Selasa, Mei 07, 2019

Tanah Bumbu Ibukota Baru Indonesia

Setelah mengunjungi Bukit Soeharto, kawasan Taman Hutan Raya seluas 61 ribu ha di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, yang waktu tempuh 1,5 jam dari Samarinda dan 45 menit dari Balikpapan, Jokowi beranjak ke Palangka Raya. Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan lahan seluas 120 ribu ha di Katingan dan 121 ribu ha di Gunung Mas. Palangka Raya sendiri memiliki lahan 66 ribu ha untuk calon ibu kota baru. Tetapi cocokkah Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru?

Tengah-tengah Indonesia

Salah satu kriteria calon ibukota baru adalah di tengah-tengah Indonesia. Secara sederhana, wilayah tengah adalah wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA), yakni :
  1. Kalimantan Selatan
  2. Kalimantan Timur
  3. Kalimantan Utara
  4. Sulawesi
  5. Bali
  6. Nusa Tenggara
Dari kategori tersebut, jelas bahwa Kalimantan Tengah masih berada di wilayah barat.

Tingkat Toleransi

Salah satu kriteria ibukota adalah tingkat toleransi penduduk. Dari aspek ini, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur yang dihuni beragam etnis tanpa konflik lebih memenuhi kriteria dibanding Kalimantan Tengah yang pernah mengalami konflik.

Keamanan Alam

Dari segi aspek keamanan alam, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah termasuk wilayah yang aman dari gangguan alam. Balikpapan pernah tercatat gempa.

Keterjangkauan

Kalimantan Timur berada di sisi Selat Sulawesi sehingga keterjangkauannya dari alur laut dari banyak wilayah Indonesia seperti Sumatera agak jauh. Demikian pula, wilayah-wilayah yang ditawarkan Kalimantan Tengah juga kurang keterjangkauannya.

Jarak dari Negara Tetangga

Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah langsung berbatasan dengan negara tetangga, sementara Kalimantan Selatan disanggah kedua provinsi tersebut.

Tanah Bumbu paling ideal

Dari berbagai aspek tersebut, tanah bumbu merupakan wilayah yang paling ideal bagi lokasi ibukota baru Indonesia.

Tidak ada komentar: