Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pro. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pro. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Polling SMS Debat Capres di TV One: SBY Unggul, JK-Win Naik

Acara debat capres yang dipandu oleh Anis Baswedan dengan pembawa acara Helmi Yahya, baru saja usai. Acara ini disiarkan langsung oleh Metro TV, TV One, dan Trans TV. TV One di samping menyiarkan langsung juga mengadakan polling SMS.

Akankah Golkar jadi PKB kedua?

Pasca pilpres Golkar terbelah dua. Berpecahnya SBY - JK menyebabkan Golkar menjadi dua kekuatan, yakni kubu pro JK dan kubu pro SBY. Kedua kubu saat ini akan bertarung dalam Munaslub Golkar. Kubu SBY dimotori oleh Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono berencana mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Sementara Kubu JK telah membentuk Tim Pemenangan Yuddy Chrisnandy dengan Ketua Tim Sukses Zainal Bintang, Manajer Kampanye Indra J. Piliang, mantan anggota tim sukses JK pada pilpres lalu.

Namun informasi yang beredar luas, formasi yang diusung kubu JK adalah Surya Paloh sebagai Ketua Umum, Siswono Yudhohusodo sebagai Wakil Ketua Umum dan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Pertarungan kedua kubu ini akan sangat panas. Aburizal Bakrie sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan didukung SBY sebagai pemerintah berpeluang besar untuk menang. Aburizal Bakrie atau yang disapa Ical berjanji akan membangkitkan kebesaran Golkar.

Siapa pun yang duduk berkeinginan kuat untuk menjadikan Golkar besar kembali seperti Pemilu 2004. Tetapi kondisi yang dihadapi Golkar jauh berubah. Tahun 2004 adalah tahun kekecewaan pemilih kepada partai-partai reformis yang dianggap bukan saja kurang becus mengurus negara, tetapi kebersihannya juga lebih kurang sama dengan partai-partai yang selama ini disudutkannya. Oleh karenanya, masyarakat teringat nostalgia lama, Golkar dan Soeharto. Pada pemilu 2004, masyarakat memilih Golkar sebagai partai warisan Orde Baru dan memilih SBY yang dianggap memiliki karakteristik Soeharto, tidak banyak bicara, tenang dan militer.

2014 nostalgia-nostalgia orde baru dan soeharto sudah hilang dari benak masyarakat. Jika pemerintahan SBY tidak melakukan kesalahan yang fatal, nostalgia yang terjadi adalah nostalgia SBY dan Demokratnya. Akankah Golkar sanggup melawan?

Sebagai partai yang diisi kaum-kaum oportunis, kader-kader Golkar yang merasa peluang Golkar menyusut tentu saja akan mudah pindah perahu. Jika kubu SBY kalah, mungkin mereka akan migrasi besar-besaran ke Demokrat. Demikian pula, jika kubu JK kalah, mungkin juga akan migrasi besar-besaran ke PDIP atau Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto, yang sampai saat ini masih calon terkuat capres pengganti SBY. Lalu, Golkar akan dikosongkan, seperti PKB pasca pertikaian Gus Dur Muhaimin. Dan mungkin, Golkar akan mengalami nasib yang sama seperti PKB? Siapa tahu.

Tulisan ini bagian dari :

  1. SBY
  2. Golkar

Mungkinkah SBY dikalahkan?

Debat capres yang dimenangkan oleh Jusuf Kalla, iklan cerdas yang apik dan kampanye dialogis yang menyentuh telah meningkatkan elektabilitas JK-Win. Namun demikian, secara umum, citra SBY yang telah lebih dahulu terbangun sepertinya masih di atas angin. Meskipun polling SMS dan sejumlah survey menunjukkan penurunan elektabilitas SBY, tetapi berbagai poling masih menempatkan nilai elektabilitas SBY yang masih di atas 50%.

Koalisi Partai-partai Pada Pilpres 2009

Partai-partai Mega-Pro, SBY-Boediono dan JK-Win

Perang Purnawirawan dalam Pilpres 2009

Ada yang baru dalam pilpres kali. Aktifnya sejumlah purnawiran dalam tim sukses masing-masing capres memberikan nuansa berbeda. Para purnawirawan ini bergerak melakukan apa yang dinamakan operasi senyap untuk kemenangan capres dukungan mereka.

Menyimak jejak langkah Chairul Saleh

Dr. Chairul Saleh adalah salah satu di antara tiga Waperdam Soekarno pada masa G30S PKI,di samping Dr. Soebandrio dan Dr. J. Leimena. Dr. Chairul Saleh saat itu menjabat sebagai Waperdam III. Tokoh penggagas utama Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ini ditangkap tanpa alasan yang jelas oleh Soeharto saat menjabat sebagai Ketua MPRS 1967 dan meninggal di tahanan. Tokoh yang menolak modal asing ini, alumni Universitas Bonn, Jerman ini, hanya membolehkan masuknya modal asing jika setuju dengan profit sharing.

Ujaran Kebencian dan Hak Oposisi

Reformasi 1998 telah membawa Indonesia ke alam demokrasi yang nilai dasarnya adalah kebebasan berpendapat dan berkumpul. Adanya faktor ini menyebabkan oposisi memiliki hak untuk mengkritik dan bahkan menguliti penguasa sehingga dengan demikian ada mekanisme kendali terhadap penguasa.

Keambiguan Demokrat

Demokrat merasa menjadi korban politik identitas yang dimainkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi. Benarkah demikian?

Merampingkan 43 Kabinet Kerja Jokowi

Jika 3 (tiga) orang wakil menteri tidak dihitung, ada 43 (empat puluh tiga) menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi. Bagaimana kabinet ini dirampingkan? Wakil Ketua BPN Prabowo Sandiaga Uno dari PKS, Mardani Ali Sera mengemukakan penyusutan menjadi 11 menteri, tetapi bagaimana opsi lain?

Tanda-tanda Ancaman Kepunahan BUMN

Salah satu alasan ngototnya massa pro GantiPresiden2019 adalah kekhawatiran kepunahan Indonesia akibat salah urus. #gantipresiden2019 diharapkan dapat mencegah Indonesia tidak mengalami nasib yang sama seperti Uni Soviet atau Yugoslavia.

Segmentasi Muslim Indonesia

Ada hal yang menarik di balik Survey LSI kali ini. Bukan pro kontra siapa pemenang Pilpresnya, tetapi segmentasi muslim.

Pro Kontra Moratorium Pemekaran

Sama seperti kebijakan presiden sebelumnya, Soesilo Bambang Yoedhojono, rezim Jokowi ternyata juga melakukan tindak dealokasi APBN melalui moratorium pemekaran. Timbul prokontra.

Energi Alternatif Nuklir Thorium

Indonesia merupakan negara yang berlimpah sumber daya alam. Salah satunya thorium. Cadangan thorium di Indonesia menurut Bob Soelaiman Effendi, Chief Representative Martingale Inc cukup untuk kebutuhan listrik 1.000 tahun.

Sisi Positif Reklamasi Jakarta

Anggota DPRD Jakarta, Sanusi dan Pengusaha dari Podomoro, terjerat kasus gratifikasi. Gratifikasi tersebut terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta. Untuk apa, gratifikasi tersebut, pemberi dan penerima pantas diselidiki. Tetapi terlepas dari kasus hukumnya, reklamasi sendiri menimbulkan pro kontra.

Pro Kontra PAN masuk kabinet

Partai Amanat Nasional pimpinan Zulkifli Hasan memutuskan untuk mendukung pemerintah dan masuk ke kabinet. Apa tanggapan atas hal ini?

Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Sengketa dan ketidakpuasan ibukota, pemicu pemekaran

Banyaknya usulan pemekaran daerah otonomi baru menyebabkan pemerintah pusing sehingga diambil kebijakan moratorium. Di samping itu, mulai diadakan pembatasan dengan pengetatan persyaratan mulai dari pemekaran desa, kecamatan dan kabupaten. Tetapi, semua kebijakan itu pada akhirnya akan dilawan oleh masyarakat pro pemekaran karena meskipun tuduhan kepentingan politis dan dalih bahwa banyak pemekaran yang gagal didengungkan, tetapi faktor-faktor pemicu pemekaran yang belum tuntas akan tetap menyebabkan semangat pemekaran tersulut, Salah satunya sengketa letak ibukota dan ketidakpuasan terhadap ibukota.

Paranormalisasi Kemenangan JK-Win

Isu magis juga dikembangkan oleh para pendukung JK-Win walaupun berbeda dengan SBY yang mengungkapkannya secara langsung bahwa dia disihir. Kebetulan-kebetulan yang terjadi pada JK-Win telah dikembangkan oleh pendukung JK-Win sebagai tanda-tanda kemenangan JK-Win seperti yang ditulis Joko Suryo di jkwin4you.com.

Mungkinkah Demokrat mengulang sukses Golkar

Seandainya saja melanjutkan chemistry SBY-JK, barangkali tidak akan ada protes dari masyarakat tentang jargon pemilu satu putaran. Bahkan seandainya LSI mengatakan keterpilihan pasangan ini 80% atau lebih, mungkin umum bisa menerima. Lalu kenapa SBY begitu ngotot memilih Boediono? Apakah SBY telah melakukan suatu kesalahan keputusan?

Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, mungkinkah

Secara tidak sengaja saya membaca komentar salah seorang pembaca pada sebuah blog yang bunyinya sebagai berikut:
Kalau dalam putaran kedua, SBY berhadapan dengan JK, sebaiknya pak Prabowo bergabung saja dengan SBY, dan kalau SBY berhadapan dengan Prabowo, sebaiknya pak JK bergabung saja dengan SBY