak konsisten. Sejarah membuktikan.

Pada saat voting laporan pertanggungjawaban Habibie, PAN, PKS, PBB, PPP solid mendukung Habibie, tetapi kubu Golkar yang dikomandoi Marzuki Darusman dkk justru membelot ke kubu PDIP.

Pada pemilu 2004, kubu Golkar yang dikomandoi Fahmi Idris dkk justru menyeberang ke pasangan SBY-JK.

Pada pemilu 2009, kubu Golkar simpatisan Akbar Tanjung menyeberang ke SBY.

Kalau dicatat banyaknya pilkada yang dimenangkan pasangan non-Golkar di daerah mayoritas Golkar sendiri, kasus-kasus seperti itu tidak terhitung.

Hukum Karma
Bagi Jusuf Kalla sendiri sebenarnya sudah impas. Pada pemilu 2009 lalu, kubunya yang menggembosi Golkar. Pemilu 2009 ini justru dia yang digembosi.

Masih pantaskah Golkar diperhitungkan
Dengan sejumlah kasus tersebut, sebenarnya harus jadi pelajaran bagi para tokoh-tokoh public figur yang ingin mencalonkan diri dari Golkar, masih pantaskah Golkar dijadikan kendaraan politik? Untuk persyaratan administratif tentu masih, tetapi untuk kemenangan/kesuksesan, tentu lihat kembali fakta yang ada.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Rabu, Juni 17, 2009

Menciptakan kampanye yang bermartabat

Kritikan atas pelaksanaan kampanye pilpres dilontarkan oleh berbagai pihak. Pelaksanaan kampanye tidak menggambarkan visi dan misi masing-masing pasangan. Kampanye pun tidak menggambarkan apa program yang akan dijalankan masing-masing capres. Kampanye pun dinilai lebih banyak menonjolkan keunggulan pribadi dan menyerang kepribadian lawan.

Sungguh tidak adil kalau kita mengatakan bahwa capres yang ada sekarang tidak berbobot. Bahwa kampanye seandainya memang tidak berbobot, bukanlah semata tanggung jawab masing-masing kandidat, tetapi juga menjadi tanggung jawab pelaksana pemilu dan pembuat undang-undang pemilu.


Peran Bawaslu

Peran bawaslu dalam kampanye seharusnya diperjelas. Bawaslu dapat dijadikan wasit agar pelaksanaan kampanye berjalan sesuai yang diharapkan. Berbagai pelanggaran seperti perusakan atribut kandidat, keterlibatan pejabat BUMN, kampanye yang tidak sesuai prosedur, harus diserahkan kepada bawaslu agar ditindak seadil-adilnya.

Peran Undang-undang
Undang-undang kampanye harus jelas dan detail, sehingga tidak ada celah dari seorang pun calon untuk melakukan pelanggaran. Undang-undang juga harus memperjelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kandidat. Undang-undang juga harus bebas dari unsur multitafsir.

Undang-undang juga harus mengarahkan kampanye yang kondusif untuk perbaikan bangsa. Kampanye yang dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Kampanye yang menghasilkan secara jelas, apa dan kemana negara ini seandainya salah satu kandidat terpilih.

Sanksi
Sanksi dari pelanggaran kampanye selama ini baru sebatas bagian pidananya dengan maksimal 12 bulan. Sanksi pelanggaran belum secara substansial merugikan kandidat, oleh karenanya pelanggaran kampanye tidak memberikan resiko apa pun bagi kandidat.
Sanksi yang harus diberikan seyogyanya memberikan efek jera kepada kandidat, yakni mengurangi peluang ketermenangannya.

Negara harus belajar dari pilkades, di mana pilkades pada satu desa di Indonesia didasarkan pada satu peraturan yang sanksinya menyebabkan kandidat mati kutu untuk melakukan pelanggaran. Dalam pilkades Talang Pring Jaya Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, Panitia Pilkades dan kandidat sepakat untuk memberikan sanksi berupa pengurangan suara terpilih bagi pelanggar. Sanksi tersebut betul-betul membuat pelanggaran kampanye dihindari masing-masing kandidat karena dapat mengakibatkan segala usaha yang dilakukannya sia-sia.

Konklusi
Tanpa memperjelas peranan bawaslu, tanpa didukung undang-undang yang jelas, dan tanpa sanksi yang memberikan efek jera, pelaksanaan kampanye di Indonesia, tidak akan pernah sampai ke taraf bermutu.

Selasa, Juni 16, 2009

Kenapa Singapura takut kepada Indonesia

Ada isu bahwa Pemerintah Singapura, ak, Lee Kwan Yew sangat menyerang Habibie. Lee Kwan Yew telah berusaha agar Habibie tidak terpilih sebagai Wakil Presiden pada tahun 1998. Lee Kwan Yew, didesas-desuskan juga ikut mengharapkan agar Habibie lengser dari jabatannya saat Habibie menjadi presiden. Setelah Abdurrahman Wahid menjadi presiden, Lee Kwan Yew terpilih menjadi penasehat ekonomi presiden. Salah satu yang kemudian menjadi bahan sorotan politisi saat itu.

Peran Singapura dalam setiap suksesi Indonesia pasca reformasi didesas-desuskan sangat kuat. Ada perbincangan di kedai kopi bahwa Singapura melalui badan usaha yang ditanamnya di Indonesia membantu salah satu kandidat. Isu tersebut, konon, tidak berani dikemukakan, karena permainannya sangat cantik, sehingga tidak ada bukti yang dapat dijadikan pegangan. Politisi yang ingin memainkan isu ini, bisa-bisa akan mendapat serangan balik yang sangat fatal.

Tergantung dari benar atau tidaknya isu tersebut, timbul pertanyaan:
Mengapa Singapura ingin bermain di Indonesia?


Menurut dugaan saya, ada beberapa logika yang dapat ditarik:
1. Posisi Singapura di pinggir Indonesia. Singapura terletak di pertemuan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau Singapura sendiri adalah pulau yang dibeli Rafles dari Sultan Lingga Riau. Singapura sebenarnya tidak persis di pertemuan itu, Batam dan Bintan dapat menutupinya. Kalau Indonesia mengembangkan Batam, tentu saja kestrategisan letak Singapura akan hilang.

2. Singapura menjadi tempat belanja, berobat, pendidikan bagi warga Indonesia. Tidak ada perhitungan resmi, berapa uang yang diberikan kepada Singapura oleh warga Indonesia setiap tahunnya untuk keperluan perobatan, belanja, pendidikan, wisata tersebut. Tetapi dipercaya, jumlahnya tidak sedikit.

3. Singapura menjadi alamat kantor cabang perusahaan multinasional, yang marketingnya diarahkan ke Indonesia. Sejumlah perusahaan multinasional membuka kantor perwakilan cabang di Singapura. Perusahaan tersebut melemparkan produknya ke seantero nusantara (Asia Tenggara), tentunya Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar terbesarnya. Bagaimana jika perusahaan tersebut membuka perwakilannya di Indonesia?

4. Perusahaan Singapura beroperasi di Indonesia. Warga negara Singapura pada umumnya hanyalah pemilik modal yang menanamkan modalnya, bagian terbesar di Indonesia. Pemodal tersebut terdiri dari warga negara murni Singapura yang berinvestasi di Indonesia dan juga eks warga negara Indonesia yang telah sukses dan pindah kewarganegaraan. Jika Indonesia telah mampu mengembangkan enterpreneurnya, amankah para investor Singapura?

Itulah beberapa alasan sederhana, kenapa Singapura sangat peduli dengan kondisi Indonesia.

Selasa, Juni 09, 2009

Artis dalam Tim Kampanye JK-Win

Artis dalam perpolitikan Indonesia kehadirannya sangat mewarnai. Demikian pula dalam pilpres. Dalam Timkamnas JK-Win yang tiga struktur terdapat sejumlah artis populer nasional.

Senin, Mei 25, 2009

Nasib Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub atau Munas dipercepat diiakan Muladi, salah satu petinggi Golkar. Keluarnya ide tersebut di saat-saat Pilpres, tentunya tidak menguntungkan bagi JK-Win. Oleh karenanya, isu ini seakan-akan usaha untuk menjegal JK-Win.

Jumat, Mei 22, 2009

Rumah singgah buat fakir miskin

Bencana demi bencana terjadi beruntun. Tsunami, banjir dan sebagainya. Pemerintah pun sibuk mengadakan rapat dan membuat badan-badan baru. Badan Rekonstruksilah namanya, Tim inilah, dan Tim itulah. Padahal, sudah ada departemen sosial. Untuk apakah departemen itu dibentuk?

Permasalahan sosial sebenarnya sangat komplit. Selain para pengungsi dan korban bencana, fakir miskin adalah salah satu permasalahan sosial yang cukup berat. Orang miskin akan tetap ada, selagi manusia ada di muka bumi. Semakmur apa pun negara itu.

Ada dua jenis orang miskin:
1. Orang miskin karena tidak mempunyai kemampuan mencari penghidupan.
2. Orang miskin yang tidak mempunyai kemauan mencari penghidupan.

Kedua jenis orang ini ada dan tidak bisa dihindari.

Pendahulu bangsa telah memikirkannya
Adanya dua jenis orang miskin yang tidak dapat dihindari tersebut telah disadari oleh para pendahulu bangsa ini. Mereka telah melindunginya dengan satu ayat dalam UUD 1945. Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 berbunyi:
Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara


Anak-anak terlantar
Sepanjang sejarah Republik Indonesia apakah sudah direalisasikan kedua amanat UUD 1945 tersebut. Anak-anak terlantar di Indonesia berjumlah ribuan atau mungkin lebih banyak lagi. Kebanyakan di antara mereka:
1. Hidup di kolong jembatan, yang laki-laki belajar mencopet, menjual obat terlarang. Yang perempuan diajarkan menjual diri.
2. Yang masih balita diperjualkan ke luar negeri.

Ada beberapa panti asuhan yang menampung sebagian kecil anak-anak terlantar. Panti-panti asuhan tersebut dikelola oleh lembaga swasta yang biasanya berupa lembaga keagamaan. Hampir tidak ada panti asuhan yang secara formal dikelola negara. Oleh karenanya, dalam hal anak-anak terlantar tidak ada pemeliharaan negara

Fakir miskin
Nasib yang lebih buruk diterima oleh para fakir miskin. Mereka hidup di kolong jembatan. Sebagian bekerja sebagai pemulung. Tetapi tidak sedikit yang bekerja di dunia hitam. Utamanya perempuan, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pengekspor Pekerja S Komersial.

Para fakir miskin tersebut banyak yang diperjualbelikan. Pemerintah sibuk mengurus efek dari kemiskinan. Penutupan lokalisasi, razia wanita tuna susila, razia gepeng, razia preman dan sebagainya. Tetapi mereka tidak pernah mencarikan solusi. Jika para Wanita Tuna Susila berhenti beroperasi, bagaimana mereka menghidupi keluarganya? Tragisnya, dalam berita salah satu harian Riau, ada nenek-nenek yang berusia kepala 6 yang masih beroperasi menjadi PSK dan sudah terjaring razia dua kali. Dia membandel karena tuntutan perut. Dan untuk itu, dia bersedia dibayar murah, hanya Rp. 3.000,-an.

Program transmigrasi yang telah dijalankan pemerintah Orde Baru adalah salah satu cara mengurangi fakir miskin. Tetapi tentu hanya mereka yang berjiwa tani dan normal. Bagaimana dengan mereka yang cacat? dan bagaimana dengan yang tidak berjiwa agraris? Tentu, setelah lahan didapat mereka sibuk menjualnya dengan harga murah dan kembali jadi gelandangan.

Rumah Singgah dan Panti Asuhan Negara sebagai solusi
Departemen sosial harus diberdayakan untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Untuk anak terlantar jelas, pemerintah harus ikut langsung mengelola panti asuhan, tidak hanya sekedar sebagai lembaga pengawas. Jika departemen pendidikan mengelola, departemen agama mengelola madrasah, saatnya departemen sosial mengelola panti asuhan. Bukan dalam arti swasta tidak boleh berperan, boleh, tetapi kehadiran swasta hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai pelaku utama.

Selanjutnya untuk fakir miskin sudah selayaknya dibentuk rumah singgah. Rumah singgah adalah tempat menampung kaum miskin, baik yang cacat maupun yang tidak. Orang miskin layak mendapatkan makanan yang pantas dan tempat tidur yang pantas, tentu saja namanya rumah singgah/penampungan tentu tidak sama dengan rumah biasa. Namun, kebutuhan dasar asasi mereka sebagaimana layaknya manusia normal harus tetap didapatkan. Mereka berhak memiliki kamar yang walaupun sederhana dan kecil untuk privasi, sementara fasilitas lain seperti dapur, MCK tidak masalah bersama-sama.

Bagaimanapun, setelah kebutuhan dasar terpenuhi manusia akan kembali harga dirinya. Manusi normal akan berusaha hidup normal. Dan untuk itu mereka akan mencari pekerjaan yang layak sesuai bakat dan kemampuannya. Pemerintah dapat memberikan pelatihan agar mereka mendapatkan skill sesuai bakat dan minatnya. Skill-skill tersebut adalah skill yang dapat menunjang mereka untuk bergerak di profesi tertentu yang utamanya dapat dijual untuk masyarakat kelas bawah, tetapi ada harapan untuk meningkat.

Rumah singgah sebagai barak penampungan
Rumah singgah yang dibangun tersebut pada saat-saat tertentu juga akan dapat dipergunakan untuk menampung para pengungsi. Jika para fakir miskin diharapkan dapat keluar setelah memiliki skill yang memadai, para pengungsi dengan sendirinya akan keluar kalau dari asal mereka sudah normal kembali.

Jusuf Kalla dan Golkar

Acara Presiden Pilihan yang ditaja TV One bekerja sama dengan KADIN terbilang sukses. Dua pembicara yang tampil, berhasil memukau pemirsa. Teristimewa bagi JK. JK yang semula kurang optimal mempromosikan dirinya, sekarang mendapat kesempatan. JK yang mungkin selama ini masih ragu-ragu berhadapan dengan SBY, karena takut akan menjadi bumerang seandainya bekerja sama kembali dengan SBY, dapat menyampaikan segala yang menjadi kemengkalan hatinya, karena sekarang tidak ada lagi beban baginya, karena toh, sudah pasti ia berhadapan dengan SBY.