Tanda-tanda Ancaman Kepunahan BUMN

Salah satu alasan ngototnya massa pro GantiPresiden2019 adalah kekhawatiran kepunahan Indonesia akibat salah urus. #gantipresiden2019 diharapkan dapat mencegah Indonesia tidak mengalami nasib yang sama seperti Uni Soviet atau Yugoslavia.

Ancaman Kepunahan BUMN


Sejak Pilpres 2014 ada kekhawatiran BUMN mengalami nasib sebagaimana penjualan Indosat 2004 lalu. Meski tidak mengalami nasib yang sama, BUMN saat ini justeru mengalami nasib yang parah, yakni diporoti dengan mulia "penugasan".

Nasib Karyawan BUMN

Jika BUMN-BUMN rontok, selain nasib Pendapatan Nasional di kemudian hari, tidak kalah pentingnya dipikirkan adalah nasib karyawan BUMN yang tidak sedikit.

BUMN-BUMN yang terancam punah

Deretan-deretan BUMN yang terancam punah :

  1. PTPN VII (PT. Perkebunan Nusantara) Lampung mengalami defisit keuangan dan menunggak pembayaran gaji buruh.
  2. PT Pos Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran gaji pada tanggal 1 Februari 2019, tahun sebelumnya didemo SPPI karena tidak membayar bagi keuntungan dan jasa. 
  3. PT. KAI mengalami kerugian Rp. 9,1 milyar per bulan dalam operasional LRT Palembang. Gubernur Sumsel menolak membayar kerugian aset negara yang bukan aset daerah.
  4. 21 BUMN tidak menyetor dividen tahun 2018 karena merugi, yakni PT Garuda Indonesia, Perum Bulog, PT Krakatau Steel, PT PAL, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Indofarma, PT Balai Pustaka, PT Boma Bisma Indra, Perum PEN, PT Berdikari, PT Nindya Karya, PT Merpati Nusantara Airlines. PT Kertas Kraft Aceh, PT Survey Udara Penas, PT Industri Sandang Nusantara, PT Iglas, PT Kertas Leces, PT Djakarta Lioyd, PT Istaka Karya, PT Varuna Tirta Prakarsya, dan PT Primissima.
  5. PT. Pertamina mengalami kerugian akibat BBM satu harga. Pada September 2017 kerugian dilaporkan Rp. 12 trilyun.
  6. Akibat penugasan, BUMN Konstruksi menggenjot utangnya sehingga Rasio  debt to EBITDA ratio melonjak tinggi. Pada tahun 2017 saja PT. Wijaya Karya 3,26, PT. Waskita Karya 6,7, PT Pembangunan Perumahan 3,47, PT Adhi Karya 5,22.
  7. Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu  pada tahun 2016 mengkhawatirkan aset empat BUMN pengelola Kereta Cepat berpindah tangan ke Cina, karena dalam proyek tersebut Cina sudah diuntungkan dengan penjualan kereta cepat, sementara PT Piler Sinergi BUMN yang merupakan penyertaan saham PT. Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PTPN VIII dan PT KAI memiliki kewajiban membayar utang Rp. 48 trilyun kepada China Development Bank.
  8. Pada tanggal 30 Oktober 2018, PT. PLN diberitakan mengalami kerugian dari kuartal I s/d kuartal III sebesar Rp. 18,48 trilyun.

0 komentar: