Hambarnya Hari Kebangkitan Nasional

Hanya beberapa hari lagi, Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Namun, tidak sebagaimana hari-hari besar lainnya, tidak banyak masyarakat yang menyadari hari besar ini. Hari besar ini berlalu seakan-akan tidak ada artinya bagi bangsa Indonesia.

Peran Wahidin Sudiro Husodo

Ketika membicarakan Hari Kebangkitan Nasional, tidak lepas dari organisasi Boedi Oetomo. Organisasi ini hanya diketahui sebagai organisasi yang didirikan oleh Dr. Soetomo (Sutomo). Tetapi, seakan-akan dilupakan peran Wahidin Sudiro Husodo sebagai penggagas pendirian organisasi tersebut. Padahal, Wahidin Sudiro Husodo pantas mendapatkan peran sendiri dalam Republik Indonesia sebagai Bapak Kebangkitan Nasional Indonesia.

Latar Belakang Pendirian Budi Utomo

Permasalahan lain terkait Hari Kebangkitan Nasional adalah tidak dijelaskannya secara historis latar belakang pendirian Budi Utomo. Apa yang melatar belakangi pendirian Budi Utomo inilah yang kemudian dipakai juga dalam pendirian Serikat Dagang Islam dan organisasi-organisasi lain yang menyusulnya merupakan hal yang sangat penting dalam menggugah rasa kebangsaan, yang muaranya perjuangan untuk kemerdekaan.

Tanpa memahami latar belakang tersebut, sangat membingungkan kenapa kelahiran Budi Utomo dikaitkan dengan kebangkitan nasional.

Tiga Hari yang didiskriminasi

Hari Kebangkitan Nasional adalah salah satu dari tiga hari penting bagi bangsa Indonesia yang mengalami diskriminasi, padahal keempat hari tersebut merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan bagi sejarah bangsa Indonesia :
  1. Hari Kebangkitan Nasional, (timbulnya kesadaran bangsa Indonesia untuk melawan diskriminasi dan bangkitnya harga diri sebagai bangsa yang sejajar)
  2. Hari Persatuan Nasional (timbulnya kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia hanya dapat dicapai dengan persatuan, dikecilkan sebagai Hari Pemuda)
  3. Hari Kemerdekaan (timbulnya keyakinan Indonesia bahwa bangsa Indonesia mampu hidup sederajat dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya)
  4. Hari Kedaulatan Nasional (pengakuan kedaulatan Indonesia, diakuinya kesejajaran Indonesia dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya)

Antara Ideologi dan Sejarah

Ideologi merupakan suatu konsep filosofis yang kadang-kadang rumit untuk dijabarkan, namun peristiwa bersejarah yang tergambar dalam empat hari nasional tersebut, justeru lebih membekas dalam ingatan rakyat Indonesia yang memahaminya. Sayangnya, pentingnya hari-hari tersebut seakan sengaja diabaikan, barangkali takut dengan dampak politis yang barangkali akan menimbulkan perdebatan :  siapa sebenarnya yang berjasa dalam sejarah bangsa Indonesia.

0 komentar: