Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri jokowi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri jokowi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, April 18, 2019

Tantangan Jokowi 2019 - 2024

Quick count banyak lembaga survey menunjukkan Jokowi memenangkan Pilpres 2019. Meski Prabowo melawan pernyataan tersebut, menyatakan menang tetapi karena belum ada rilis angka pembanding yang terpercaya dari pengumuman perilis Quick Count, sambil menunggu hasil hitungan resmi KPU, untuk sementara kita telah dapat mengandai-andai Pemerintahan 2019-2024 adalah Pemerintahan Jokowi.

Keambiguan Demokrat

Demokrat merasa menjadi korban politik identitas yang dimainkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi. Benarkah demikian?

Jumat, April 19, 2019

Distrust Lembaga Survey

Sejumlah lembaga survey merilis hasil quick count Pilpres 2019. Tetapi, reaksi masyarakat terhadap hasil Quick Count relatif sepi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Hasil tersebut, tidak lebih sebagai dasar prediksi awal. Artinya, terjadi distrust terhadap lembaga survey.

Sabtu, April 13, 2019

Dukungan Ulama dalam Pilpres 2019

Khalifah Abbasiyah, al Makmun selaku sulthan / umara pewaris nabi pada tahun 212 H, memunculkan dua bid'ah, pertama fitnah Qur'an makhluk, suatu pendapat kaum Mu'tazilah (rasionalis/ JIL) dan kedua keutamaan Ali bin Abi Thalib atas semua manusia setelah rasulullah, suatu pendapat kaum Syi'ah. Pewaris Nabi lainnya, yakni para ulama menentang keras bid'ah tersebut meskipun harus menghadapi ujian. Selama periode 3 khalifah, para ulama mempertahankan kebenaran meskipun menghadapi penyiksaan dan pembunuhan.

Minggu, April 21, 2019

Siapa Presiden Indonesia 2019-2024

Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 yang menyerentakkan Pilpres telah dilaksanakan dengan prediksi sementara Quick Count, Jokowi Amin menang atas Prabowo Sandi dengan selisih kemenangan 10% (55 - 45), tetapi Prabowo Sandi menang sebaran propinsi atas Jokowi Amin dengan selisih 12 propinsi (23-11). Oleh karenanya, meskipun hasil real count Jokowi Amin adalah pemenang berdasarkan banyak suara, tetapi Jokowi adalah pecundang berdasarkan sebaran suara. Pertanyaannya, siapa yang akan dilantik?

Minggu, Juni 15, 2014

Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Selasa, April 16, 2019

Merampingkan 43 Kabinet Kerja Jokowi

Jika 3 (tiga) orang wakil menteri tidak dihitung, ada 43 (empat puluh tiga) menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi. Bagaimana kabinet ini dirampingkan? Wakil Ketua BPN Prabowo Sandiaga Uno dari PKS, Mardani Ali Sera mengemukakan penyusutan menjadi 11 menteri, tetapi bagaimana opsi lain?

Sabtu, April 06, 2019

Loyalitas Pendukung Partai Pilpres 17 April 2019

Bendera Golkar berkibar dalam kampanye Prabowo Sandi di Makassar, sebaliknya logo Jokowi Makruf menghiasi baliho caleg Demokrat di Jawa Timur.Fenomena tersebut menunjukkan dukungan pendukung partai tidak selalu sejalan dengan pilihan pengurus Partai.

Partai Ekor Jas

Dalam Pilpres 2019, hanya ada empat partai ekor jas, yakni :
  1. PDIP dan Nasdem bagi pasangan Jokowi Makruf.
  2. Gerindra dan PKS bagi pasangan Prabowo Sandi.
Para pendukung kedua capres mengartikan hanya keempat partai tersebut yang betul-betul merupakan pengusung sejati kedua pasangan capres. Karenanya, kedua partai tersebut yang mendapatkan keuntungan dan kerugian dari kedua pasangan capres.

Sabtu, Desember 22, 2018

Sayur pun terpaksa di #impor

Kebijakan politik mercusuar ala Orde Lama yang dijalankan rezim Jokowi, berupa pembangunan monumental tanpa perhitungan ekonomi di antaranya jalan tol, ternyata mengorbankan masyarakat secara jangka pendek dan jangka panjang. Secara jangka pendek, masyarakat harus terbebani ekonomi karena defisit neraca sementara jangka panjang menanggung beban utang luar negeri.

Jumat, September 23, 2016

Misteri Agus Silvi dalam Pilkada DKI

Tiba-tiba saja, nama Agus Harimurti Yudhoyono tampil menjadi pasangan Cagub – Cawagub Jakarta dari Poros Cikeas yang terdiri dari Demokrat, PAN, PPP dan PKB. Nama Yusril Ihza Mahendra yang selama ini gencar disebut-sebut Koalisi Kekeluargaan, hilang begitu saja.

Senin, Mei 06, 2019

Tirani Minoritas

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid pada tanggal 31 Juli 2017 membenarkan adanya tirani mayoritas yang ditandai dengan lebih dari 200 kasus pelanggaran kebebasan beragama terhadap minoritas. Sebelumnya, Yusri Usman menyebut saat ini "minoritas takut". Benarkah?

Jumat, Juli 07, 2017

Balikpapan Ibukota Baru Indonesia

Beberapa hari ini, isu pemindahan ibukota ramai dibahas. Pada umumnya, seakan yakin, ibukota baru tersebut adalah Palangkaraya. Padahal, Jokowi dan jajarannya masih merahasiakannya.

Jumat, Januari 11, 2019

Kelompok Radikal vs Penista Agama

Pemilihan Presiden 2019 semakin dekat. Upaya penarikan dukungan pun makin diperkuat, meski pun akibatnya menguatnya perpecahan umat.

Sabtu, Juni 28, 2014

Kampanye korupsi Prabowo bisa blunder

Meskipun Gerindra, partai pendukung utama Prabowo hanya menempati peringkat ke-7 dengan indeks 1,9 dibandingkan PDIP partai pendukung utama Jokowi yang menempati peringkat ke-1 partai terkorup di Indonesia dengan indeks 7,7, kampanye korupsi Prabowo tetap bisa menjadi blunder.

Sabtu, Desember 22, 2018

Ternyata Jagung pun terpaksa di #impor

Pertanian, termasuk persediaan jagung adalah salah satu yang menjadi korban dari Kebijakan politik mercusuar ala Orde Lama yang dijalankan rezim Jokowi, berupa pembangunan monumental tanpa perhitungan ekonomi di antaranya jalan tol, ternyata mengorbankan masyarakat secara jangka pendek dan jangka panjang. Secara jangka pendek, masyarakat harus terbebani ekonomi karena defisit neraca sementara jangka panjang menanggung beban utang luar negeri.

Jumat, April 26, 2019

Perbandingan QC dengan Situng KPU

Meskipun dikritisi warga dengan tagar #KPUNgejarQuickCount dengan banyaknya kesalahan yang merugikan Pasangan 02 Prabowo Sandi, Situng KPU merupakan indikator alternatif selain real count internal bagi mereka yang distrustlembaga survey.

Minggu, Juni 29, 2014

Nasionalisme dan Allan Nairn

Persepsi bahwa Jokowi – JK antek asing terbukti dengan adanya campur tangan wartawan AS Allan Nairn. Allan Nairn merasa perlu mempublikasikan tulisannya melihat makin besarnya peluang Prabowo – Hatta untuk menang. Terutama di basis massa NU dan Aceh.

Kamis, November 17, 2016

Relevansi Ulama Mesir dalam Kasus Ahok

Pengacara Ahok (Basuki Cahaya Purnama) berencana mengundang ulama Mesir dalam persidangan Ahok. Barangkali, hal ini terinspirasi dari persidangan Jessica Kumala Wongso. Pertanyaannya, apakah relevan?