Korban Pemilu Serentak 2019

Pemilu Serentak 2019 telah selesai dengan memberikan duka kepada caleg yang gagal dan penyelenggara, pengaman dan saksi yang meninggal dunia tanpa jaminan uang santunan. Ada 12 Pertugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia di Jawa Barat, 2 polisi yang meninggal di Jawa Timur dan  2 saksi yang meninggal di Sulawesi Selatan.

Wapres usulkan Pemilu kembali dipisah

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengusulkan agar Pemilu kembali dipisah.Alasan yang dikemukakannya, perhatian publik hanya terfokus ke Pilpres dan mengabaikan Pileg.

Konseptor Undang-Undang Tidak Peduli NKRI

Perumusan Undang-Undang yang mendukung Pemilu serentak telah dikritik oleh pemerhati bangsa. Menurut mereka, konseptor Undang-Undang terpengaruh oleh LSM lokal yang dibiayai lembaga asing. Mereka tidak peduli dampak pelaksanaannya di lapangan.

Biaya vs Beban dan Waktu

Para perumus UU Pemilu Serentak hanya berargumen pada penghematan biaya di tingkat operasional penyelenggara pemilu, tanpa memperhitungkan penghematan biaya di sektor lainnya, misalnya penghematan anggaran kertas suara dengan mengubah ke sistem elektronik atau pengurangan kontestan dengan memperbanyak dapil.

Mereka juga tidak memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara, yang menurut salah satu intelektual Indonesia mencapai rekor 8 menit, yang menimbulkan kelelahan pada petugas KPPS, pengawas Pemilu, pengaman dan saksi.

0 komentar: