Kamis, Oktober 31, 2019

Provinsi Papua Selatan

Pemekaran provinsi Papua sesuai dengan jumlah wilayah adat yang ada, yakni menjadi 5 provinsi, segera akan mulai terwujud. Mendagri Tito Karnavian menjamin meskipun ada moratorium pemekaran, ada peluang 2 provinsi baru di papua. Dua calon provinsi tersebut adalah Papua Tengah yang masih belum sepakat dengan Pegunungan Tengah, dan Papua Selatan yang telah clear.

Wilayah Administrasi

Provinsi Papua Selatan direncanakan terdiri dari lima kota/kabupaten, yakni :
  1. Kota Merauke
  2. Kabupaten Merauke
  3. Kabupaten Digul
  4. Kabupaten Asmat
  5. Kabupaten Mappi

Etnografi

Papua Selatan merupakan wilayah adat "Anim Ha" yang berarti manusia sejati. Di antara etnis yang mendiami wilayah ini adalah Marind Anim dan Asmat.Marind Anim mendiami dataran luas di Papua bagian selatan, mulai dari Selat Muli (Selat Marianne) sampai daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Suku Asmat adalah suku yang terkenal dengan ukiran kayunya. Suku Asmat terbagi dua, yakni Asmat pesisir dan Asmat pedalaman. Keduanya berbeda dalam hal cara hidup, struktur sosial dan ritual. Selain kedua suku tersebut, terdapat aneka suku lain yang tidak terhitung jumlahnya.

Genetika

Etnik-etnik Anim Ha berdasarkan data genetika yang ada merupakan campuran dari turunan :
  1. Australoid yang dipercaya telah ada sekitar 40.000 tahun yang lalu di benua Australia
  2. Wallacoid yakni sub ras yang mendiami wilayah Wallacea mulai dari Filipina (kelompok: Negrito Aeta, Sulawesi :dominan Banggai, Buton, minor : Bugis dan etnis pesisir tenggara dan selatan Sulawesi, Kepulauan Selayar, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan Australia)
  3. Orang Laut/Bajau/Melayu Pesisir, yakni etnis yang mendiami pesisir pulau-pulau di Asia Tenggara dan Pasifik, mulai dari barat daya Taiwan, pesisir Vietnam, Gua Niah, Tingkayu, Sangkulirang Kalimantan,Kotabatak Bintan, bukit kerang Gayo dan Langkat dan Maros, Makassar hingga terwarisi pada etnis Rohingya di pesisir Birma, Kepulauan Solomon dan Maori di Selandia Baru
Namun demikian, berbeda dengan masyarakat pesisir Papua lainnya, yakni Bomberai dan Domberai di utara, dan pesisir selatan PNG di timurnya, serta masyarakat pesisir utara Papua dan Papua Nugini yang mewarisi darah Austronesoid/Melayu Daratan, etnis-etnis Papua Selatan tidak mewarisi genetika tersebut.

Pro Kontra

Bagaimana pun, pembentukan Provinsi Papua Selatan tetap menimbulkan pro kontra. Para Menteri dan DPD siap untuk segera memproses pemekaran ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, misalnya menyatakan siap untuk penganggarannya. Namun demikian suara kontra pun tetap ada. Suara kontra dinyatakan oleh Ketua DPRP, Yunus Wonda, Pengamat Politik LIPI, Cahyo Pamungkas, akademisi Uncen Marinus Yaung,Ketua Sinode Gereja Kingmi Benny Giai.

Tidak ada komentar: