Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri alasan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri alasan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Alasan Ulama, Dai dan Kyai Dukung Prabowo - Hatta

Banyaknya ulama, dai dan kyai mendukung pasangan Prabowo Hatta . Apa alasan di balik dukungan mereka?

Ujaran Kebencian dan Hak Oposisi

Reformasi 1998 telah membawa Indonesia ke alam demokrasi yang nilai dasarnya adalah kebebasan berpendapat dan berkumpul. Adanya faktor ini menyebabkan oposisi memiliki hak untuk mengkritik dan bahkan menguliti penguasa sehingga dengan demikian ada mekanisme kendali terhadap penguasa.

Menyimak jejak langkah Chairul Saleh

Dr. Chairul Saleh adalah salah satu di antara tiga Waperdam Soekarno pada masa G30S PKI,di samping Dr. Soebandrio dan Dr. J. Leimena. Dr. Chairul Saleh saat itu menjabat sebagai Waperdam III. Tokoh penggagas utama Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ini ditangkap tanpa alasan yang jelas oleh Soeharto saat menjabat sebagai Ketua MPRS 1967 dan meninggal di tahanan. Tokoh yang menolak modal asing ini, alumni Universitas Bonn, Jerman ini, hanya membolehkan masuknya modal asing jika setuju dengan profit sharing.

Mungkinkah Demokrat mengulang sukses Golkar

Seandainya saja melanjutkan chemistry SBY-JK, barangkali tidak akan ada protes dari masyarakat tentang jargon pemilu satu putaran. Bahkan seandainya LSI mengatakan keterpilihan pasangan ini 80% atau lebih, mungkin umum bisa menerima. Lalu kenapa SBY begitu ngotot memilih Boediono? Apakah SBY telah melakukan suatu kesalahan keputusan?

Manuver PPP dalam Pilpres

Secara resmi Partai Persatuan Pembangunan mendukung koalisi SBY-Budiono. Tetapi dukungan secara resmi tersebut,tidak berarti bahwa suara PPP bulat ke SBY. Sejumlah Kader PPP membentuk Front Persatuan Pendukung Prabowo (FPPP). Sejumlah kader PPP terlihat saat pendeklarasian Jumat, 5 Juni 2009, yakni Sofyan Usman, Usamah al Hadar, Habil Marati, dan Emilia Contessa. FPPP dipimpin oleh Rusdi Hanafi, salah seorang Ketua DPP dan Somali Malik, Wasekjen DPP sebagai Sekjen. Ketua Departemen Kepemudaan yang juga Sekjen Angkatan Muda Kakbah (AMK) Joko Purwanto turut bergabung. Alasan utama kelompok ini adalah untuk melanjutkan hubungan baik antara PPP dengan Prabowo.

Demi satu putaran, rasionalitas pun diabaikan

Tim sukses SBY sangat ingin SBY menang satu putaran. Alasan dibalik hal tersebut adalah :

Korban Pemilu Serentak 2019

Pemilu Serentak 2019 telah selesai dengan memberikan duka kepada caleg yang gagal dan penyelenggara, pengaman dan saksi yang meninggal dunia tanpa jaminan uang santunan. Ada 12 Pertugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia di Jawa Barat, 2 polisi yang meninggal di Jawa Timur dan  2 saksi yang meninggal di Sulawesi Selatan.

Provinsi Banyumas

Jawa Tengah merupakan provinsi yang tidak seimbang secara demografis, yakni jumlah penduduknya melampaui rata-rata penduduk per provinsi Indonesia. Sangat wajar kalau provinsi ini diwacanakan untuk dimekarkan, di antaranya Provinsi Banyumasan.

Tanda-tanda Ancaman Kepunahan BUMN

Salah satu alasan ngototnya massa pro GantiPresiden2019 adalah kekhawatiran kepunahan Indonesia akibat salah urus. #gantipresiden2019 diharapkan dapat mencegah Indonesia tidak mengalami nasib yang sama seperti Uni Soviet atau Yugoslavia.

Polisi Redam Potensi Tsunami Krakatau April 2018

Pada bulan April 2018, polisi bermaksud melakukan proses hukum terhadap BMKG dan BPPT. Pasalnya, penelitian mereka dianggap meresahkan dan menghambat investasi.

Pro Kontra Moratorium Pemekaran

Sama seperti kebijakan presiden sebelumnya, Soesilo Bambang Yoedhojono, rezim Jokowi ternyata juga melakukan tindak dealokasi APBN melalui moratorium pemekaran. Timbul prokontra.

Energi Alternatif Nuklir Thorium

Indonesia merupakan negara yang berlimpah sumber daya alam. Salah satunya thorium. Cadangan thorium di Indonesia menurut Bob Soelaiman Effendi, Chief Representative Martingale Inc cukup untuk kebutuhan listrik 1.000 tahun.

