Tampilkan postingan dengan label Sejarah Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Organisasi. Tampilkan semua postingan

Ormas Pendukung Masyumi

Partai Masyumi merupakan partai terbesar pada Pemilu 1955 yang berhasil memenangkan 10 dari 14 dapil di Indonesia. Partai ini berhasil menunjukkan prestasi dalam memimpin Indonesia, yakni Burhanuddin Harahap yang semasa memimpin melakukan reformasi dan pemberantasan korupsi yang sayangnya akhirnya diturunkan Soekarno karena membawa korban pada tokoh-tokoh elit PNI serta Muhammad Natsir yang sukses menyelenggarakan Pemilu satu-satunya yang demokratis di Indonesia hingga saat ini. Masyumi pada akhirnya dibubarkan sebagai hasil kesepakatan rival-rival politiknya PNI,PKI dan NU yang kemudian dikenal dengan nama Nasakom serta TNI.

Peranan Muhammadiyah dalam perpolitikan Indonesia

Muhammadiyah dan NU sebagai dua ormas terbesar di Indonesia sangat menarik dilihat dalam peristiwa-peristiwa politik, termasuk pilpres 2009. Arah dukungan Muhammadiyah yang sifatnya tidak terang-terangan harus dipahami sebagai ketentuan yang terpaksa diambil karena keterikatan pada khittah. Terikat oleh khittah, Muhammadiyah tidak dapat memberikan dukungan bulat kepada satu pasangan capres atau partai tertentu, karena bagaimanapun untuk membulatkan dukungan butuh kesepakatan bersama dan sesuai dengan khittahnya, Muhammadiyah tidak mungkin mengadakan rapat nasional khusus untuk menentukan pilihan politiknya.

Sejarah Partai Golkar

Partai Golkar bermula dari Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 yang merupakan perhimpunan (federasi) dari 97 organisasi fungsional non-politik yang anggotanya terus berkembang hingga mencapai 220 organisasi.