Tantangan Jokowi 2019 - 2024

Quick count banyak lembaga survey menunjukkan Jokowi memenangkan Pilpres 2019. Meski Prabowo melawan pernyataan tersebut, menyatakan menang tetapi karena belum ada rilis angka pembanding yang terpercaya dari pengumuman perilis Quick Count, sambil menunggu hasil hitungan resmi KPU, untuk sementara kita telah dapat mengandai-andai Pemerintahan 2019-2024 adalah Pemerintahan Jokowi.

Harapan Masyarakat

Dahlan Iskan dalam blognya menyatakan : Siapa pun yang menang semoga listrik turun, lapangan kerja lebih terbuka, ekonomi lebih maju dan rupiah menguat.


Jokowi Hanya Menang di Segmen Etnis Jawa dan Non Muslim

Jika Jokowi kembali memerintah, tantangan bagi Jokowi adalah bahwa berdasarkan data Quick Count, Jokowi kalah di 23 propinsi, 68% dari jumlah propinsi yang ada di Indonesia. Fakta ini tentu akan mudah menimbulkan pertikaian historis yang pernah ada semenjak Republik ini, yakni perselisihan Jawa - Luar Jawa, Muslim - Non Muslim, NU - Masyumi, Marhaen versus Demokrat (Kaum penjunjung demokrasi, kaum yang diwakili Partai Masyumi/PSI/Permesta, Golkar/Nasdem/Demokrat).

Sentimen yang muncul akibat isu ini tidak dapat dibendung hanya dengan menghukum tweet yang ada. Bahkan men-shut down sosial media justeru akan lebih menyuburkan gosip di tengah-tengah masyarakat. Isu tersebut, tidak bisa sekedar merangkul tokoh-tokoh,  karena merangkul tokoh-tokoh hanyalah ibarat memegang kepala, tetapi badan dan ekornya masih bergerak.

Tawaran koalisi bagi Jokowi bagi kubu oposisi pada akhirnya juga tidak akan efektif, karena keuntungan suara dari memenuhi aspirasi yang beredar akan menimbulkan koalisi rasa oposisi, bahkan dari mereka yang saat ini secara resmi adalah partai pendukung.

Pertarungan dalam Koalisi

Jokowi juga akan menghadapi problema di dalam koalisi, yakni masing-masing partai yang ada saat ini akan sibuk mempersiapkan amunisi untuk 2024. Saling berebut posisi yang strategis, baik dari segi penguasaan sumber daya, maupun dari segi peluang menampilkan kinerja akan menyebabkan saling klaim kebaikan dan saling tuding kejelekan. Masing-masing akan cemburu apabila salah satu dinilai menonjol. Pada akhirnya, harus ada yang dikorbankan.

Beban dari Periode Sebelumnya

Sejumlah catatan telah terpublish selama masa kampanye, bahwa Jokowi memiliki banyak beban yang harus diselesaikan. Beban-beban tersebut akan menjadi isu kampanye, serangan dari oposisi.

Desakan Rekonsiliasi

Berbagai perlakuan terhadap lawan politik hingga akhir kampanye telah menimbulkan dendam. Mereka yang merasa menjadi korban politik, merupakan penyulut kegaduhan, yang ibarat bara dalam sekam.

0 komentar: