Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kalimantan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kalimantan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 07, 2019

Tanah Bumbu Ibukota Baru Indonesia

Setelah mengunjungi Bukit Soeharto, kawasan Taman Hutan Raya seluas 61 ribu ha di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, yang waktu tempuh 1,5 jam dari Samarinda dan 45 menit dari Balikpapan, Jokowi beranjak ke Palangka Raya. Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan lahan seluas 120 ribu ha di Katingan dan 121 ribu ha di Gunung Mas. Palangka Raya sendiri memiliki lahan 66 ribu ha untuk calon ibu kota baru. Tetapi cocokkah Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru?

Jumat, Juli 07, 2017

Balikpapan Ibukota Baru Indonesia

Beberapa hari ini, isu pemindahan ibukota ramai dibahas. Pada umumnya, seakan yakin, ibukota baru tersebut adalah Palangkaraya. Padahal, Jokowi dan jajarannya masih merahasiakannya.

Senin, April 29, 2019

Provinsi Banua Lima

Kalimantan Selatan pernah menjadi pusat perkembangan di Pulau Kalimantan yang hingga kini masih terwariskan sebagai provinsi terpadat di Kalimantan. Tetapi seiring dengan perkembangan pulau Kalimantan yang berorientasi eksplorasi Sumber Daya Alam, Kalimantan Selatan semakin lama semakin stagnan.

Jumat, April 19, 2019

Distrust Lembaga Survey

Sejumlah lembaga survey merilis hasil quick count Pilpres 2019. Tetapi, reaksi masyarakat terhadap hasil Quick Count relatif sepi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Hasil tersebut, tidak lebih sebagai dasar prediksi awal. Artinya, terjadi distrust terhadap lembaga survey.

Selasa, Desember 18, 2018

Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri 2018

Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 2018, Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 telah berubah.

Minggu, April 14, 2019

5 Provinsi Papua

Yanni Minggu, 24 Februari 2019 menjelaskan jika Prabowo Sandi menang, Papua akan dimekarkan menjadi 5 provinsi sesuai 5 wilayah adat Papua, yakni Mamta, Anim Ha, Saereri, Mee Pago dan La Pago.

Minggu, Februari 12, 2017

Riau 5 Provinsi

Riau dan Daerah Pemekarannya Kepulauan Riau termasuk Provinsi dengan rating teratas di Indonesia yakni :

  1. IPM 2014 (Kepri: 73,4 (Peringkat 4), Riau :70,33 (Peringkat 6).
  2. PDRB per kapita 2014 (Riau : 109,83 juta (Peringkat 3), Kepri : 95,4 juta (Peringkat 5).

 

Minggu, April 10, 2016

Sisi Positif Reklamasi Jakarta

Anggota DPRD Jakarta, Sanusi dan Pengusaha dari Podomoro, terjerat kasus gratifikasi. Gratifikasi tersebut terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta. Untuk apa, gratifikasi tersebut, pemberi dan penerima pantas diselidiki. Tetapi terlepas dari kasus hukumnya, reklamasi sendiri menimbulkan pro kontra.

Sabtu, November 24, 2018

Ormas Pendukung Masyumi

Partai Masyumi merupakan partai terbesar pada Pemilu 1955 yang berhasil memenangkan 10 dari 14 dapil di Indonesia. Partai ini berhasil menunjukkan prestasi dalam memimpin Indonesia, yakni Burhanuddin Harahap yang semasa memimpin melakukan reformasi dan pemberantasan korupsi yang sayangnya akhirnya diturunkan Soekarno karena membawa korban pada tokoh-tokoh elit PNI serta Muhammad Natsir yang sukses menyelenggarakan Pemilu satu-satunya yang demokratis di Indonesia hingga saat ini. Masyumi pada akhirnya dibubarkan sebagai hasil kesepakatan rival-rival politiknya PNI,PKI dan NU yang kemudian dikenal dengan nama Nasakom serta TNI.

Rabu, Maret 23, 2016

Calon Mandiri dalam Pilkada

Ahok berencana maju jalur dalam jalur independen dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Bagaimana sejarah kemenangan calon independen dalam pilkada di Indonesia?

Jumat, Maret 04, 2016

Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri

Peraturan Menteri Dalam Negeri No 43 Tahun 2015, telah mengubah struktur organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagai berikut :

Selasa, Oktober 19, 2010

Rabu, Agustus 19, 2009

Usul tidak populer dari pecundang yang populer

Abdul Hafiz Anshary, pecundang Pilkada Kalimantan Selatan yang populer dengan ketidakbecusan kinerjanya selama menjabat sebagai Ketua KPU membuat sebuah usulan yang sangat tidak populer di era demokrasi ini, yaitu pengembalian pemilihan gubernur oleh DPRD. Jika usulan ini jadi dilaksanakan, mungkin usulan-usulan untuk mundur ke belakang seperti pemilihan presiden dan wakil presiden oleh MPR dan sebagainya akan dengan gampang ditelorkan.


Alasan mendasar dikeluarkannya usulan tersebut oleh si "pecundang yang tidak becus" adalah tidak lain masalah biaya. Menurut Hafiz, biaya yang dikeluarkan selama pilkada sangat besar. Hafiz yang mengalami kekalahan dalam pilgub menyatakan bahwa pilkada juga syarat dengan politik uang, meski pemilihan oleh DPRD juga syarat politik uang.

Masalahnya mungkin hanya satu, politik uang yang dijalankan untuk pemilihan DPRD resikonya lebih kecil. Kalau seseorang sudah berhasil menyuap anggota DPRD dapat dipastikan dia bisa duduk tenang menunggu saat-saat Hari Hnya saja, sebaliknya money politic dalam pilkada memiliki resiko yang sangat besar. Bisa jadi, pada hari H, masyarakat pemilih justeru bertindak berdasarkan hati nuraninya. Selain itu, menyuap masyarakat jauh lebih susah daripada menyuap anggota DPRD yang jumlahnya tidak seberapa.

Kalau permasalahannya biaya, seharusnya KPU berpikir bagaimana caranya pembiayaan pilkada menjadi lebih irit dan terhadap masalah money politic, KPU pun harus merancang suatu sistem pemilihan yang lebih ketat.

Tidak mau ambil pusing
KPU di zaman Hafiz terkesan tidak mau ambil pusing dan berusaha mengurangi kerja-kerja yang menjadi bebannya. Lihat saja pelaksanaan pileg dan pilpres. Setiap ada masalah KPU mengabaikannya dan melemparkannya ke MK.

Pilkada pun akan menjadi beban kerja KPU. Oleh karenanya, biar kerjanya lebih enteng, KPU berusaha mengurangi pilkada, yakni dengan menghapuskan pilkada gubernur.

Pertanyaannya: Kalau memang tidak mau menanggung beban, kenapa mau jadi komisioner KPU?

Sabtu, Juni 20, 2009

Rusli Zainal pun tertarik publikasi blog

Sukses Jusuf Kalla dengan kompasiananya ternyata banyak mengilhami pemimpin-pemimpin bangsa ini. Lewat komunitas blogger bertuah, Rusli Zainal mencoba mensosialisasikan dirinya. Sebuah kontes bertaja Rusli Zainal sang visioner pun dimulai.