Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pks. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pks. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 27, 2016

SBY

Tulisan-tulisan tentang SBY terutama masa pilpres. Pada saat itu saya simpatisan JK-Win, jadi mohon maaf kalau banyak materinya yang negatif. Namanya, terbawa arus politik SAAT ITU.

Berikut tulisannya :

  1. Mungkinkah Demokrat mengulang sukses Golkar?
  2. Kegagalan SBY dan JK
  3. Jusuf Kalla dan Golkar
  4. Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, mungkinkah?
  5. Kreativitas Inisial Pasangan Capres
  6. Nasib PKS, tetap di koalisi atau keluar
  7. Mungkinkah SBY dikalahkan?
  8. Demi satu putaran, rasionalitas pun diabaikan
  9. Neo Orbais dan Neo Liberalis
  10. Apa sih keunggulan SBY?
  11. Akankah Golkar jadi PKB kedua?
  12. Skenario besar yang memukau
  13. Kenapa Mallarangeng tidak dipecat?
  14. Etika Politik, salah satu kata kunci SBY untuk membatasi langkah JK
  15. Ada apa di balik slogan SBY?
  16. Mungkinkah Pilpres satu Putaran?
  17. Divide et Impera
  18. Hasil Poling SMS memenangkan JK-Win
  19. Motivasi Pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton
  20. Negeri Sihir
  21. Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan
  22. Perubahan gaya iklan SBY-JK
  23. Perang Survey semakin marak
  24. Kemenangan JK-Win akhir dagang sapi
  25. Keluarga Mallarangen yang prestisius
  26. Akhirnya JK-Win gantung sepatu
  27. Polling SMS Debat Capres di TV One, SBY Unggul, JK Win naik
  28. Kemenangan SBY dibatalkan
  29. Susunan Kabinet SBY
  30. Paranormalisasi kemenangan JK-Win
  31. Kampanye dengan cara survey
  32. Pemekaran menjadi tema kampanye SBY
  33. Black campaign dengan tuduhan black campaign
  34. Di balik hak angket DPT Pilpres
  35. Perang Purnawirawan dalam Pilpres 2009
  36. Dua dari 3 M menjadi menteri
  37. Susunan Kabinet SBY
  38. Susunan Kabinet SBY
  39. Terbukti Golkar Partai Oportunis
  40. Pendidikan Politik Sudah Gagal
  41. Kalau kampanye tidak saling serang
  42. Tim Siluman
  43. Rusli Zainal pun tertarik publikasi blog
  44. Bantulah yang lemah
  45. Manuver PPP dalam Pilpres
  46. Isu HAM di tengah kampanye Pilpres
  47. Mungkinkah orang luar jawa dapat terpilih
  48. Perang Survey
  49. Keunggulan Pengusung Prabowo daripada pengusung Jokowi
  50. Perang Palu
  51. Buntut terorisme KPU dijaga ketat
  52. Tim Sukses
  53. Perbandingan para kandidat capres/cawapres
  54. Koalisi partai-partai pada pilpres 2009
  55. Menggagas ekonomi kebangsaan
  56. Masa depan Golkar pasca pilpres 2009

Minggu, Juni 15, 2014

Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Rabu, Juli 29, 2009

Perang Palu

Perang isu sejalan dengan selesainya pilpres sudah mulai reda. Namun, sinetron kekuasaan Indonesia tidak berarti dengan sendirinya selesai. Saat ini, kita disuguhkan dengan adegan baru, "perang palu".

Kamis, Juli 09, 2009

Terbukti, Golkar partai oportunis

Kekalahan yang dialami oleh JK-Win dalam pilpres sungguh drastis. Suara yang diperoleh pasangan ini betul-betul jauh dari modal usungan partainya yang 20%. Berarti pasangan ini tekor 7%. Padahal suara itu sudah dibantu dari dukungan dari pendukung nonkoalisi. Artinya jika suara dikurangi suara Hanura yang sekitar 4% dan sumbangan suara non golkar sebesar anggap saja 2%, maka suara dari Golkar sendiri hanya 7%, artinya JK-Win hanya mengumpulkan
suara 50% dari pendukung Golkar.

Dari sejumlah basis Golkar hanya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saja yang solid mendukung pasangan JK-Win. Sementara di daerah lain pasangan ini tidak didukung oleh Golkar. Di Riau misalnya, jika pada pileg lalu Gubernur dan para bupati dari Golkar berkampanye, pada pilpres justru pasif. Kalau memang ada aturan, kenapa pada pilpres dilarang dan pileg diperbolehkan? Gerak pengurus di daerah pun tidak kelihatan. Tidak seperti pengurus PDIP dan Demokrat yang solid mengampanyekan capres mereka, Golkar tidak bergerak.

Partai Penuh Oportunis
Melihat sejarah, Golkar adalah partai yang dicap tidak konsisten. Sejarah membuktikan.

Pada saat voting laporan pertanggungjawaban Habibie, PAN, PKS, PBB, PPP solid mendukung Habibie, tetapi kubu Golkar yang dikomandoi Marzuki Darusman dkk justru membelot ke kubu PDIP.

Pada pemilu 2004, kubu Golkar yang dikomandoi Fahmi Idris dkk justru menyeberang ke pasangan SBY-JK.

Pada pemilu 2009, kubu Golkar simpatisan Akbar Tanjung menyeberang ke SBY.

Kalau dicatat banyaknya pilkada yang dimenangkan pasangan non-Golkar di daerah mayoritas Golkar sendiri, kasus-kasus seperti itu tidak terhitung.

Hukum Karma
Bagi Jusuf Kalla sendiri sebenarnya sudah impas. Pada pemilu 2009 lalu, kubunya yang menggembosi Golkar. Pemilu 2009 ini justru dia yang digembosi.

Masih pantaskah Golkar diperhitungkan
Dengan sejumlah kasus tersebut, sebenarnya harus jadi pelajaran bagi para tokoh-tokoh public figur yang ingin mencalonkan diri dari Golkar, masih pantaskah Golkar dijadikan kendaraan politik? Untuk persyaratan administratif tentu masih, tetapi untuk kemenangan/kesuksesan, tentu lihat kembali fakta yang ada.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Senin, Juni 29, 2009

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara ternyata orang comberan. Itu bukan pernyataan saya lho. Itu pernyataan Rizal Mallarangeng dalam acara Apa Kabar Malam di TV-One.

Selasa, Juni 23, 2009

Kenapa tidak ada yang bicara listrik dan tenaga kerja

Ada yang aneh dalam pilpres kali ini. Setelah Amin Rais dan PKS meluncurkan isu neolib, MegaPro dan JK-Win seakan-akan terpancing untuk mengolah isu itu. Padahal ada isu lain yang sangat penting, yakni kegagalan pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja dan pasokan energi.

Senin, Juni 15, 2009

Akhirnya ada juga iklan JK yang kusuka

Iklan kampanye JK selama ini dipenuhi pendapat-pendapat tokoh masyarakat. Iklan tersebut mungkin berpengaruh terhadap kalangan tertentu, tetapi bagi yang awam masih belum jelas. Iklan berikutnya berupa slogan-slogan kepanjangan JK, meniru iklan PKS pada periode pileg dulu. Dan iklan ini pun, bagi saya pribadi masih kurang greget.

Tadi malam ada iklan JK yang tampil di televisi, dengan latar belakang pembangunan bandara, di antaranya bandara Hasanuddin. Dalam iklan ini, ada ajakan untuk menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang bermartabat. Inilah ajakan yang paling bagus, oleh karenanya, di antara iklan kampanye capres, inilah iklan yang paling aku suka.

Entah bagaimana dengan anda?

Selasa, Juni 09, 2009

Kemenangan JK-Win, akhir dagang sapi

Ada hal yang mengherankan dari politik Indonesia. Pemerintahan Indonesia adalah Kabinet Presidentil, namun anehnya pasangan yang diajukan merupakan hasil dagang sapi dari koalisi partai-partai layaknya negara-negara parlementer. Koalisi yang berdagang bisa berasal dari aneka ragam pandangan ideologis yang berbeda-beda, bahkan bisa jadi bertentangan. Lalu kabinet seperti apa yang dihasilkan?