Tanggapan atas baju nazi Ahmad Dhani

Video klip Ahmad Dhani We Will Rock You dipermasalahkan oleh media Jerman Der Spiegel. Menurut Der Spiegel Video Politik Indonesia bikin Alis Terangkat karena simbol-simbol nazi. Media Israel, Times of Israel menulis Video Sok Nazi Indonesia bikin heboh. Apa tanggapan atas baju nazi ahmad dhani tersebut?

Teddy Mirza Dal tidak jadi dilantik

Caleg terpilih dari Golkar Rohul yang juga mantan Ketua DPRD Rohul dipastikan tidak dilantik kembali. Pasalnya, SK pemecatan yang bersangkutan sebagai kader Golkar telah disetujui.

Usul tidak populer dari pecundang yang populer

Abdul Hafiz Anshary, pecundang Pilkada Kalimantan Selatan yang populer dengan ketidakbecusan kinerjanya selama menjabat sebagai Ketua KPU membuat sebuah usulan yang sangat tidak populer di era demokrasi ini, yaitu pengembalian pemilihan gubernur oleh DPRD. Jika usulan ini jadi dilaksanakan, mungkin usulan-usulan untuk mundur ke belakang seperti pemilihan presiden dan wakil presiden oleh MPR dan sebagainya akan dengan gampang ditelorkan.


Alasan mendasar dikeluarkannya usulan tersebut oleh si "pecundang yang tidak becus" adalah tidak lain masalah biaya. Menurut Hafiz, biaya yang dikeluarkan selama pilkada sangat besar. Hafiz yang mengalami kekalahan dalam pilgub menyatakan bahwa pilkada juga syarat dengan politik uang, meski pemilihan oleh DPRD juga syarat politik uang.

Masalahnya mungkin hanya satu, politik uang yang dijalankan untuk pemilihan DPRD resikonya lebih kecil. Kalau seseorang sudah berhasil menyuap anggota DPRD dapat dipastikan dia bisa duduk tenang menunggu saat-saat Hari Hnya saja, sebaliknya money politic dalam pilkada memiliki resiko yang sangat besar. Bisa jadi, pada hari H, masyarakat pemilih justeru bertindak berdasarkan hati nuraninya. Selain itu, menyuap masyarakat jauh lebih susah daripada menyuap anggota DPRD yang jumlahnya tidak seberapa.

Kalau permasalahannya biaya, seharusnya KPU berpikir bagaimana caranya pembiayaan pilkada menjadi lebih irit dan terhadap masalah money politic, KPU pun harus merancang suatu sistem pemilihan yang lebih ketat.

Tidak mau ambil pusing
KPU di zaman Hafiz terkesan tidak mau ambil pusing dan berusaha mengurangi kerja-kerja yang menjadi bebannya. Lihat saja pelaksanaan pileg dan pilpres. Setiap ada masalah KPU mengabaikannya dan melemparkannya ke MK.

Pilkada pun akan menjadi beban kerja KPU. Oleh karenanya, biar kerjanya lebih enteng, KPU berusaha mengurangi pilkada, yakni dengan menghapuskan pilkada gubernur.

Pertanyaannya: Kalau memang tidak mau menanggung beban, kenapa mau jadi komisioner KPU?

Skenario besar yang memukau

Dunia politik Indonesia adalah sinetron politik yang sangat menarik. Alur ceritanya sangat sulit ditebak, apalagi oleh seorang yang seawam saya. Tetapi sinetron politik tersebut menyuguhkan jalan cerita yang enak untuk dicermati. Salah satunya, penampilan seorang tokoh cerita bernama Jusuf Kalla. Skenario PKS
Skenario pertama yang berkaitan dengan Jusuf Kalla adalah skenario yang dimainkan PKS. Meskipun Hidayat Nur Wahid sudah populer sebagai salah satu kandidat cawapres dalam polling-polling yang diadakan lembaga survey, tetapi elektabilitas HNW sebagai cawapres masih jauh di bawah JK. Di samping sebagai cawapres incumbent, JK sangat berpeluang untuk melanjutkan kebersamaannya dengan SBY.

Isu peran JK yang terlalu menonjol kemudian dibesar-besarkan PKS. Peran JK di samping SBY yang begitu kuat ditafsirkan dualisme kepresidenan. Kondisi yang tentunya sangat mengkhawatirkan. Dengan isu ini PKS berhasil mencampakkan JK dan memberi peluang kepada HNW.

Tetapi koalisi lain tidak tinggal diam, PKB misalnya membuat manuver dukungan kiai kepada Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Manuver paling besar diusung PAN. PAN kemudian berhasil mengangkat nama Hatta Rajasa. Manuver-manuver tersebut pada akhirnya membuat SBY bulat mengangkat Boediono, orang yang bahkan tidak pernah disebut-sebut namanya sebelumnya sebagai cawapres.

Meski PKS tidak berhasil mencapai tujuan politiknya, tetapi JK telah terlempar dari sisi SBY. Kenyataan yang menimbulkan geram Mufidah dengan mengistilahkan "Habis manis sepah dibuang." SBY dinilai Mufidah hanya menjadikan JK sebagai bumper semata.

Isu Triple A
JK bukanlah berangkat dari kepengurusan Golkar. JK semula hanyalah kader biasa yang beruntung menjadi Menperidag. Posisi inilah yang pada awalnya mengantarkan JK sebagai salah satu anggota Dewan Pembina Golkar. Ketika JK akhirnya digandeng SBY, JK pun sempat dipecat dari Golkar.

Keberhasilan pasangan SBY-JK menjadi pemimpin Indonesia mau tidak mau harus dimanfaatkan Golkar. Dengan menjadikan Kalla sebagai Ketua Umum, Golkar akhirnya lepas dari nasib sebagai oposisi, posisi yang tidak diingini oleh Golkar. Tetapi bagaimanapun, Golkar tidak nyaman di bawah kepemimpinan Kalla. Nasib Golkar sebagai salah satu partai yang menerima imbas badai Demokrat, meski masih beruntung menempati posisi nomor 2, harus dipertanggungjawabkan Kalla.

Tetapi isu tersebut ternyata tidak cukup. Para pimpinan Golkar kemudian berpura-pura mendukung JK sebagai capres. Namun tidak sampai dalam tempo 24 jam, para pimpinan daerah Golkar kemudian menyatakan kekecewaannya atas deklarasi tersebut. Gerilya politik dijalankan. Para pengurus Golkar daerah kemudian bersikap pasif dalam kampanye pemenangan JK-Win. Sementara itu di pusat, pengurus partai Golkar sibuk mengadakan manuver-manuver, di antaranya isu Munaslub dipercepat.

Langkah yang disusun Triple A ternyata mulus, JK-Win mengalami kekalahan yang sangat telak. Dengan sendirinya, tidak ada alasan bagi JK untuk mempertahankan jabatan Ketua Umumnya.

Langkah Kalla ke depan
JK telah menjalani takdirnya. Ketika SBY belum memiliki dana yang cukup untuk kampanye di 2004, JK dimanfaatkan. Ketika dana tidak dipermasalahkan, JK akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa dia tidak begitu diperlukan.

Ketika Golkar membutuhkan kekuatan untuk ikut serta dalam kabinet, Golkar memanfaatkan JK. Ketika kekuatan tersebut sudah hilang, JK harus menerima nasib dibuang Golkar.

Agar tidak begitu terpuruk, SBY kemudian "menyelamatkan" sahabatnya ini. Daniel Sparingga dari Universitas Airlangga menyarankan JK menerima peran sebagai duta perdamaian.

Sebaliknya, pengamat yang lain mengharapkan JK untuk beroposisi. Posisi yang tentu saja tidak akan mungkin dijalankan JK tanpa partai.

Kedua skenario tersebut sama-sama buruk dan sama-sama baik.
Buruknya, skenario pertama hanyalah bentuk lain "pemanfaatan" JK, namun masih dapat mengangkat harga diri JK, sekurang-kurangnya menunjukkan bahwa JK toh masih berharga.

Skenario kedua hanyalah memperparah citra JK, sebagai kandidat yang dianggap tidak "diperhitungkan" maka oposisi JK dengan kendaraan Golkar sebagai partai yang dikenal tidak memiliki visi dan misi yang jelas hanyalah dianggap sebagai suara orang yang kalah. Tetapi seandainya JK didukung oleh partai yang memang betul-betul senada dengan visi dan misinya di saat kampanye, tentu peran oposisi JK masih dapat dihargai.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Satu keluarga pilihan berbeda

Inilah realitas politik zaman sekarang. Jangankan mengharapkan konstituen satu partai memiliki pilihan yang sama, keluarga pun belum tentu memiliki pilihan yang sama. Itu adalah manusiawi. Di zaman demokrasi dan HAM ini, tidak zamannya lagi memaksa-maksakan kehendak politik.

Dalam keluarga saya misalnya, saya dan ayah cenderung ke pilihan no 3. Tetapi anggota keluarga yang perempuan cenderung ke no. 2. Apa dan bagaimana hal itu terjadi, itulah realitas.

Tentunya, masing-masing punya alasan sendiri.

Penggabungan kembali Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Salah satu isu yang menjadi topik debat cawapres tadi malam adalah penggabungan kembali departemen pendidikan dan kebudayaan. Hampir semua cawapres setuju. Alasan yang melatarbelakangi adalah di samping kualitas pendidikan yang merosot, juga bahwa tujuan pendidikan adalah meningkatkan kebudayaan.

Membantu dan politik uang

Apa sih pengertian politik uang? Tindakan Jusuf Kalla membantu Erlin Dewi yang terlilit hutang Rp. 5 juta diindikasikan Panwaslu SOlo sebagai politik uang. Apakah benar atau tidak?

Rusli Zainal pun tertarik publikasi blog

Sukses Jusuf Kalla dengan kompasiananya ternyata banyak mengilhami pemimpin-pemimpin bangsa ini. Lewat komunitas blogger bertuah, Rusli Zainal mencoba mensosialisasikan dirinya. Sebuah kontes bertaja Rusli Zainal sang visioner pun dimulai.