Keambiguan Demokrat

Demokrat merasa menjadi korban politik identitas yang dimainkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi. Benarkah demikian?

Perolehan Suara Demokrat

Quick count yang dirilis berbagai lembaga survey menyebutkan bahwa perolehan suara Partai Demokrat menurun dari target 11 persen menjadi berkisar 8 persen. Suara nonmuslim di Sumatera Utara, Bali, Papua dan NTT migrasi, beber Andi Arief.

Analisis Pakar

Menurut pakar, ada beberapa sebab penurunan suara Partai Demokrat.
  1. Demokrat belum memiliki jaringan sebagaimana partai modern PKS dan Golkar.
  2. Demokrat tidak memiliki basis massa tradisional sebagaimana partai ideologis PDIP (marhaenis/non muslim), PKB (NU), PAN (Muhammadiyah).
  3. Demokrat mengandalkan ketokohan SBY yang semakin mulai tidak dikenal/dilupakan oleh pemilih, sementara ketokohan AHY belum terangkat.
  4. Demokrat tidak memiliki isu kuat sebagai produk kampanye yang ditawarkan kepada pemilih.
  5. Sikap Demokrat ambigu, sehingga pendukung capres ragu-ragu memilih Demokrat.

Ambigu Demokrat dalam Pilpres 2019

Demokrat sebenarnya memiliki potensi untuk menampung suara pendukung Prabowo Sandi yang tidak cocok dengan platform Gerindra, PKS dan PAN.  Namun demikian, keragu-raguan Demokrat juga menjadi keragu-raguan calon pemilih.

Beberapa ambigu Demokrat yang terjadi adalah :
  1. Sejak pemerintahan Jokowi terbentuk, sikap SBY tidak jelas, pro atau oposisi terhadap Jokowi.
  2. Wasekjen Demokrat Andi Arief pernah mengungkapkan isu jenderal kardus yang memberikan sentimen negatif pendukung Prabowo meskipun akhirnya ternetralisir dengan sikap Andi Arief yang gigih kemudian.
  3. Sikap Demokrat terhadap kader yang terang-terangan mendukung Jokowi.
  4. Pengesahan Soekarwo, pendukung Jokowi sebagai panglima kampanye Demokrat wilayah timur.
  5. Kritik SBY terhadap kampanye akbar Prabowo Sandi di GBK.
Sikap ambigu SBY telah menimbulkan isu di tengah masyarakat bahwa Demokrat sebenarnya mendukung Jokowi yang menimbulkan keraguan bagi pendukung Prabowo Sandi, sebaliknya Demokrat secara resmi adalah pendukung Prabowo Sandi yang juga menimbulkan keraguan bagi pendukung Jokowi.

Sikucapang Sikucapeh

Sikap ambigu Demokrat menimbulkan apa yang disebut sikucapang sikucapeh, bak si Lebai Malang.

Akhirnya,Demokrat sangat bergantung kepada sisa-sisa pamor SBY yang semakin lama semakin tergerus oleh pamor Jokowi.

0 komentar: