Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri habibie. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri habibie. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 25, 2009

Nasib Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub atau Munas dipercepat diiakan Muladi, salah satu petinggi Golkar. Keluarnya ide tersebut di saat-saat Pilpres, tentunya tidak menguntungkan bagi JK-Win. Oleh karenanya, isu ini seakan-akan usaha untuk menjegal JK-Win.

Selasa, Juni 16, 2009

Kenapa Singapura takut kepada Indonesia

Ada isu bahwa Pemerintah Singapura, ak, Lee Kwan Yew sangat menyerang Habibie. Lee Kwan Yew telah berusaha agar Habibie tidak terpilih sebagai Wakil Presiden pada tahun 1998. Lee Kwan Yew, didesas-desuskan juga ikut mengharapkan agar Habibie lengser dari jabatannya saat Habibie menjadi presiden. Setelah Abdurrahman Wahid menjadi presiden, Lee Kwan Yew terpilih menjadi penasehat ekonomi presiden. Salah satu yang kemudian menjadi bahan sorotan politisi saat itu.

Peran Singapura dalam setiap suksesi Indonesia pasca reformasi didesas-desuskan sangat kuat. Ada perbincangan di kedai kopi bahwa Singapura melalui badan usaha yang ditanamnya di Indonesia membantu salah satu kandidat. Isu tersebut, konon, tidak berani dikemukakan, karena permainannya sangat cantik, sehingga tidak ada bukti yang dapat dijadikan pegangan. Politisi yang ingin memainkan isu ini, bisa-bisa akan mendapat serangan balik yang sangat fatal.

Tergantung dari benar atau tidaknya isu tersebut, timbul pertanyaan:
Mengapa Singapura ingin bermain di Indonesia?


Menurut dugaan saya, ada beberapa logika yang dapat ditarik:
1. Posisi Singapura di pinggir Indonesia. Singapura terletak di pertemuan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau Singapura sendiri adalah pulau yang dibeli Rafles dari Sultan Lingga Riau. Singapura sebenarnya tidak persis di pertemuan itu, Batam dan Bintan dapat menutupinya. Kalau Indonesia mengembangkan Batam, tentu saja kestrategisan letak Singapura akan hilang.

2. Singapura menjadi tempat belanja, berobat, pendidikan bagi warga Indonesia. Tidak ada perhitungan resmi, berapa uang yang diberikan kepada Singapura oleh warga Indonesia setiap tahunnya untuk keperluan perobatan, belanja, pendidikan, wisata tersebut. Tetapi dipercaya, jumlahnya tidak sedikit.

3. Singapura menjadi alamat kantor cabang perusahaan multinasional, yang marketingnya diarahkan ke Indonesia. Sejumlah perusahaan multinasional membuka kantor perwakilan cabang di Singapura. Perusahaan tersebut melemparkan produknya ke seantero nusantara (Asia Tenggara), tentunya Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar terbesarnya. Bagaimana jika perusahaan tersebut membuka perwakilannya di Indonesia?

4. Perusahaan Singapura beroperasi di Indonesia. Warga negara Singapura pada umumnya hanyalah pemilik modal yang menanamkan modalnya, bagian terbesar di Indonesia. Pemodal tersebut terdiri dari warga negara murni Singapura yang berinvestasi di Indonesia dan juga eks warga negara Indonesia yang telah sukses dan pindah kewarganegaraan. Jika Indonesia telah mampu mengembangkan enterpreneurnya, amankah para investor Singapura?

Itulah beberapa alasan sederhana, kenapa Singapura sangat peduli dengan kondisi Indonesia.

Kamis, Juli 09, 2009

Terbukti, Golkar partai oportunis

Kekalahan yang dialami oleh JK-Win dalam pilpres sungguh drastis. Suara yang diperoleh pasangan ini betul-betul jauh dari modal usungan partainya yang 20%. Berarti pasangan ini tekor 7%. Padahal suara itu sudah dibantu dari dukungan dari pendukung nonkoalisi. Artinya jika suara dikurangi suara Hanura yang sekitar 4% dan sumbangan suara non golkar sebesar anggap saja 2%, maka suara dari Golkar sendiri hanya 7%, artinya JK-Win hanya mengumpulkan
suara 50% dari pendukung Golkar.

Dari sejumlah basis Golkar hanya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saja yang solid mendukung pasangan JK-Win. Sementara di daerah lain pasangan ini tidak didukung oleh Golkar. Di Riau misalnya, jika pada pileg lalu Gubernur dan para bupati dari Golkar berkampanye, pada pilpres justru pasif. Kalau memang ada aturan, kenapa pada pilpres dilarang dan pileg diperbolehkan? Gerak pengurus di daerah pun tidak kelihatan. Tidak seperti pengurus PDIP dan Demokrat yang solid mengampanyekan capres mereka, Golkar tidak bergerak.

Partai Penuh Oportunis
Melihat sejarah, Golkar adalah partai yang dicap tidak konsisten. Sejarah membuktikan.

Pada saat voting laporan pertanggungjawaban Habibie, PAN, PKS, PBB, PPP solid mendukung Habibie, tetapi kubu Golkar yang dikomandoi Marzuki Darusman dkk justru membelot ke kubu PDIP.

Pada pemilu 2004, kubu Golkar yang dikomandoi Fahmi Idris dkk justru menyeberang ke pasangan SBY-JK.

Pada pemilu 2009, kubu Golkar simpatisan Akbar Tanjung menyeberang ke SBY.

Kalau dicatat banyaknya pilkada yang dimenangkan pasangan non-Golkar di daerah mayoritas Golkar sendiri, kasus-kasus seperti itu tidak terhitung.

Hukum Karma
Bagi Jusuf Kalla sendiri sebenarnya sudah impas. Pada pemilu 2009 lalu, kubunya yang menggembosi Golkar. Pemilu 2009 ini justru dia yang digembosi.

Masih pantaskah Golkar diperhitungkan
Dengan sejumlah kasus tersebut, sebenarnya harus jadi pelajaran bagi para tokoh-tokoh public figur yang ingin mencalonkan diri dari Golkar, masih pantaskah Golkar dijadikan kendaraan politik? Untuk persyaratan administratif tentu masih, tetapi untuk kemenangan/kesuksesan, tentu lihat kembali fakta yang ada.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Selasa, Juni 16, 2009

Keluarga Mallarangeng yang prestisius

Mallarangeng, nama itu tiba-tiba saja begitu terkenal. Peran Rizal Mallarangeng sebagai juru bicara SBY yang menghebohkan, Fox yang dikomandani Choel Mallarangeng dan tingkah pola Andi (Alfian) sang jubir kepresidenan. Meski pro dan kontra, harus diakui bahwa Mallarangeng bersaudara sangat prestisius. Ganteng, muda, pintar dan kaya.

Senin, Mei 25, 2009

Masa depan Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub dipercepat dibenarkan oleh petinggi Golkar Muladi, hanya saja dengan istilah lain Munas dipercepat. Munaslub ini isunya adalah untuk menukar Ketua Umum yang saat ini dipegang oleh Jusuf Kalla. Keluarnya ide Munaslub di sela-sela kampanye Pilpres tentu saja akan ditanggapi negatif oleh para pendukung JK di lapangan sebagai salah satu upaya menjegal JK-Win memenangkan Pilpres.