Kepala BINda dan Kapolda Riau diminta dicopot

Penyalahgunaan jabatan yang mengarah kepada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Kapolda Riau Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan KaBINda Riau Marsma Rachman Haryadi menuai kemarahan masyarakat Riau, khususnya etnis pribumi Melayu karena mencederai sikap masyarakat Melayu yang menghormati tamu.

Kapolda Riau harus dicopot

Permintaan pencopotan Kapolda Riau disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat Riau di antaranya Larshen Yunus, Ketua Presidium Pusat Gamari yang menyatakan "Brigjen Eko ini baru sehari menjabat Kapolda Riau, namun pernyataannya sudah sangat kontroversial. Seharusnya kehadiran beliau menyejukkan suasana, bukan justru sewenang-wenang membatalkan Aksi #2019GantiPresiden tersebut"

''Belum apa-apa sudah buat gaduh! Beliau itu baru sehari menjabat Kapolda Riau, tapi kok sudah begini sih. Jujur saja, kami masyarakat Riau sangat alergi dengan pemimpin yang otoriter seperti ini,''

Kepala BINda Riau harus dicopot

Permintaan pencopotan juga disasarkan kepada pencopotan Kepala BINDA Riau. Kader Pemuda Pancasila, Larshen Yunus menyatakan ''Selain Kapolda Riau harus mundur, keterlibatan Kabinda Riau, Marsma Rachman Haryadi juga harus segera diusut,''

Merobek-robek Nuansa Melayu

"Yang dilakukan sekelompok orang yang mengatas namakan masyarakat Riau terhadap Neno Warisman melukai, mencederai dan merobek-robek nuansa melayu yang ramah dan sopan santunnya. Riau dikenal dengan ciri khas negeri yang beradat dan beradab, oleh karena itu kami dari Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan se-Indonesia (Fokkermapi)mengutuk sekelompok massa yang mengatasnamakan masyarakat Riau yang menghadang bunda Neno," tegas Niko Ardian selaku Ketua Fokkermapi.

"Masyarakat Riau menerima semua golongan di tanah air ini, namun kamarin tanah melalu ini sudah dikotori oleh tangan-tangan orang yang zolim dengan tindakan yang memalukan dan kekanak-kanakan. Cina dan bule bule luar saja berkeliaran di Riau menggunakan pakaian yang belum selesai dijahit, berkuasa dan menyedot bumi kita malah diam saja. Sekarang mana yang berbahaya? Kok seorang ibu yang ingin bersilahturahmi malah di hadang, beliau lahir di Indonesia, makannya di Indonesia, belanjanya di Indonesia, tapi kok dihadang dengan melarang datang ke Riau,"

"Jujur saya anak asli Riau merasa malu melihat sekelompok massa yang menghadang ustazah bunda Neno untuk melarang tidak boleh datang ke tanah kita ini. Kami dari Fokkermapi mengutuk keras tindakan ini yang melukai hati kita semua."

Membuat Malu Orang Melayu

"Apa yang dialami Neno Warisman di bandara SSK II Pekanbaru membuat malu kita di kampung sendiri," kata Yana Mulyana selaku Ketua Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau.

"Kelompok preman bayaran yang membuat onar dan menghadang Neno Warisman di bandara SSK II bukanlah warga tempatan. Kita minta hal ini agar diusut serta ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,"


0 komentar: