Tiga Kategori Partai Politik Indonesia

Banyaknya Partai Politik di Indonesia menyebabkan masyarakat kesulitan untuk memilih partai secara murni, kecuali adanya pertimbangan dengan seseorang yang berkepentingan dengan partai tersebut yakni pengurus atau pejabat meliputi legislator yang diusung partai.

Ketika seorang tokoh meloncat, para pendukungnya juga mengikuti loncatan tersebut. Namun demikian tidak serta merta loncatan tokoh tersebut diikuti, yakni ketika sang tokoh meloncat keluar dari pagar kategori parpol.

Tiga Kategori Parpol

Ada tiga kategori parpol di Indonesia di mana kategori I dan II memiliki barikade pendukung yang sangat tajam, artinya fanatisme pendukung di segmen kategori tersebut menyebabkan pendukung sulit mendukung parpol di kategori berseberangan.

Parpol Sekuler

Di antara 10 parpol yang ada, 2 parpol dipandang sekuler, sehingga pendukung partai Islam sulit untuk mendukung parpol ini. Kedua parpol tersebut adalah PDIP dan Nasdem. Dalam kampanye pilpres 2019, pendukung parpol sekuler menuduh parpol Islam radikal, sebaliknya pendukung parpol Islam menuduh parpol sekuler anti Islam.

Parpol Islam

Di antara 10 parpol yang ada, 4 parpol dipandang islam, sehingga pendukung partai sekuler sulit untuk mendukung parpol ini. Keempat partai tersebut dengan urutan pandangan kekentalan keislamannya adalah PPP, PKS, PAN dan PKB. Dalam Pilpres 2019, upaya partai-partai untuk mengurangi nilai kekentalan islamnya justru menjadi blunder, yakni toh mereka tidak mendapatkan dukungan dari pendukung sekuler tetapi kehilangan pendukung setianya.

Partai Tengah

Di antara 10 parpol yang ada, 4 parpol dipandang tengah. Partai Tengah adalah partai yang mengusung jargon nasionalis religius, dalam bahasa praktis politiknya mereka mengumandangkan bahwa mereka tidak anti Islam tetapi juga tidak radikal. Partai Golkar merupakan partai yang dianggap paling tengah, Hanura dianggap partai tengah yang lebih islami. Gerindra dianggap partai tengah yang lebih dekat ke sekuler. Sementara Demokrat dianggap partai tengah yang paling dekat ke sekuler.

0 komentar: