Senin, April 29, 2019

Provinsi Banua Lima

Kalimantan Selatan pernah menjadi pusat perkembangan di Pulau Kalimantan yang hingga kini masih terwariskan sebagai provinsi terpadat di Kalimantan. Tetapi seiring dengan perkembangan pulau Kalimantan yang berorientasi eksplorasi Sumber Daya Alam, Kalimantan Selatan semakin lama semakin stagnan.

Pemekaran Provinsi di Kalimantan Selatan

Salah satu wacana pemekaran provinsi di Kalimantan Selatan adalah Provinsi Kalimantan Tenggara yang diusung oleh Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu dengan menyertakan Pasir dan Balikpapan di Kalimantan Timur.

Penggabungan kembali kabupaten di Kalimantan Selatan

Sebaliknya di daerah Banua Lima Kalimantan Selatan, wacana yang muncul justru penggabungan kembali beberapa kabupaten, yakni Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Kabupaten Balangan, karena Kabupaten Balangan yang mekar lebih maju daripada kabupaten induknya HSU.

Provinsi Banua Anam

Pada tahun 2010, tokoh-tokoh Hulu Sungai, di antaranya Legislator Hulu Sungai yakni H. Abdul Latif Hanafiah, mantan Kepala BKKBN Barito Kuala H. Juhdar Noor dan pensiunan pegawai Pemprov Kalsel Muhammad Noor Herman mewacanakan pembentukan Provinsi Banua Anam yang berasal dari 6 (enam) kabupaten Hulu Sungai.

Potensi daerah Banua Lima

Wilayah Banua Lima memiliki potensi daerah yang maksimal tergarap yakni batu bara, migas dan lahan agribisnis. Banua Lima juga memiliki Sumber Daya Manusia yang cukup untuk mengembangkan daerah.

Penduduk

Penduduk Banua lima tercatat berjumlah lebih kurang 1.250.000 jiwa.

Wilayah

Banua Lima merupakan wilayah historis dari lima banua yang berada di aliran-aliran sungai yang diperintah oleh lima Panglima yakni :
  1. Tabalong (Amuntai/Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tabalong)
  2. Balangan
  3. Alai (Hulu Sungai Tengah : Batang Alai dan Labuan Amas)
  4. Hamandit (Hulu Sungai Selatan)
  5. Tapin

Tidak ada komentar: