Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri prabowo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri prabowo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Pendapat Ketua PBNU KH Said Agil Siradj tentang Prabowo Subianto

NU merupakan ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Wajar, jika pendapat pemimpin NU, apalagi Ketua umumnya sangat berarti bagi politik di Indonesia. Termasuk dalam menghadapi Pilpres 9 Juli nanti. Apa pendapat KH Said Agil Siradj mengenai Prabowo ?

Alasan Ulama, Dai dan Kyai Dukung Prabowo - Hatta

Banyaknya ulama, dai dan kyai mendukung pasangan Prabowo Hatta . Apa alasan di balik dukungan mereka?

Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Hasil poling SMS memenangkan JK-Win

Hasil jajak pendapat online:

Keambiguan Demokrat

Demokrat merasa menjadi korban politik identitas yang dimainkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi. Benarkah demikian?

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara ternyata orang comberan. Itu bukan pernyataan saya lho. Itu pernyataan Rizal Mallarangeng dalam acara Apa Kabar Malam di TV-One.

Siapa Presiden Indonesia 2019-2024

Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 yang menyerentakkan Pilpres telah dilaksanakan dengan prediksi sementara Quick Count, Jokowi Amin menang atas Prabowo Sandi dengan selisih kemenangan 10% (55 - 45), tetapi Prabowo Sandi menang sebaran propinsi atas Jokowi Amin dengan selisih 12 propinsi (23-11). Oleh karenanya, meskipun hasil real count Jokowi Amin adalah pemenang berdasarkan banyak suara, tetapi Jokowi adalah pecundang berdasarkan sebaran suara. Pertanyaannya, siapa yang akan dilantik?

Nasib Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub atau Munas dipercepat diiakan Muladi, salah satu petinggi Golkar. Keluarnya ide tersebut di saat-saat Pilpres, tentunya tidak menguntungkan bagi JK-Win. Oleh karenanya, isu ini seakan-akan usaha untuk menjegal JK-Win.

JK-Win dan Habibie, tokoh Golkar di kala sulit
Penjegalan Capres Golkar bukan saat ini saja terjadi. Pilpres 1999 membuktikan bahwa usaha tersebut sudah pernah terjadi. Uniknya, capres yang diusung Golkar saat itu berasal dari Indonesia Timur. Sama seperti Habibie, JK dianggap memiliki dosa yang sama, menurunkan suara Golkar.

Tapi baik Habibie maupun JK sebenarnya sudah membuktikan bahwa merekalah yang memiliki massa yang benar-benar solid mendukung Golkar. Para pendukung Habibie misalnya, akan melihat dari masalah lain. Golkar di era kepemimpinan Habibie berada di situasi yang terpuruk. Euforia reformasi menyebabkan Golkar mendapatkan musuh yang banyak, yang ingin melihat Golkar berakhir di panggung politik Indonesia. Ketokohan Habibie menyebabkan Golkar masih menjadi pemenang di Indonesia Timur, kawasan dari mana Habibie berasal, dari Riau dan pesisir timur Sumatera, daerah di mana perantau asal Indonesia Timur banyak merantau dan Jawa Barat, daerah yang banyak memiliki kaitan historis dengan Indonesia Timur.

JK pun menghadapi problem yang sama. Meski pemenang dalam pemilu 2004, Golkar didera penurunan citra akibat banyaknya kasus korupsi yang melanda politisi Golkar. Di tengah-tengah semangat penghapusan korupsi yang menggejala di masyarakat, di mana dua partai baru di Pemilu 2004, PKS dan Demokrat mendapatkan citra sebagai partai penghapus korupsi dan partai penuh kaum profesional Golkar masih eksis sebagai runner up pada pileg 2009. Perolehan suara Golkar masih lebih baik daripada PDIP sebagai partai yang sama-sama disapu tsunami Demokrat/PKS dan partai yang harus mempertahankan serbuan baru dari Gerindra dan Hanura. Dan JK pun membuktikan bahwa Indonesia Timur, pesisir timur Sumatera dan Jawa Barat adalah basis pertahanan Golkar.

Tantangan Gerindra
Adalah kenyataan bahwa sejak reformasi partai-partai pemenang pemilu selalu bergantian. Pemilu 1999 dimenangkan PDIP. Pemilu 2004 oleh Golkar dan Pemilu 2009 oleh Demokrat. Partai Gerindra berpeluang memenangkan pemilu 2014.

Gerindra yang diusung Prabowo memiliki segudang nilai lebih yang akan menjadi daya tarik pemilih pada 2014, yakni:
1. Dana yang besar. Sampai saat ini cawapres terkaya adalah PRabowo SUbianto.
2. Ide perubahan yang signifikan. Partai-partai yang ada tidak jelas mengusung apa, Prabowo tampil dengan isu perubahan dan misi yang jelas.
3. Kemampuan menarik tokoh.
Prabowo terbukti mampu menarik tokoh-tokoh politik ke partainya, termasuk yang dianggap fanatik selama ini. Sebut saja K.H. Zainuddin MZ dari PPP/PBR, Permadi dari PDIP, Yenny Wahid dari PKB.

Dengan potensi yang ke-3, jika Prabowo berhasil menarik tokoh-tokoh Indonesia Timur mulai dari parpol-parpol non PT seperti Ryas Rasid, Ngabalin dan kemudian para pendukung JK yang dikecewakan Golkar, akan mudah sekali membalikkan dukungan masyarakat Indonesia Timur, tapi tentu saja dengan skenario JK gagal dalam Pilpres 2009.

Jika JK Menang
Meskipun skenario Pilpres memenangkan JK-Win, tidak dapat dipastikan nasib Golkar akan lebih baik. Kalau kita lihat dari dukungan terhadap pasangan JK-Win, Hanuralah yang solid. Dan jika Gerindra mendukung pasangan ini, baik dalam pemenangan pilpres maupun di parlemen, maka akan mudahlah bagi Gerindra memindahkan penumpang Golkar ke Gerindra, karena sebagimana periode-periode sebelumnya, kita dapat melihat bahwa dukungan parlemen dari Golkar ke JK ataupun Habibie pada masa lalu tidaklah solid. Sikap seperti ini tentu akan menimbulkan sakit hati bagi pendukung JK, sehingga Gerindra tinggal menggosoknya sedikit saja.

Gerindra next bintang
Jika tidak ada perubahan berarti, kita akan melihat bahwa partai-partai besar saat ini, Demokrat, PDIP, dan Golkar akan jadi kenangan masa lalu. Ketiga partai ini mungkin akan masih bisa mengisi posisi no. 2, tetapi posisi no.1 sepertinya akan jadi perebutan antara Hanura dan Gerindra. Dengan melihat ketiga potensi di atas, Gerindralah yang paling berpeluang.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. Golkar

Silsilah Gerindra dengan Sumpah Pemuda dan Budi Utomo

Pemimpin Oposisi 2014-2019, Capres Prabowo Subianto dikaitkan dengan khilafah, wahabi dan Soeharto. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kenyataan bahwa pada Pemilu 2014, Prabowo Subianto memakai simbol-simbol Soekarno.

Distrust Lembaga Survey

Sejumlah lembaga survey merilis hasil quick count Pilpres 2019. Tetapi, reaksi masyarakat terhadap hasil Quick Count relatif sepi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Hasil tersebut, tidak lebih sebagai dasar prediksi awal. Artinya, terjadi distrust terhadap lembaga survey.

Kandidat Menteri dan Penasehat Prabowo Sandi

Capres Prabowo Subianto mengumumkan 80 nama putra putri terbaik bangsa yang akan membantunya dalam pemerintahan Prabowo Sandi.

Kampanye korupsi Prabowo bisa blunder

Meskipun Gerindra, partai pendukung utama Prabowo hanya menempati peringkat ke-7 dengan indeks 1,9 dibandingkan PDIP partai pendukung utama Jokowi yang menempati peringkat ke-1 partai terkorup di Indonesia dengan indeks 7,7, kampanye korupsi Prabowo tetap bisa menjadi blunder.

Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, mungkinkah

Secara tidak sengaja saya membaca komentar salah seorang pembaca pada sebuah blog yang bunyinya sebagai berikut:
Kalau dalam putaran kedua, SBY berhadapan dengan JK, sebaiknya pak Prabowo bergabung saja dengan SBY, dan kalau SBY berhadapan dengan Prabowo, sebaiknya pak JK bergabung saja dengan SBY

Loyalitas Pendukung Partai Pilpres 17 April 2019

Bendera Golkar berkibar dalam kampanye Prabowo Sandi di Makassar, sebaliknya logo Jokowi Makruf menghiasi baliho caleg Demokrat di Jawa Timur.Fenomena tersebut menunjukkan dukungan pendukung partai tidak selalu sejalan dengan pilihan pengurus Partai.

Partai Ekor Jas

Dalam Pilpres 2019, hanya ada empat partai ekor jas, yakni :
  1. PDIP dan Nasdem bagi pasangan Jokowi Makruf.
  2. Gerindra dan PKS bagi pasangan Prabowo Sandi.
Para pendukung kedua capres mengartikan hanya keempat partai tersebut yang betul-betul merupakan pengusung sejati kedua pasangan capres. Karenanya, kedua partai tersebut yang mendapatkan keuntungan dan kerugian dari kedua pasangan capres.

Kelompok Radikal vs Penista Agama

Pemilihan Presiden 2019 semakin dekat. Upaya penarikan dukungan pun makin diperkuat, meski pun akibatnya menguatnya perpecahan umat.

Perang Survey semakin marak

Lembaga-lembaga survey semakin marak merilis hasil surveynya. Berikut adalah hasil survey dari beberapa lembaga:

Dukungan Ulama dalam Pilpres 2019

Khalifah Abbasiyah, al Makmun selaku sulthan / umara pewaris nabi pada tahun 212 H, memunculkan dua bid'ah, pertama fitnah Qur'an makhluk, suatu pendapat kaum Mu'tazilah (rasionalis/ JIL) dan kedua keutamaan Ali bin Abi Thalib atas semua manusia setelah rasulullah, suatu pendapat kaum Syi'ah. Pewaris Nabi lainnya, yakni para ulama menentang keras bid'ah tersebut meskipun harus menghadapi ujian. Selama periode 3 khalifah, para ulama mempertahankan kebenaran meskipun menghadapi penyiksaan dan pembunuhan.

Tirani Minoritas

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid pada tanggal 31 Juli 2017 membenarkan adanya tirani mayoritas yang ditandai dengan lebih dari 200 kasus pelanggaran kebebasan beragama terhadap minoritas. Sebelumnya, Yusri Usman menyebut saat ini "minoritas takut". Benarkah?

Perbandingan QC dengan Situng KPU

Meskipun dikritisi warga dengan tagar #KPUNgejarQuickCount dengan banyaknya kesalahan yang merugikan Pasangan 02 Prabowo Sandi, Situng KPU merupakan indikator alternatif selain real count internal bagi mereka yang distrustlembaga survey.

11 Kementerian Usulan Wakil Ketua BPN Prabowo Sandiaga

Wakil Ketua BPN Prabowo Sandiaga Uno dari PKS, Mardani Ali Sera mengusulkan perampingan kabinet dari 34 kementerian menjadi 11 kementerian.