Kelompok Radikal vs Penista Agama

Pemilihan Presiden 2019 semakin dekat. Upaya penarikan dukungan pun makin diperkuat, meski pun akibatnya menguatnya perpecahan umat.

Tudingan Konsolidasi Kelompok Radikal


Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor menyebutkan bahwa Kelompok Radikal mulai terkonsolidasi dan menginduk kepada salah satu pasangan capres.  Selain itu, Yaqut juga menyebutkan bahwa banyak PNS dan pejabat teras BUMN yang mendukung khilafah. Menurut Yaqut, banyak ditemukan di Riau dan Jawa Barat.

Kelompok Penista Agama Juga Terkonsolidasi

Menanggapi tudingan Yaqut tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyebut bahwa Kelompok Penista agama juga terkonsolidasi pada salah satu pasangan capres.

Bahaya Perpecahan Umat

Tudingan Yaqut Cholil Qoumas ini bisa secara simbolis untuk merapatkan dukungan NU karena faktanya bahwa para pendukung Prabowo - Sandiaga berasal dari simpatisan-simpatisan ulama-ulama non-NU, di antaranya 4 ulama populer  menurut LSI:

  1. Ustadz Abdul Somad (UAS), ulama dengan pengaruh tertinggi 30,2 persen.
  2. Ustadz Arifin Ilham, ulama dengan pengaruh 25,9 persen.
  3. Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), ulama dengan pengaruh 23,5 persen.
  4. Habib Rizieq Syihab, ulama dengan pengaruh 17 persen.
Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansyur merupakan satu-satunya ulama yang diberitakan mendukung Jokowi - Ma'ruf dengan pengaruh 24,9 persen. YM sendiri sebelumnya juga pendukung Prabowo.

Keempat ulama tersebut merupakan ulama non-NU.

  1. UAS dibesarkan oleh al Washliyah, meski pun Ketua PWNU Riau Rusli Ahmad menyebut bahwa UAS juga berasal dari NU, faktanya UAS sering dihadang Anshor, bahkan pada bulan Mei 2018, UAS batal tausiyah di Harlah NU ke-92 di Riau karena adanya fitnah dari pengurus PWNU Riau.
  2. Ustadz Arifin Ilham, jebolan Pesantren Asy-Syafi'iyah terkenal dengan zikir berjamaahnya dan pendiri Majelis az-Zikra, berjihad menolak perkembangan Syiah, i'itiqad pembenci Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
  3. Ustadz Aa Gym pada mulanya menempuh pendidikan umum, tetapi kemudian mendapat bimbingan dari Ajengan Jujun Junaedi. Terinspirasi oleh kesuksesan Darul Arqom Malaysia, Aa Gym kemudian mendirikan Darut Tauhid untuk pengembangan wirausahawan muslim dan pemahaman al-Hikam (kitab karya ulama Tariqat Sadziliyah). 
  4. Habib Rizieq Syihab merupakan pemimpin Front Pembela Islam, sebuah gerakan untuk mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah ( utamanya mazhab Syafi'i) di Indonesia  dari ajaran-ajaran sesat seperti Syiah, Ahmadiyah dan Mu'tazilah
Di samping itu, para Pendukung Prabowo-Sandiaga terutama berasal dari ormas-ormas eks Masyumi, sebut saja al-Wasliyah, PUI, Mathlaul Anwar, al-Ittihadiyah, asy-Syafi'iyah, Nahdatul Wathan, MIT,Perti, PUSA.

Dengan membawa bendera GP Anshor yang merupakan onderbouw NU, Yaqut Cholil Qoumas tentu membangkitkan romantisme persaingan NU - Masyumi pada masa Orde Lama. Bisa jadi hal ini akan menguntungkan demi kemenangan Jokowi di basis NU Jawa Timur, tetapi akibatnya permusuhan antara kader Ormas NU dengan non NU akan sangat sulit dilerai yang sayangnya menurut tokoh-tokoh NU Garis Lurus dipicu oleh oknum muda NU yang terindikasi paham Mu'tazilah.

0 komentar: