Pendapat Ketua PBNU KH Said Agil Siradj tentang Prabowo Subianto

NU merupakan ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Wajar, jika pendapat pemimpin NU, apalagi Ketua umumnya sangat berarti bagi politik di Indonesia. Termasuk dalam menghadapi Pilpres 9 Juli nanti. Apa pendapat KH Said Agil Siradj mengenai Prabowo ?

Tanggapan atas baju nazi Ahmad Dhani

Video klip Ahmad Dhani We Will Rock You dipermasalahkan oleh media Jerman Der Spiegel. Menurut Der Spiegel Video Politik Indonesia bikin Alis Terangkat karena simbol-simbol nazi. Media Israel, Times of Israel menulis Video Sok Nazi Indonesia bikin heboh. Apa tanggapan atas baju nazi ahmad dhani tersebut?

Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Profil Nikita Willy pacar Diego Michiels

Nama Nikita Willy saat ini lagi berkibar. Jika sebelumnya dikabarkan menjalin hubungan dengan Bara Tampubolon, saat ini Nikita Willy dikabarkan lagi dekat dengan pemain Persija yang juga pemain Timnas U23, Diego Michiels. Siapa Nikita Willy sebenarnya?

Sengketa dan ketidakpuasan ibukota, pemicu pemekaran

Banyaknya usulan pemekaran daerah otonomi baru menyebabkan pemerintah pusing sehingga diambil kebijakan moratorium. Di samping itu, mulai diadakan pembatasan dengan pengetatan persyaratan mulai dari pemekaran desa, kecamatan dan kabupaten. Tetapi, semua kebijakan itu pada akhirnya akan dilawan oleh masyarakat pro pemekaran karena meskipun tuduhan kepentingan politis dan dalih bahwa banyak pemekaran yang gagal didengungkan, tetapi faktor-faktor pemicu pemekaran yang belum tuntas akan tetap menyebabkan semangat pemekaran tersulut, Salah satunya sengketa letak ibukota dan ketidakpuasan terhadap ibukota.

Surat Terakhir Sang Wakil Menteri

Prof. Dr. Widjajono Partono Widagdo, wakil menteri ESDM, yang meninggal dunia Sabtu, 22 April 2012, tidak hanya meninggalkan segudang ide mengenai Manajemen Minyak dan Gas Bumi, tetapi juga meninggalkan kesan mengenai kepribadiannya yang sederhana, unik tetapi pintar. Kepribadiannya yang mengagumkan tergambar dalam surat terakhirnya:

Nasib PKS, tetap di koalisi atau keluar

Selasa, 3 April 2012 diadakan pertemuan di Puri Cikeas. Dalam pertemuan tersebut hadi pimpinan partai koalisi, yakni:

  1. Ketua Umum PAN Hatta Rajasa
  2. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie
  3. Ketua Umum PKB Muhaimain Iskandar
  4. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum
  5. Ketua Umum PPP Suryadarma Ali (SDA)

Empat Isu Krusial UU Pemilu

Empat Isu Krusial UU Pemilu telah diselesaikan oleh DPR pada hari Kamis 12 April 2012.

10 nominasi pahlawan nasional

Inilah daftar 10 nama tokoh yang masuk nominasi calon pahlawan nasional yakni:

Daftar Referrer

Ini daftar referrer blog:
  1. Mogek
  2. Riau Mandiri
  3. Indragiri
  4. Peranap
  5. Dan di Indonesia
  6. Info Kiat
  7. Islam dan Muslim
  8. Crashing
  9. Ghobro on English
  10. Riau Coding 
  11. Blogging  
  12. Monetizing
  13. Galeri 
  14. Ghobro
  15. Coding
  16. Designing
  17. Promoting
  18. Info
  19. Opini
  20. Tips
  21. Hafiz
  22. Azzam

Hasil sementara Indonesia - Uruguay 1-0

Hasil sementara pertandingan persahabatan Indonesia - Uruguay 1-0 untuk kemenangan Indonesia melawan juara 4 Piala Dunia tersebut. Gol perdana tim Indonesia dicetak oleh Boaz Solossa.

Mybloglog verification

Verifikasi mybloglog Undergoing MyBlogLog Verification

Verifikasi digg

Postingan kali ini hanya sekedar untuk verifikasi feed ke digg. Tidak ada makna apa-apa. Oleh karenanya, mohon maaf.

Teddy Mirza Dal tidak jadi dilantik

Caleg terpilih dari Golkar Rohul yang juga mantan Ketua DPRD Rohul dipastikan tidak dilantik kembali. Pasalnya, SK pemecatan yang bersangkutan sebagai kader Golkar telah disetujui.

Usul tidak populer dari pecundang yang populer

Abdul Hafiz Anshary, pecundang Pilkada Kalimantan Selatan yang populer dengan ketidakbecusan kinerjanya selama menjabat sebagai Ketua KPU membuat sebuah usulan yang sangat tidak populer di era demokrasi ini, yaitu pengembalian pemilihan gubernur oleh DPRD. Jika usulan ini jadi dilaksanakan, mungkin usulan-usulan untuk mundur ke belakang seperti pemilihan presiden dan wakil presiden oleh MPR dan sebagainya akan dengan gampang ditelorkan.


Alasan mendasar dikeluarkannya usulan tersebut oleh si "pecundang yang tidak becus" adalah tidak lain masalah biaya. Menurut Hafiz, biaya yang dikeluarkan selama pilkada sangat besar. Hafiz yang mengalami kekalahan dalam pilgub menyatakan bahwa pilkada juga syarat dengan politik uang, meski pemilihan oleh DPRD juga syarat politik uang.

Masalahnya mungkin hanya satu, politik uang yang dijalankan untuk pemilihan DPRD resikonya lebih kecil. Kalau seseorang sudah berhasil menyuap anggota DPRD dapat dipastikan dia bisa duduk tenang menunggu saat-saat Hari Hnya saja, sebaliknya money politic dalam pilkada memiliki resiko yang sangat besar. Bisa jadi, pada hari H, masyarakat pemilih justeru bertindak berdasarkan hati nuraninya. Selain itu, menyuap masyarakat jauh lebih susah daripada menyuap anggota DPRD yang jumlahnya tidak seberapa.

Kalau permasalahannya biaya, seharusnya KPU berpikir bagaimana caranya pembiayaan pilkada menjadi lebih irit dan terhadap masalah money politic, KPU pun harus merancang suatu sistem pemilihan yang lebih ketat.

Tidak mau ambil pusing
KPU di zaman Hafiz terkesan tidak mau ambil pusing dan berusaha mengurangi kerja-kerja yang menjadi bebannya. Lihat saja pelaksanaan pileg dan pilpres. Setiap ada masalah KPU mengabaikannya dan melemparkannya ke MK.

Pilkada pun akan menjadi beban kerja KPU. Oleh karenanya, biar kerjanya lebih enteng, KPU berusaha mengurangi pilkada, yakni dengan menghapuskan pilkada gubernur.

Pertanyaannya: Kalau memang tidak mau menanggung beban, kenapa mau jadi komisioner KPU?

Soetrisno Bachir akhirnya keluar dari "Dunia HItam"

Sesal dulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna. Pepatah itu sudah mendarah daging di Indonesia. Namun nyatanya, seringkali terlupa. Itulah juga yang terjadi pada Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN. Sosok yang berjasa menyelamatkan PAN dari kehancuran ini, baru menyadari kekeliruan langkahnya saat-saat sekarang, setelah harta bendanya habis terkuras. SB baru sadar, seandainya uang yang segitu banyak digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, alangkah bermanfaatnya.


Dunia hitam banyak menelan orang-orang lugu bak SB. Tetapi SB tidak sendirian. Caleg-caleg yang banyak bertaburan di rumah sakit jiwa sekarang ini adalah juga orang-orang lugu yang menjadi korban dunia hitam.

Dunia hitam penuh intrik dan tipu. Orang-orang lugu hanya mengandalkan perhitungan. Ibarat judi, kebanyakan pejudi menggunakan modal yang juga didapatkan dari trik hitam, hasil maling, menipu dan sebagainya. Orang-orang lugu menggadaikan tanahnya, pensiunnya dan sebagainya untuk berjudi di dunia hitam.

Pejudi ulung yang telah lama malang melintang mengocok-ocok kartu sedemikian rupa dalam permainan sehingga kartu yang diterimanya AS dan joker semua. Orang-orang lugu bak SB dengan sportifnya membagi-bagi kartu. Akhirnya, kartu yang didapat jeblok semua.

Para pejudi ulung bersandiwara seakan-akan berlawanan, namun dalam permainan ternyata 'mandan'. Orang-orang lugu bak SB sangat percaya akan teman mainnya dan sangat berhati-hati pada lawannya. Padahal kawannya justru adalah lawan yang berbahaya. Ya dunia hitam susah membedakan kawan dan lawan.

Seorang lugu bermain wanita. Wanita tersebut seakan-akan tertarik dengan si lugu dan tidak menaruh perhatian kepada pesaing. Si lugu percaya dan dengan suka rela dipeloroti hartanya. Padahal hasil pelorotan itu digunakan si wanita untuk modal si pesaing berpoya-poya. Dunia hitam memang penuh tipu daya. Dan SB telah terpedaya dan terpeloroti.

Sekarang, SB sudah sadar dan siap untuk meninggalkan "dunia hitam". Selamat, semoga di "dunia putih" nanti, SB dapat kedamaian dan ketenangan.

Akankah Golkar jadi PKB kedua?

Pasca pilpres Golkar terbelah dua. Berpecahnya SBY - JK menyebabkan Golkar menjadi dua kekuatan, yakni kubu pro JK dan kubu pro SBY. Kedua kubu saat ini akan bertarung dalam Munaslub Golkar. Kubu SBY dimotori oleh Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono berencana mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Sementara Kubu JK telah membentuk Tim Pemenangan Yuddy Chrisnandy dengan Ketua Tim Sukses Zainal Bintang, Manajer Kampanye Indra J. Piliang, mantan anggota tim sukses JK pada pilpres lalu.

Namun informasi yang beredar luas, formasi yang diusung kubu JK adalah Surya Paloh sebagai Ketua Umum, Siswono Yudhohusodo sebagai Wakil Ketua Umum dan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Pertarungan kedua kubu ini akan sangat panas. Aburizal Bakrie sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan didukung SBY sebagai pemerintah berpeluang besar untuk menang. Aburizal Bakrie atau yang disapa Ical berjanji akan membangkitkan kebesaran Golkar.

Siapa pun yang duduk berkeinginan kuat untuk menjadikan Golkar besar kembali seperti Pemilu 2004. Tetapi kondisi yang dihadapi Golkar jauh berubah. Tahun 2004 adalah tahun kekecewaan pemilih kepada partai-partai reformis yang dianggap bukan saja kurang becus mengurus negara, tetapi kebersihannya juga lebih kurang sama dengan partai-partai yang selama ini disudutkannya. Oleh karenanya, masyarakat teringat nostalgia lama, Golkar dan Soeharto. Pada pemilu 2004, masyarakat memilih Golkar sebagai partai warisan Orde Baru dan memilih SBY yang dianggap memiliki karakteristik Soeharto, tidak banyak bicara, tenang dan militer.

2014 nostalgia-nostalgia orde baru dan soeharto sudah hilang dari benak masyarakat. Jika pemerintahan SBY tidak melakukan kesalahan yang fatal, nostalgia yang terjadi adalah nostalgia SBY dan Demokratnya. Akankah Golkar sanggup melawan?

Sebagai partai yang diisi kaum-kaum oportunis, kader-kader Golkar yang merasa peluang Golkar menyusut tentu saja akan mudah pindah perahu. Jika kubu SBY kalah, mungkin mereka akan migrasi besar-besaran ke Demokrat. Demikian pula, jika kubu JK kalah, mungkin juga akan migrasi besar-besaran ke PDIP atau Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto, yang sampai saat ini masih calon terkuat capres pengganti SBY. Lalu, Golkar akan dikosongkan, seperti PKB pasca pertikaian Gus Dur Muhaimin. Dan mungkin, Golkar akan mengalami nasib yang sama seperti PKB? Siapa tahu.

Tulisan ini bagian dari :

  1. SBY
  2. Golkar

Birokrat Indonesia Bodoh, Korup dan Jahat

Gita Wirjawan, Komisaris PT Pertamina yang digadang-gadang sebagai calon Meneg BUMN memang polos. Dengan terang-terangan dia mengungkapkan kekesalannya atas praktik birokrasi di Indonesia.

Perang Palu

Perang isu sejalan dengan selesainya pilpres sudah mulai reda. Namun, sinetron kekuasaan Indonesia tidak berarti dengan sendirinya selesai. Saat ini, kita disuguhkan dengan adegan baru, "perang palu".

Sportivitas ala Anas Urbaningrum

Langkah Megawati Prabowo menolak keputusan KPU dinilai Anas Urbaningrum sebagai tanda elemen demokrasi masih muda. Sportivitas, kedewasaan, dan sikap legowo perlu ditingkatkan, kata Anas.


Sportivitas tidak berarti membiarkan kecurangan
Apakah orang yang tidak mau menerima kekalahan tidak sportif? Kalau permainan dijalankan secara sportif, tentu saja tidak mau kalah sama dengan tidak sportif. Tetapi ingat, sportivitas bukan hanya pada hasil akhir. Sportivitas justru terletak pada proses permainan. Pemilu yang dilangsungkan dengan jujur, itulah yang sportif.

Kita tentu belum bisa disamakan dengan Amerika yang memang proses pemilunya berjalan sportif. Karenanya akan aneh kalau ada yang menolak hasilnya.

Kedewasan bukan berarti membiarkan dicurangi
Jika kita dicurangi lalu diam berarti dewasa, maka arti dewasa telah berubah. Sebaliknya, jika kita tidak dicurangi, kita teriak-teriak barulah dipertanyakan.

Legowo mental yang buruk
Salah satu mental yang ditanamkan penjajahan adalah legowo. Legowo ada baiknya, tetapi kalau kita dipermainkan, kalau ada yang bermain kotor, kalau ada yang menjahati, kita harus pasrah, maka legowo apa benar. Ada yang korupsi, kita pasrah. Apakah harus begitu?

Kalau pemilu, pilpres sudah berjalan dengan sportif lalu ada yang menolak hasilnya, maka orang yang demikian perlu dibuang. Tetapi kalau masih belum berjalan sportif, maka orang yang demikian musti diacungkan jempol. Apakah pemilu dan pilpres di Indonesia sudah berjalan sportif?

Kemenangan SBY dibatalkan

Kubu Megapro menuntut pilpres diulang. Pasalnya ditemukan banyak penyimpangan ditemukan. Misalnya ada 7.000.000 suara bermasalah ditemukan pada 6 provinsi.

Dua dari 3M jadi menteri

Beredar susunan kabinet SBY Boediono. Dua dari trio Mallarangeng yakni Rizal Mallarangeng dan Andi Mallarangeng menjadi menteri. Andi sebagai Mendagri dan Rizal sebagai Menkominfo. Dari kabinet lama, hanya beberapa orang saja yang kembali menjadi menteri, yakni: Lukman Edy, Sri Mulyani, Sofyan Jalil.

Buntut terorisme KPU dijaga ketat

Meledaknya bom JW Marriot memberi berkah tersendiri bagi KPU. Sejalan dengan ucapan SBY bahwa mungkin saja motif pengeboman adalah akibat pilpres, KPU mulai dari tingkat nasional sampai KPUD dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Motivasi pengeboman JW Marriot dan Ritz-Carlton

Bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia. Jumat 17/7/2009 hotel JW Marriot yang rencananya tempat tim MU dalam tour ke Jakarta, meledak. Pimpinan Holcim International asal Selandia Baru, Thomas Mackay turut menjadi korban.

Jacko dibunuh 20 tahun lalu

Michael Jackson yang dinyatakan meninggal dunia beberapa hari yang lalu ternyata hanyalah penipu ulung. Jacko yang asli telah meninggal dunia 20 tahun lalu. Bukti tentang hal tersebut ditemukan oleh Tim Holbrooke,petugas forensik dari Kepolisian Santa Barbara di Neverland Valley Rancah, Selasa.

Hasil forensik

Menurut Holbrooke, mayat Jacko dikubur hanya beberapa inci di bawah bidang rel kereta api miniatur yang berjalan mengelilingi Neverland. Sebagian besar dari mayat yang mengering itu memakai sisa sebuah jaket kulit dengan ritsleting merah dan sebuah sarung tangan.

"Kami secara positif mengenali jasad itu sebagai Jackson dari laporan giginya dan DNA," kata Holbrooke. "Tetapi sebelum kami mengadakan satu tes forensik, kami sudah mencurigai bahwa kami tidak dapat mengungkap Michael asli, dan bahwa sosok meresahkan yang dituntut sebagai Jackson itu adalah palsu."

Holbrooke mengatakan bahwa, walaupun mayat mengalami pembusukan, dari hasil
pemeriksaan jasad dengan foto publisitas awal karir Jackson, mereka menemukan
kemiripan yang mencolok pada struktur tulang dan raut wajah. Tetapi anehnya,
saat mereka membandingkan jasad dengan foto yang diambil sesudah 1987, tidak
ditemukan kemiripan.

"Penemuan ini menimbulkan banyak pertanyaan, tetapi juga memberi titik terang pada sejumlah insiden yang meresahkan saat ini," kata Holbrooke.

Jacko mati sebelum peluncuran multi-platina BAD

Ahli forensik dan kritikus musik memperkirakan Jackson telah meninggal sebelum peluncuran album multi-platina BAD. Bahkan detektif saat ini menganalisa syair Man In The Mirror untuk dijadikan petunjuk yang mungkin berhubungan dengan entitas yang mirip dan dicurigai telah membunuh anggota paling muda dari Jackson 5 ini dengan memalsukan identitasnya.

Tersangka utama adalah Jacko yang hidup

Holbrooke mengatakan bahwa, Jacko yang hidup adalah tersangka utama di kasus
pembunuhan ini, dia bisa jadi sebagai korban dari beberapa tersangka lain."

"Secara mendasar, kami tidak mengetahui makhluk macam apa yang sedang kami hadapi saat ini," kata Holbrooke.

Pengalaman ke dunia yang lain

Seorang anggota tim investigasi yang menemukan jasad Jackson menggambarkan
pengalaman itu sebagai memasuki 'dunia lain'. "Sewaktu kami mendekati jalur
rel Neverland, anjing mulai menggonggong dan melolong seperti gila," kata
Detective Santa Barbara County Frank Poeller. "Kami mesti menarik mereka ke
dalam rumah. Ketika kami sampai ke kamar tidur Jackson, satu di antara anjing hampir mati saat mencoba keluar lewat jendela. Sesudah beberapa menit, anjing yang sama membawa kami ke mayat itu."

Keanehan Jacko palsu

Seorang wakil dari label ciptaan Jackson, MJJ Productions, mengatakan tidak heran mengetahui bahwa Jackson yang sekarang adalah penipu ulung.

"Saat kami sedang rekaman Heal The World untuk album Dangerous, saya tahu sesuatu yang sangat salah," kata Manager MJJ, Luke Allard. "Michael tidak nampak seperti dirinya sendiri lagi. Dia meminta makanan aneh dan duduk berjam-jam di sebuah hyperbaric.

Penampilannya mulai menjadi semakin aneh. Setelah itu, dia mulai memakai topeng dan membuat pengakuan pada seekor simpanse."

"Saya berpikir, pria ini sudah menjadi monster," kata Allard.
Allard mengatakan dia berpikir bahwa penipu lihai itu memutuskan hubungan dengan mantan teman-teman Jackson dan melindungi dirinya sendiri dan menjadi seorang yang radikal.

Susunan Kabinet SBY

SBY berkemungkinan besar keluar sebagai Juara I Lomba Kepresidenan Indonesia. Sebagai pemenang yang
Tulisan ini bagian dari :
SBY

Susunan Kabinet SBY

SBY berkemungkinan besar keluar sebagai Juara I Lomba Kepresidenan Indonesia. Sebagai pemenang yang merupakan orang yang kemungkinan besar akan memerintah Indonesia, prediksi susunan kabinet 2009 - 2014 kemudian beredar. Isu komposisi kabinet kemudian menjadi menarik.

Susunan Kabinet SBY

SBY berkemungkinan besar keluar sebagai Juara I Lomba Kepresidenan Indonesia. Sebagai pemenang yang merupakan orang yang kemungkinan besar akan memerintah
Tulisan ini bagian dari :
SBY

Skenario besar yang memukau

Dunia politik Indonesia adalah sinetron politik yang sangat menarik. Alur ceritanya sangat sulit ditebak, apalagi oleh seorang yang seawam saya. Tetapi sinetron politik tersebut menyuguhkan jalan cerita yang enak untuk dicermati. Salah satunya, penampilan seorang tokoh cerita bernama Jusuf Kalla. Skenario PKS
Skenario pertama yang berkaitan dengan Jusuf Kalla adalah skenario yang dimainkan PKS. Meskipun Hidayat Nur Wahid sudah populer sebagai salah satu kandidat cawapres dalam polling-polling yang diadakan lembaga survey, tetapi elektabilitas HNW sebagai cawapres masih jauh di bawah JK. Di samping sebagai cawapres incumbent, JK sangat berpeluang untuk melanjutkan kebersamaannya dengan SBY.

Isu peran JK yang terlalu menonjol kemudian dibesar-besarkan PKS. Peran JK di samping SBY yang begitu kuat ditafsirkan dualisme kepresidenan. Kondisi yang tentunya sangat mengkhawatirkan. Dengan isu ini PKS berhasil mencampakkan JK dan memberi peluang kepada HNW.

Tetapi koalisi lain tidak tinggal diam, PKB misalnya membuat manuver dukungan kiai kepada Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Manuver paling besar diusung PAN. PAN kemudian berhasil mengangkat nama Hatta Rajasa. Manuver-manuver tersebut pada akhirnya membuat SBY bulat mengangkat Boediono, orang yang bahkan tidak pernah disebut-sebut namanya sebelumnya sebagai cawapres.

Meski PKS tidak berhasil mencapai tujuan politiknya, tetapi JK telah terlempar dari sisi SBY. Kenyataan yang menimbulkan geram Mufidah dengan mengistilahkan "Habis manis sepah dibuang." SBY dinilai Mufidah hanya menjadikan JK sebagai bumper semata.

Isu Triple A
JK bukanlah berangkat dari kepengurusan Golkar. JK semula hanyalah kader biasa yang beruntung menjadi Menperidag. Posisi inilah yang pada awalnya mengantarkan JK sebagai salah satu anggota Dewan Pembina Golkar. Ketika JK akhirnya digandeng SBY, JK pun sempat dipecat dari Golkar.

Keberhasilan pasangan SBY-JK menjadi pemimpin Indonesia mau tidak mau harus dimanfaatkan Golkar. Dengan menjadikan Kalla sebagai Ketua Umum, Golkar akhirnya lepas dari nasib sebagai oposisi, posisi yang tidak diingini oleh Golkar. Tetapi bagaimanapun, Golkar tidak nyaman di bawah kepemimpinan Kalla. Nasib Golkar sebagai salah satu partai yang menerima imbas badai Demokrat, meski masih beruntung menempati posisi nomor 2, harus dipertanggungjawabkan Kalla.

Tetapi isu tersebut ternyata tidak cukup. Para pimpinan Golkar kemudian berpura-pura mendukung JK sebagai capres. Namun tidak sampai dalam tempo 24 jam, para pimpinan daerah Golkar kemudian menyatakan kekecewaannya atas deklarasi tersebut. Gerilya politik dijalankan. Para pengurus Golkar daerah kemudian bersikap pasif dalam kampanye pemenangan JK-Win. Sementara itu di pusat, pengurus partai Golkar sibuk mengadakan manuver-manuver, di antaranya isu Munaslub dipercepat.

Langkah yang disusun Triple A ternyata mulus, JK-Win mengalami kekalahan yang sangat telak. Dengan sendirinya, tidak ada alasan bagi JK untuk mempertahankan jabatan Ketua Umumnya.

Langkah Kalla ke depan
JK telah menjalani takdirnya. Ketika SBY belum memiliki dana yang cukup untuk kampanye di 2004, JK dimanfaatkan. Ketika dana tidak dipermasalahkan, JK akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa dia tidak begitu diperlukan.

Ketika Golkar membutuhkan kekuatan untuk ikut serta dalam kabinet, Golkar memanfaatkan JK. Ketika kekuatan tersebut sudah hilang, JK harus menerima nasib dibuang Golkar.

Agar tidak begitu terpuruk, SBY kemudian "menyelamatkan" sahabatnya ini. Daniel Sparingga dari Universitas Airlangga menyarankan JK menerima peran sebagai duta perdamaian.

Sebaliknya, pengamat yang lain mengharapkan JK untuk beroposisi. Posisi yang tentu saja tidak akan mungkin dijalankan JK tanpa partai.

Kedua skenario tersebut sama-sama buruk dan sama-sama baik.
Buruknya, skenario pertama hanyalah bentuk lain "pemanfaatan" JK, namun masih dapat mengangkat harga diri JK, sekurang-kurangnya menunjukkan bahwa JK toh masih berharga.

Skenario kedua hanyalah memperparah citra JK, sebagai kandidat yang dianggap tidak "diperhitungkan" maka oposisi JK dengan kendaraan Golkar sebagai partai yang dikenal tidak memiliki visi dan misi yang jelas hanyalah dianggap sebagai suara orang yang kalah. Tetapi seandainya JK didukung oleh partai yang memang betul-betul senada dengan visi dan misinya di saat kampanye, tentu peran oposisi JK masih dapat dihargai.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Terbukti, Golkar partai oportunis

Kekalahan yang dialami oleh JK-Win dalam pilpres sungguh drastis. Suara yang diperoleh pasangan ini betul-betul jauh dari modal usungan partainya yang 20%. Berarti pasangan ini tekor 7%. Padahal suara itu sudah dibantu dari dukungan dari pendukung nonkoalisi. Artinya jika suara dikurangi suara Hanura yang sekitar 4% dan sumbangan suara non golkar sebesar anggap saja 2%, maka suara dari Golkar sendiri hanya 7%, artinya JK-Win hanya mengumpulkan
suara 50% dari pendukung Golkar.

Dari sejumlah basis Golkar hanya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saja yang solid mendukung pasangan JK-Win. Sementara di daerah lain pasangan ini tidak didukung oleh Golkar. Di Riau misalnya, jika pada pileg lalu Gubernur dan para bupati dari Golkar berkampanye, pada pilpres justru pasif. Kalau memang ada aturan, kenapa pada pilpres dilarang dan pileg diperbolehkan? Gerak pengurus di daerah pun tidak kelihatan. Tidak seperti pengurus PDIP dan Demokrat yang solid mengampanyekan capres mereka, Golkar tidak bergerak.

Partai Penuh Oportunis
Melihat sejarah, Golkar adalah partai yang dicap tidak konsisten. Sejarah membuktikan.

Pada saat voting laporan pertanggungjawaban Habibie, PAN, PKS, PBB, PPP solid mendukung Habibie, tetapi kubu Golkar yang dikomandoi Marzuki Darusman dkk justru membelot ke kubu PDIP.

Pada pemilu 2004, kubu Golkar yang dikomandoi Fahmi Idris dkk justru menyeberang ke pasangan SBY-JK.

Pada pemilu 2009, kubu Golkar simpatisan Akbar Tanjung menyeberang ke SBY.

Kalau dicatat banyaknya pilkada yang dimenangkan pasangan non-Golkar di daerah mayoritas Golkar sendiri, kasus-kasus seperti itu tidak terhitung.

Hukum Karma
Bagi Jusuf Kalla sendiri sebenarnya sudah impas. Pada pemilu 2009 lalu, kubunya yang menggembosi Golkar. Pemilu 2009 ini justru dia yang digembosi.

Masih pantaskah Golkar diperhitungkan
Dengan sejumlah kasus tersebut, sebenarnya harus jadi pelajaran bagi para tokoh-tokoh public figur yang ingin mencalonkan diri dari Golkar, masih pantaskah Golkar dijadikan kendaraan politik? Untuk persyaratan administratif tentu masih, tetapi untuk kemenangan/kesuksesan, tentu lihat kembali fakta yang ada.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY
  3. Golkar

Akhirnya JK-Win gantung sepatu

Hasil resmi pilpres baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB nanti. Namun, quick count yang diselenggarakan sejumlah lembaga survey sudah mendekati final. Hasilnya: SBY menang dengan 59%, Megapro:27% dan JK-Win:14%. Dengan perolehan tersebut diperkirakan JK-Win akan gantung sepatu.

Satu keluarga pilihan berbeda

Inilah realitas politik zaman sekarang. Jangankan mengharapkan konstituen satu partai memiliki pilihan yang sama, keluarga pun belum tentu memiliki pilihan yang sama. Itu adalah manusiawi. Di zaman demokrasi dan HAM ini, tidak zamannya lagi memaksa-maksakan kehendak politik.

Dalam keluarga saya misalnya, saya dan ayah cenderung ke pilihan no 3. Tetapi anggota keluarga yang perempuan cenderung ke no. 2. Apa dan bagaimana hal itu terjadi, itulah realitas.

Tentunya, masing-masing punya alasan sendiri.

Tim sukses

Apakah saya timses JK-Win? Kalau membaca postingan-postingan saya di blog ini mungkin akan ada kesan seperti itu. Seperti yang dinyatakan wyd dalam komentarnya. Tetapi perkiraan itu salah.

Bolamania JK-Winia

Dukungan Nurdin Halid, Ketum PSSI dan latar belakang JK dari Makassar, salah satu kota yang terkenal sebagai salah satu kota bola di Indonesia serta pernyataannya tentang spirit Persipura belum dapat kita katakan bahwa JK bolamania.

Bisnis dan Berenang

Optimisme Jusuf Kalla adalah spirit keteladanan bagi generasi muda bangsa Indonesia yang saat ini miskin semangat wirausaha (enterpreneurship) padahal wirausahawan adalah generasi yang diharapkan dapat memecahkan persoalan ekonomi bangsa, yakni selain partisipasinya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, sumbangan PAD, juga membantu menyerap pengangguran.

Belajar Bisnis sama dengan Belajar Berenang
Wakil Presiden M Jusuf Kalla, yang juga calon presiden, mengatakan, belajar menjadi pengusaha sama seperti belajar berenang. Hal yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai dan mengambil risiko.

"Jadi, yang penting turun dulu. Ambil risiko. Sama seperti belajar berenang. Terjun saja dulu, basah dulu, kedinginan dulu," ujar JK ketika membuka Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta di Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Modern Sahid, Bogor, Senin (22/6).

Ia melanjutkan, dalam belajar menjadi pengusaha, pendidikan adalah nomor dua. Banyak lulusan SD atau bahkan buta huruf yang menjadi pengusaha sukses. "Tapi, jika pengusaha lulusan SD saja sukses, apalagi kalau orang itu lulus sarjana," ujarnya sambil tertawa.

"Pengusaha itu pekerjaan mulia karena dapat membuka lapangan pekerjaan, membayar pajak dan zakat, serta turut membangun perekonomian nasional," tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus memberikan fasilitas dan kemudahan bagi para pengusaha pemula. Dengan demikian, hal ini dapat merangsang mereka untuk memulai usaha.

Paranormalisasi Kemenangan JK-Win

Isu magis juga dikembangkan oleh para pendukung JK-Win walaupun berbeda dengan SBY yang mengungkapkannya secara langsung bahwa dia disihir. Kebetulan-kebetulan yang terjadi pada JK-Win telah dikembangkan oleh pendukung JK-Win sebagai tanda-tanda kemenangan JK-Win seperti yang ditulis Joko Suryo di jkwin4you.com.

Negeri Sihir

Waspada Online, versi online Harian Waspada, harian terkemuka di Sumatera Utara dan Aceh menuliskan berita yang unik. Berita tersebut adalah mengenai pengakuan SBY dalam acara zikir bersama pengajian SBY-Nurussalam di Puri Cikeas, Bogor bahwa SBY diganggu melalui sihir. “Ketika kami menuju Balai Sabrini yang merupakan tempat debat putaran terakhir, saya, istri, pengawal, serta pengemudi sejak keluar dari rumah terus berdzikir karena mengalami sesuatu hal yang aneh. Namun, akhirnya kami selamat sampai tujuan," tutur SBY.

Mungkinkah SBY dikalahkan?

Debat capres yang dimenangkan oleh Jusuf Kalla, iklan cerdas yang apik dan kampanye dialogis yang menyentuh telah meningkatkan elektabilitas JK-Win. Namun demikian, secara umum, citra SBY yang telah lebih dahulu terbangun sepertinya masih di atas angin. Meskipun polling SMS dan sejumlah survey menunjukkan penurunan elektabilitas SBY, tetapi berbagai poling masih menempatkan nilai elektabilitas SBY yang masih di atas 50%.

Ketidaksantunan pendukung capres santun

Salah satu pasangan capres yang diajukan dalam Pilpres 2009 dinilai oleh pendukung fanatiknya sebagai pasangan capres yang paling santun. Namun perilaku pendukungnya justeru jauh dari kesantunan.

Rumus memilih presiden

Rumus memilih presiden telah ditemukan. Itulah hasil kreativitas anak bangsa. Ada-ada saja memang. Tetapi rumus ini ternyata hebat juga.

Rumus
1. Tuliskan umur kalian.
2. Lalu dikali 2, karena umumnya pemilu dilaksanakan 2 putaran.
3. Kemudian ditambah 14. Angka 14 didapat dari bulan pelaksanaan pemilu dikali 2.
4. Kurangi 8 (tanggal Pilpres).
5. Bagi 2.
6. Kurangi dengan umur.

Update
Rumus tersebut dipaparkan oleh eksponen 45, Letjen Purn. R. Soeprapto yang tergabung dalam Dewan Harian Nasional Badan Pembudayaan Kejuangan (DHNBPK).

Kenapa Mallarangeng tidak dipecat

Kontroversi yang dilakukan dua orang anggota keluarga Mallarangeng, Rizal dan Alfian dianggap dapat menurunkan elektabilitas SBY-Boediono. Meski belum terbukti, tetapi simpati sekelompok anggota masyarakat terhadap SBY-Boediono menjadi turun. Tetapi hingga saat ini, SBY-Boediono masih mempertahankan kedua orang tim sukses kontraproduktifnya tersebut. Kenapa?

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara ternyata orang comberan. Itu bukan pernyataan saya lho. Itu pernyataan Rizal Mallarangeng dalam acara Apa Kabar Malam di TV-One.

Adam Malik, si kancil

Salah satu tokoh Rengas Dengklok adalah pria cerdik berpostur kecil yang dijuluki ''si kancil” ini dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Kepahlawanannya teruji oleh sebuah tuduhan terlibat CIA.

Menyimak jejak langkah Chairul Saleh

Dr. Chairul Saleh adalah salah satu di antara tiga Waperdam Soekarno pada masa G30S PKI,di samping Dr. Soebandrio dan Dr. J. Leimena. Dr. Chairul Saleh saat itu menjabat sebagai Waperdam III. Tokoh penggagas utama Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ini ditangkap tanpa alasan yang jelas oleh Soeharto saat menjabat sebagai Ketua MPRS 1967 dan meninggal di tahanan. Tokoh yang menolak modal asing ini, alumni Universitas Bonn, Jerman ini, hanya membolehkan masuknya modal asing jika setuju dengan profit sharing.

pendidikan politik sudah gagal

Melejitnya isu-isu kampanye yang jauh dari pembeberan visi dan misi sungguh mengecewakan. Sebagai anak bangsa yang menginginkan negara ini menjadi negara yang lebih baik, saya kecewa. Sebagai anak bangsa yang menyadari bahwa Indonesia sebenarnya memiliki beraneka ragam potensi yang belum terangkat, saya prihatin.

non pns jadi dirjen/sekjen

Dilihat dari sejarah, banyak menteri negara adalah peningkatan dari Dirjen. Misalnya Menteri Muda Perkebunan dahulunya adalah peningkatan dari Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian. Menteri Muda Perumahan Rakyat dari Departemen Pekerjaan Umum. Menteri Negara PUOD dari Dirjen PUOD Depdagri. Meneg BUMN dari Dirjen BUMN Departemen Keuangan.

Dalam era reformasi ini, di mana kabinet presidensial dibentuk dari koalisi-koalisi partai yang mirip dengan sistem parlementer, penampungan non-pns sebagai pejabat publik dari unsur partai memerlukan banyaknya pembentukan kementerian negara, padahal fungsi dan kinerja kementerian yang dibentuk tersebut tidak jelas. Hanya untuk memuaskan proses politik, struktur dan efisiensi pemerintahan akhirnya digadaikan.

Padahal, imbalan bagi parpol tersebut semestinya tidak hanya menteri. Posisi Dirjen atau Sekjen sebaiknya harus mulai dipertimbangkan. Pada masa Menteri Kehutanan dijabat Nur Mahmudi Ismail dari PK, posisi Sekjen dijabat oleh Soeripto yang non PNS. Entah bagaimana prosesnya, hal itu berlanjut hingga masa jabatannya usai. Artinya, bukan tidak mungkin parpol diberi jatah Sekjen atau Dirjen.

Dengan pengalihan fungsi kementerian-kementerian negara ke dirjen ada beberapa keuntungan yang didapat:
1. Mengurangi benturan kepentingan
Kementerian negara yang dibentuk dari Dirjen atau mengambil peran dari fungsi dirjen, akan sering memiliki program yang mirip dengan departemen induknya. Dengan kedudukan yang sejajar sebagai menteri, pejabat ini tentu akan memiliki kekuatan untuk berebut dengan menteri departemen induknya. Karenanya, logis, terjadinya perbenturan kepentingan antara menteri negara dengan menteri departemen.

2. Menghemat anggaran negara
Dengan posisi yang lebih rendah, wajar kalau pejabat setingkat dirjen/sekjen diberikan penghasilan yang lebih rendah daripada menteri. Dengan demikian akan ada penghematan keuangan negara.

3. Merapikan struktur pemerintahan
Kalau kementerian negara dikembalikan ke departemen induk, kita akan melihat struktur pemerintahan yang lebih rapi dan enak dilihat.

4. Efektivitas program
Kalau dikembalikan ke departemen induk, menteri departemen akan memiliki fungsi koordinasi yang kuat, karenanya adanya program-program ganda yang tidak efektif dan boros dapat dihindari.

Meninjau Departemen-departemen

Dalam sejarah Indonesia, tidak tabu untuk menggabungkan, menghapus dan menambah departemen. Departemen Perindustrian dan Perdagangan misalnya adalah penggabungan dari Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan pada era Soeharto. Departemen Kelautan dan Perikanan adalah departemen yang dibentuk pada era Gus Dur. Departemen Penerangan dihapus pada era Gus Dur. Departemen Sosial pernah dihapus pada zaman GusDur.

Departemen-departemen wajib
1. Departemen Dalam Negeri,
2. Departemen Luar Negeri,
3. Departemen Pertahanan,
3. Departemen Keuangan,
4. Departemen Agama,
5. Departemen Pendidikan,
6. Departemen Kesehatan
7. Departemen Hukum dan HAM
8. Departemen Pertanian
9. Departemen Kehutanan
10. Departemen Kelautan dan Perikanan
adalah departemen-departemen yang wajib ada.

Mari kita lihat :
1. Departemen Perindustrian
2. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
3. Departemen Perdagangan
4. Departemen Perhubungan
5. Departemen Pekerjaan Umum

Departemen Perindustrian telah digabungkan oleh Soeharto ke dalam Deperindag, namun kemudian dipecah lagi.
Departemen Perdagangan selayaknya juga melayani distribusi jasa, oleh karena menurut saya namanya perlu diperluas menjadi Departemen Perdagangan dan Jasa
Departemen ESDM adalah nama lain dari Departemen Pertambangan dan Energi. Pada Departemen ada tiga fungsi yang melekat:
1. Pengawasan produksi sumber daya mineral dan energi
Kegiatan produksi ini sebenarnya kegiatan yang mengarah ke manufaktur, oleh karenanya menurut hemat saya dapat dibebankan kepada Departemen Perindustrian.
2. Kegiatan penyediaan infrastruktur energi, dapat dibebankan kepada Departemen Pekerjaan Umum
3. Kegiatan distribusi energi dapat dibebankan kepada Departemen Perdagangan dan Jasa.

Departemen Perhubungan mengatur dua kegiatan:
1. Kegiatan di bidang penyediaan jasa perhubungan
2. Kegiatan di bidang infrastruktur perhubungan
Untuk kegiatan di bidang jasa selayaknya dibebankan kepada Departemen Perdagangan dan Jasa saja, dan kegiatan kedua kepada Departemen Perhubungan

Dengan demikian kita memiliki tambahan tiga Departemen:
11. Departemen Perindustrian
12. Departemen Perdagangan dan Jasa
13. Departemen Pekerjaan Umum dan Infrastruktur

Selanjutnya mengenai:
1. Depnakertrans
2. Departemen Sosial

Permasalahan tenaga kerja sebenarnya adalah bagian dari permasalahan sosial oleh karenanya digabungkan saja dengan departemen sosial. Sebaliknya masalah transmigrasi berhubungan dengan kependudukan dan kewilayahan yang merupakan garapan Depdagri.

Dengan demikian tinggal 1 departemen lagi, yakni:
14. Departemen Sosial

Jadi dapat dikurangi jumlah departemen menjadi 14 dari 18 yang ada saat ini. Kebutuhan menteri pun berkurang, dan efisiensi pun meningkat.

Pengurangan Jumlah Menteri

Dalam sejarah Indonesia pernah ada kecaman besar mengenai jumlah 100 menteri pada kabinet di era terpimpin. Salah satu kehebatan Soeharto menurut sejarah adalah berhasil mengurangi jumlah menteri tersebut. Gus Dur pernah mengurangi departemen, yakni dengan membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Keuangan. Tetapi hingga Kabinet Indonesia Bersatu, jumlah menteri berkisar 36 orang, yakni: 4 orang menko, 18 departemen, 12 meneg dan 2 pejabat setingkat menteri. Jika satu orang menteri bergaji Rp. 240 juta setahun, berarti untuk gaji menteri, negara dibebani Rp. 8, 640 milyar. Wow, hampir 9 milyar.

Mungkinkah Demokrat mengulang sukses Golkar

Seandainya saja melanjutkan chemistry SBY-JK, barangkali tidak akan ada protes dari masyarakat tentang jargon pemilu satu putaran. Bahkan seandainya LSI mengatakan keterpilihan pasangan ini 80% atau lebih, mungkin umum bisa menerima. Lalu kenapa SBY begitu ngotot memilih Boediono? Apakah SBY telah melakukan suatu kesalahan keputusan?

Penggabungan kembali Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Salah satu isu yang menjadi topik debat cawapres tadi malam adalah penggabungan kembali departemen pendidikan dan kebudayaan. Hampir semua cawapres setuju. Alasan yang melatarbelakangi adalah di samping kualitas pendidikan yang merosot, juga bahwa tujuan pendidikan adalah meningkatkan kebudayaan.

Kenapa tidak ada yang bicara listrik dan tenaga kerja

Ada yang aneh dalam pilpres kali ini. Setelah Amin Rais dan PKS meluncurkan isu neolib, MegaPro dan JK-Win seakan-akan terpancing untuk mengolah isu itu. Padahal ada isu lain yang sangat penting, yakni kegagalan pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja dan pasokan energi.

Membantu dan politik uang

Apa sih pengertian politik uang? Tindakan Jusuf Kalla membantu Erlin Dewi yang terlilit hutang Rp. 5 juta diindikasikan Panwaslu SOlo sebagai politik uang. Apakah benar atau tidak?

Kalau kampanye tidak saling serang

Sibuk dengan Rusli Zainal sang visioner bukan berarti lupa dengan kondisi real politik Indonesia. Satu hal yang menarik perhatian adalah pernyataan Tim Sukses SBY-Boediono, bahwa saling serang tidak etis. Ungkapan tersebut disampaikan Syarif Hassan menanggapi pernyataan Megawati bahwa SBY sombong dan tidak etis.

Etiskah Ketua MPR berkampanye

Komentar tentang keikutsertaan pejabat publik dalam berkampanye marak. Ada beberapa pertimbangan keikutsertaan pejabat dalam berkampanye yakni keadilan dan netralitas, efektifat tugas dan penyalahgunaan jabatan.

Tim Siluman

Banyaknya tim siluman dan pendukung jadi-jadian serta egonya KPU saat ini, membuat Sekjen Lembaga Pemantau Pemilu Presidium Alumni (LPPA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ade Reze Hariyadi dan Nehemiah Lawalata dari Lembaga Forum Dialog Bakti Nusantara (FDBN)prihatin. Kalau tidak ada perbaikan, pilpres 2009 akan sama dengan pilpres Iran yang sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi.

Rusli Zainal pun tertarik publikasi blog

Sukses Jusuf Kalla dengan kompasiananya ternyata banyak mengilhami pemimpin-pemimpin bangsa ini. Lewat komunitas blogger bertuah, Rusli Zainal mencoba mensosialisasikan dirinya. Sebuah kontes bertaja Rusli Zainal sang visioner pun dimulai.

Bantulah yang lemah

Ketika banyak pendukung JK-Win dan MegaPro marah dengan rilis survey LSI yang diduga manipulatif, ada seorang teman saya yang tidak ikut-ikutan emosi. Dia bilang, kita tidak tahu apakah survey LSI itu benar atau tidak karena bagaimanapun yang disurvey 'kan tidak seluruh warga Indonesia. Saya terpaksa membenarkan. Kemudian katanya, bagaimana cara surveynya kita tidak tahu. Benar juga.

Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, mungkinkah

Secara tidak sengaja saya membaca komentar salah seorang pembaca pada sebuah blog yang bunyinya sebagai berikut:
Kalau dalam putaran kedua, SBY berhadapan dengan JK, sebaiknya pak Prabowo bergabung saja dengan SBY, dan kalau SBY berhadapan dengan Prabowo, sebaiknya pak JK bergabung saja dengan SBY

Perubahan gaya iklan SBY - JK

Hari ini Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla sama-sama menampilkan iklan baru. Jenderal SBY menampilkan iklan baru yang mungkin untuk menepis tudingan miring dengan kesan jaimnya selama ini, dan juga untuk mementahkan klaim-klaim JK dengan menampilkan para petani, guru, nelayan di mana semua keberhasilan yang terjadi adalah berkat usaha pekerja lapangan tersebut. Tidak lupa SBY mengucapkan terima kasih Indonesia. Suatu iklan yang cerdas mengambil fenomena dari masyarakat.

Ketika slogan-slogan jadi menarik

Seni berslogan ria ternyata menjadi sangat menarik, tanpa sengaja di DF, aku berslogan:

Ketika Khofifah dan Yasin Limpo keselo

Ada berita menarik yang terlewatkan, yakni saat Muslimat NU ke-67 di Makassar, 29-05-2009, seperti yang diberitakan Inilah.com:

Polling SMS Debat Capres di TV One: SBY Unggul, JK-Win Naik

Acara debat capres yang dipandu oleh Anis Baswedan dengan pembawa acara Helmi Yahya, baru saja usai. Acara ini disiarkan langsung oleh Metro TV, TV One, dan Trans TV. TV One di samping menyiarkan langsung juga mengadakan polling SMS.

Orang Tua Dahulu dan Orang Tua Sekarang

Pengumuman UN menjadi sesuatu yang menghebohkan. Dramatisasi peristiwa ini tidak dilewatkan oleh media. Sejumlah kebodohan diangkat menjadi musibah. Orang yang gagal menjadi korban. Dan sebagainya, dan sebagainya.

UN sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan kita. Di tahun 50'an dulu saja, aktivitas seperti ini telah ada. Pada era 80 - 90 an, namanya EBTANAS. Pada masa-masa itu, tidak ada yang istimewa. Yang tidak lulus, mengulang. Demikianlah kewajarannya.

Zaman sekarang, yang tidak lulus UN masih diberi kesempatan mengikuti Paket-paket yang bermacam ragam namanya. Anehnya, masih ada saja pihak-pihak yang merasa tidak adil. Malah ada yang mengatakan UN melanggar HAM. Aneh.

Ketika zaman EBTANAS guru, pengawas betul-betul menggelisahkan. Jangan harap minta bantuan kepada guru, bahkan sekalipun misalnya orang tua sendiri. Bukannya dibantu, malah diberi sanksi.

Sebenarnya iri saya dengan siswa zaman sekarang. Guru, kepala sekolah dan pengawas bekerja sama meluluskan siswa sebanyak-banyaknya. Ketika ada satu dua orang yang tidak lolos, guru bahkan seakan-akan menambah romantisnya suasana. Kalau dulu kami dianjurkan tegar, sekarang malah perasaan iba dikuat-kuatkan.

Kalau dulu mengadu kepada orang tua jangan harap dikasihani, malah hantaman yang diterima. Kalau sekarang, jangan coba-coba. Bisa-bisa berurusan ke kepolisian.

Penghapusan Ujian Nasional, kemunduran kebijakan

Hari ini saya membaca di salah satu harian di Riau, Riau Pos, isu kampanye MegaPro. Meskipun saya simpati dengan perjuangan MegaPro dan JK-Win menentang incumbent, tidak berarti semua materi kampanye pasangan alternatif ini saya setujui semua. Termasuk salah satu yang dikampanyekan Suryadi Khusaini, bahwa kalau MegaPro menang, kebijakan Ujian Nasional akan dihapus, karena kebijakan ini penuh ketidakadilan. Daerah perkotaan yang fasilitasnya lengkap, tentu diuntungkan.

Menciptakan kampanye yang bermartabat

Kritikan atas pelaksanaan kampanye pilpres dilontarkan oleh berbagai pihak. Pelaksanaan kampanye tidak menggambarkan visi dan misi masing-masing pasangan. Kampanye pun tidak menggambarkan apa program yang akan dijalankan masing-masing capres. Kampanye pun dinilai lebih banyak menonjolkan keunggulan pribadi dan menyerang kepribadian lawan.

Sungguh tidak adil kalau kita mengatakan bahwa capres yang ada sekarang tidak berbobot. Bahwa kampanye seandainya memang tidak berbobot, bukanlah semata tanggung jawab masing-masing kandidat, tetapi juga menjadi tanggung jawab pelaksana pemilu dan pembuat undang-undang pemilu.


Peran Bawaslu

Peran bawaslu dalam kampanye seharusnya diperjelas. Bawaslu dapat dijadikan wasit agar pelaksanaan kampanye berjalan sesuai yang diharapkan. Berbagai pelanggaran seperti perusakan atribut kandidat, keterlibatan pejabat BUMN, kampanye yang tidak sesuai prosedur, harus diserahkan kepada bawaslu agar ditindak seadil-adilnya.

Peran Undang-undang
Undang-undang kampanye harus jelas dan detail, sehingga tidak ada celah dari seorang pun calon untuk melakukan pelanggaran. Undang-undang juga harus memperjelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kandidat. Undang-undang juga harus bebas dari unsur multitafsir.

Undang-undang juga harus mengarahkan kampanye yang kondusif untuk perbaikan bangsa. Kampanye yang dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Kampanye yang menghasilkan secara jelas, apa dan kemana negara ini seandainya salah satu kandidat terpilih.

Sanksi
Sanksi dari pelanggaran kampanye selama ini baru sebatas bagian pidananya dengan maksimal 12 bulan. Sanksi pelanggaran belum secara substansial merugikan kandidat, oleh karenanya pelanggaran kampanye tidak memberikan resiko apa pun bagi kandidat.
Sanksi yang harus diberikan seyogyanya memberikan efek jera kepada kandidat, yakni mengurangi peluang ketermenangannya.

Negara harus belajar dari pilkades, di mana pilkades pada satu desa di Indonesia didasarkan pada satu peraturan yang sanksinya menyebabkan kandidat mati kutu untuk melakukan pelanggaran. Dalam pilkades Talang Pring Jaya Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, Panitia Pilkades dan kandidat sepakat untuk memberikan sanksi berupa pengurangan suara terpilih bagi pelanggar. Sanksi tersebut betul-betul membuat pelanggaran kampanye dihindari masing-masing kandidat karena dapat mengakibatkan segala usaha yang dilakukannya sia-sia.

Konklusi
Tanpa memperjelas peranan bawaslu, tanpa didukung undang-undang yang jelas, dan tanpa sanksi yang memberikan efek jera, pelaksanaan kampanye di Indonesia, tidak akan pernah sampai ke taraf bermutu.

Keluarga Mallarangeng yang prestisius

Mallarangeng, nama itu tiba-tiba saja begitu terkenal. Peran Rizal Mallarangeng sebagai juru bicara SBY yang menghebohkan, Fox yang dikomandani Choel Mallarangeng dan tingkah pola Andi (Alfian) sang jubir kepresidenan. Meski pro dan kontra, harus diakui bahwa Mallarangeng bersaudara sangat prestisius. Ganteng, muda, pintar dan kaya.

Awan bertuliskan Allah di Kampanye JK-Win

Secara tidak sengaja, terbaca postingan di http://najidalghozi.wordpress.com/2009/06/16/awan-bertuliskan-allah-di-kampanye-jusuf-kalla-wiranto/ tentang awan bertuliskan Allah dalam kampanye JK-Win di Makassar. Perhatikan di detik 1:58.

Manuver PPP dalam Pilpres

Secara resmi Partai Persatuan Pembangunan mendukung koalisi SBY-Budiono. Tetapi dukungan secara resmi tersebut,tidak berarti bahwa suara PPP bulat ke SBY. Sejumlah Kader PPP membentuk Front Persatuan Pendukung Prabowo (FPPP). Sejumlah kader PPP terlihat saat pendeklarasian Jumat, 5 Juni 2009, yakni Sofyan Usman, Usamah al Hadar, Habil Marati, dan Emilia Contessa. FPPP dipimpin oleh Rusdi Hanafi, salah seorang Ketua DPP dan Somali Malik, Wasekjen DPP sebagai Sekjen. Ketua Departemen Kepemudaan yang juga Sekjen Angkatan Muda Kakbah (AMK) Joko Purwanto turut bergabung. Alasan utama kelompok ini adalah untuk melanjutkan hubungan baik antara PPP dengan Prabowo.

Kenapa Singapura takut kepada Indonesia

Ada isu bahwa Pemerintah Singapura, ak, Lee Kwan Yew sangat menyerang Habibie. Lee Kwan Yew telah berusaha agar Habibie tidak terpilih sebagai Wakil Presiden pada tahun 1998. Lee Kwan Yew, didesas-desuskan juga ikut mengharapkan agar Habibie lengser dari jabatannya saat Habibie menjadi presiden. Setelah Abdurrahman Wahid menjadi presiden, Lee Kwan Yew terpilih menjadi penasehat ekonomi presiden. Salah satu yang kemudian menjadi bahan sorotan politisi saat itu.

Peran Singapura dalam setiap suksesi Indonesia pasca reformasi didesas-desuskan sangat kuat. Ada perbincangan di kedai kopi bahwa Singapura melalui badan usaha yang ditanamnya di Indonesia membantu salah satu kandidat. Isu tersebut, konon, tidak berani dikemukakan, karena permainannya sangat cantik, sehingga tidak ada bukti yang dapat dijadikan pegangan. Politisi yang ingin memainkan isu ini, bisa-bisa akan mendapat serangan balik yang sangat fatal.

Tergantung dari benar atau tidaknya isu tersebut, timbul pertanyaan:
Mengapa Singapura ingin bermain di Indonesia?


Menurut dugaan saya, ada beberapa logika yang dapat ditarik:
1. Posisi Singapura di pinggir Indonesia. Singapura terletak di pertemuan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau Singapura sendiri adalah pulau yang dibeli Rafles dari Sultan Lingga Riau. Singapura sebenarnya tidak persis di pertemuan itu, Batam dan Bintan dapat menutupinya. Kalau Indonesia mengembangkan Batam, tentu saja kestrategisan letak Singapura akan hilang.

2. Singapura menjadi tempat belanja, berobat, pendidikan bagi warga Indonesia. Tidak ada perhitungan resmi, berapa uang yang diberikan kepada Singapura oleh warga Indonesia setiap tahunnya untuk keperluan perobatan, belanja, pendidikan, wisata tersebut. Tetapi dipercaya, jumlahnya tidak sedikit.

3. Singapura menjadi alamat kantor cabang perusahaan multinasional, yang marketingnya diarahkan ke Indonesia. Sejumlah perusahaan multinasional membuka kantor perwakilan cabang di Singapura. Perusahaan tersebut melemparkan produknya ke seantero nusantara (Asia Tenggara), tentunya Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar terbesarnya. Bagaimana jika perusahaan tersebut membuka perwakilannya di Indonesia?

4. Perusahaan Singapura beroperasi di Indonesia. Warga negara Singapura pada umumnya hanyalah pemilik modal yang menanamkan modalnya, bagian terbesar di Indonesia. Pemodal tersebut terdiri dari warga negara murni Singapura yang berinvestasi di Indonesia dan juga eks warga negara Indonesia yang telah sukses dan pindah kewarganegaraan. Jika Indonesia telah mampu mengembangkan enterpreneurnya, amankah para investor Singapura?

Itulah beberapa alasan sederhana, kenapa Singapura sangat peduli dengan kondisi Indonesia.

Kenapa benci dengan politik

Komunitas yang merasa bijak di Indonesia banyak sekali yang kurang respon dengan politik. Menurut mereka, politik hanyalah sebuah permainan kotor yang dimainkan oleh orang-orang yang rakus kekuasaan. Pendapat itu ada benarnya, tetapi tidak sepenuhnya.

Timbulnya pendapat semacam ini sebenarnya merupakan tanggung jawab media. Barangkali media memiliki tujuan mulia pada awalnya, agar kefanatikan seseorang terhadap suatu partai/tokoh politik tidak terlalu berlebihan. Namun, karena terlalu seringnya pemberitaan yang negatif terhadap politik dan politisi, sikap acuh kepada politik kemudian menjadi trend. Orang, apalagi anak muda, merasa intelek kalau mengabaikan proses politik.

Ungkapan-ungkapan aku tidak mau memilih, ah semuanya 'kan sama menjadi satu kalimat yang seakan-akan paling bijak.

Padahal politik adalah suatu sistem yang mengatur proses pengambilan kebijakan dalam negara. Meski tidak langsung, politik sangat berpengaruh kepada kehidupan anak bangsa. Oleh karenanya, perlu kiranya dipertimbangkan, apakah sikap tidak acuh kepada politik baik atau tidak. Ingat, kaum golput pada masa lalu justru orang-orang yang sangat peduli kepada politik.

Apa sih keunggulan SBY?

Sampai saat ini pendukung SBY masih ada. Mereka dengan membabi buta membela SBY, seakan-akan seorang prajurit yang telah kena doping. Mengapa bisa?

Akhirnya ada juga iklan JK yang kusuka

Iklan kampanye JK selama ini dipenuhi pendapat-pendapat tokoh masyarakat. Iklan tersebut mungkin berpengaruh terhadap kalangan tertentu, tetapi bagi yang awam masih belum jelas. Iklan berikutnya berupa slogan-slogan kepanjangan JK, meniru iklan PKS pada periode pileg dulu. Dan iklan ini pun, bagi saya pribadi masih kurang greget.

Tadi malam ada iklan JK yang tampil di televisi, dengan latar belakang pembangunan bandara, di antaranya bandara Hasanuddin. Dalam iklan ini, ada ajakan untuk menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang bermartabat. Inilah ajakan yang paling bagus, oleh karenanya, di antara iklan kampanye capres, inilah iklan yang paling aku suka.

Entah bagaimana dengan anda?

Komentator kedua akhirnya tiba

Setelah postingan saya mencapai 50-an, hal yang membahagiakan kembali datang. Komentator kedua, defrimardiansyah memberikan komentar-komentarnya. Tidak tanggung-tanggung, langsung 6 komentar. Komentar ini memberikan nafas dan gairah untuk blogging.

Semoga ada komentator berikutnya.

Isu HAM di tengah kampanye Pilpres

Sungguh mengherankan, dalam lima tahun masa kepemimpinan SBY, tidak ada tuntutan dari kelompok mana pun terhadap pelanggaran HAM. Tetapi tiba-tiba saja, muncul pahlawan kesiangan yang mengungkit-ungkit isu ini.

Etika Politik, salah satu kata kunci SBY untuk membatasi gerak langkah JK

Harus diakui, tim sukses SBY memang pintar mengunci pencitraan lawannya. Etika, adalah salah satu poin yang dimainkan kubu SBY. Saat JK-Win mengungkapkan peran JK dalam penyelesaian perdamaian Aceh, di Anjong Monmata, Banda Aceh pada Sabtu 13 Juni lalu, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Bara Hasibuan, menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran etika bernegara.

Kelemahan Prosedur, peluang pelanggaran kampanye

Perusakan atribut JK-Win tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi juga di Kota Bekasi. Perusakan yang terkesan terorganisi tersebut dilakukan pada bagian mulut JK saja. Sampai saat ini, laporan tersebut belum bisa diproses karena pelaku tidak diketahui. Kepolisian meminta waktu tiga hari untuk menemukan pelaku. Jika dalam tiga hari gagal, laporan ditutup.

Manohara dan Kampanye Pilpres

Manohara, model cantik keturunan Amerika - Indonesia, tiba-tiba saja menjadi perbincangan. Meutia Hafidz, mantan aktivis perempuan, yang dalam kampanye pilpres periode ini mendukung JK-Win tidak mengabaikan kepopuleran Manohara.

Peranan Muhammadiyah dalam perpolitikan Indonesia

Muhammadiyah dan NU sebagai dua ormas terbesar di Indonesia sangat menarik dilihat dalam peristiwa-peristiwa politik, termasuk pilpres 2009. Arah dukungan Muhammadiyah yang sifatnya tidak terang-terangan harus dipahami sebagai ketentuan yang terpaksa diambil karena keterikatan pada khittah. Terikat oleh khittah, Muhammadiyah tidak dapat memberikan dukungan bulat kepada satu pasangan capres atau partai tertentu, karena bagaimanapun untuk membulatkan dukungan butuh kesepakatan bersama dan sesuai dengan khittahnya, Muhammadiyah tidak mungkin mengadakan rapat nasional khusus untuk menentukan pilihan politiknya.

Muhammadiyah sebelum penjajahan Jepang
Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Zulhijjah 1330 H /18 Nopember 1912 oleh Muhammad Darwis yang kemudian dikenal K.H. Ahmad Dahlan, seorang pegawai Kesultanan Yogyakarta yang bertindak sebagai khatib dan bekerja sebagai pedagang. Organisasi ini didirikannya untuk mengorganisir kegiatannya mengajak kembali ke Qur'an dan Hadits yang pada mulanya mengalami penolakan namun kemudian berangsur-angsur diterima tidak hanya di Kauman tapi di tempat-tempat perdagangannya di luar Yogya bahkan hingga ke luar Pulau Jawa. Di samping pengajian kepada kaum laki-laki, K.H. Ahmad Dahlan juga mengadakan pengajian kepada kaum ibu-ibu yang diberi nama "Sidratul Muntaha".

Tahun 1913-1918 beliau mendirikan 5 buah Sekolah Dasar. Tahun 1919 mendirikan Hooge School Muhammadiyah yang kemudian pada tahun 1921 diganti namanya menjadi Kweek School Muhammadiyah. Sekolah ini pada tahun 1923 dipecah menjadi dua, untuk laki-laki dan perempuan. Pada tahun 1930 namanya diganti menjadi Muallimin dan Muallimat.

Selanjutnya Muhammadiyah mendirikan organisasi untuk kaum perempuan Aisyiyah yang dipimpin istrinya Ny. Walidah Ahmad Dahlan. Aisyiyah bermula dari badan otonom SAPATRESNA, kelompok pengajian wanita yang didirikan pada tahun 1914. Nama Aisyiyah digunakan sejak tahun 1920.

Pada tahun 1918 Muhammadiyah mendirikan organisasi kepanduan yang bernama Hizbul Wathan. Tahun 1920 dibentuk media massa yang dinamai Suara Muhammadiyah. Pada tahun 1927 Muhammadiyah mempunyai 176 cabang, dan Aisyiyah mempunyai 68 cabang yang tersebar di seluruh kekuasaan Hindia Belanda.

Sesuai dengan kondisi Hindia Belanda yang saat itu gerakan kepartaian dibatasi, Muhammadiyah lebih banyak bergerak di bidang sosial. Sampai dikeluarkannya aturan disiplin pada SI tahun 1928, Fachruddin tokoh Muhammadiyah berkiprah di SI, bahkan sampai menduduki Bendahara.

Era Jepang
Pada tahun 1937, yakni tanggal 21 September 1937, Muhammadiyah bersama Nachdliyah mendirikan MIAI (MAjelis Islam A'la Indonesia) yang diwakili oleh K.H. Mas Mansyur dari Muhammadiyah, K.H. Abdul Wahab Chasbullah dari Nachdliyah, dan K.H. Ahmad Dahlan mewakili organisasi non-partai/ormas. Meskipun MIAI bukan bergerak di bidang politik, tetapi MIAIlah yang kemudian menjadi embrio Masyumi. MIAI dibubarkan oleh Jepang pada tahun 1943 dan menggantikannya dengan Masyumi yang di dalamnya juga terdapat Muhammadiyah.

Pada tahun 1937 pula, K.H. Mas Mansyur bersama Dr.Sukiman Wirjosanjaya mendirikan PII (Partai Islam Indonesia) sebagai penimbangan atas sikap non-kooperatif dari PSII.

Era Kemerdekaan
Pada tanggal 7-8 November 1945, Masyumi tempat bernaung Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya memutuskan untuk mengusung suatu misi yakni kemerdekaan. Masyumi menjadi partai politik yang amat kental perjuangannya dalam era kemerdekaan.

Sudirman, kepala Hizbul Wathan diangkat menjadi pemimpin TNI.
Tahun 1947 Muhammadiyah membentukan Angkatan Perang Sabil (SPS) dengan Ketua Hajid, Wakil Ketua A.Badawi dan penasihat Ki Bagus Hadikusumo.

Pasca Kemerdekaan
Muhammadiyah aktif di Masyumi pasca kemerdekaan. Pada waktu pemilu 1955 Muhammadiyah masih bergabung dengan Masyumi meski NU waktu itu sudah keluar dan menjadi peserta Pemilu. Seiring dengan menurunnya "keuntungan-keuntungan politik" yang didapat Muhammadiyah selaku anggota istimewa Masyumi, Sidang Tanwir Muhammadiyah 1956 memutuskan meninjau ulang keanggotaan istimewa Muhammadiyah di Masyumi. Pada sidang tanwir 1959 Muhammadiyah resmi keluar dari Masyumi.

Era Orde Baru
K.H. Faqih Usman dari Muhammadiyah dan Dr.Anwar Haryono pernah mengirimkan surat kepada Soeharto untuk mencabut larangan terhadap partai masyumi. Nota Faqih Usman tersebut tidak ditanggapi. Selanjutnya Muhammadiyah dan bekas pendukung masyumi mendirikan Parmusi, yang pasca Pemilu 1971 berfusi ke PPP.

Era Reformasi
Pada bulan Agustus 1998, Amien Rais, Ketua Muhammadiyah saat itu mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat dukungan dan fasilitasi dari Muhammadiyah. Pengajuan Bambang Sudibyo dan Hatta Rajasa yang dua kali menjadi menteri dari PAN, menimbulkan disharmoni PAN dan Muhammadiyah. Ketidakpuasan terhadap PAN menyebabkan generasi muda Muhammadiyah melahirkan partai sendiri yakni Partai Matahari Bangsa pada tanggal 26 November 2006.

Mungkinkah Pilpres Satu Putaran?

LSI dan tim sukses SBY selalu menekankan bahwa pemilu hanya akan berlangsung satu putaran. Pernyataan SBY tersebut tentu didukung oleh sejumlah fakta, misalnya persentase perolehan suara partai koalisi yang melebihi angka 50%, kenaikan suara partai demokrat yang memang dipicu oleh popularitas SBY dan hasil polling beberapa saat yang lalu yang cenderung memenangkan SBY.

Perang Survey semakin marak

Lembaga-lembaga survey semakin marak merilis hasil surveynya. Berikut adalah hasil survey dari beberapa lembaga:

Akhirnya ada juga yang komentari

Hal yang paling diharapkan oleh para blogger tentu saja bahwa blognya diperhatikan dan dibaca. Dan pertanda bahwa ada yang membaca adalah adanya komentar pada tulisan tersebut. Oleh karenanya, komentar sangat diharapkan.

Demikian pula dengan saya. Setelah membuat postingan hingga mencapai 41 postingan, belum ada satu pun tanggapan. Artinya belum ada yang dengan serius membaca blog saya ini.

Barulah pada hari ini, wyd menanggapi blog saya. Langsung dengan dua komentar. Hal ini tentu saja menggembirakan. Mudah-mudahan muncul komentator lainnya.

Demi satu putaran, rasionalitas pun diabaikan

Tim sukses SBY sangat ingin SBY menang satu putaran. Alasan dibalik hal tersebut adalah :

Keputusan MK mengabaikan hak masyarakat Dapil

Saya biasanya berseberangan pemikiran dengan KPU dan sampai saat ini menilai kebijakan KPU cenderung tidak netral. Namun dalam kasus penetapan sisa suara Tahap III, saya sependapat dengan aturan KPU.

10 blog politik terpopuler versi blogflux

Inilah daftar 10 blog politik terpopuler versi blogflux yakni:
1. PinoySpy Intelligencer Tabloid
2. kikka
3. Donklepant
4. Socialist Unity
5. anilnetto.com6. KAMERUN SCOOP
7. British Royal Wedding
8. planck's contant
9. Swensson
10. WyBlog

Ada apa di balik slogan SBY

Ada keunikan di sebalik slogan dan inisial team kampanye SBY. Keunikan pertama adalah dari inisialnya. SBY-Budiono pada saat deklarasi dengan manis mengumumkan nama pasangan ini SBY-Berbudi. Namun ternyata nama ini memiliki konotasi negatif di Sumatera Selatan. Oleh karenanya, secara resmi nama pasangan ini kemudian diubah menjadi SBY-Budiono. Namun SBY-Budiono sangat panjang bila dibandingkan dengan inisial pesaingnya, Megapro dan JK-Win. Antisipan menyingkatnya menjadi SBY-Bu atau SBY-No.

Tag di technorati

Inilah beberapa tag di technorati tentang blog ini.

http://feeds.technorati.com/tag/neo-lib
http://feeds.technorati.com/tag/panti
http://feeds.technorati.com/tag/sejarah
http://technorati.com/tag/partai
http://technorati.com/tag/isu
http://technorati.com/tag/mega-pro
http://feeds.technorati.com/tag/jk/
http://technorati.com/tag/gerindra

Top Blog Politik Juni 2009

Inilah daftar 10 blog politik teratas di blogtopsites.com:
1. Donklepant
2. kikka
3. Socialist Unity
4. Kamerun Scoop
5. Digger's Realm
6. Devil's Kitchen
7. Planck's Constant
8. The Hope for America
9. Yid with Lid
10. Dois em Cena

Mengukur Kekuatan Politik dan Kemampuan Personal JK-Win

Mengapa JK harus memilih Wiranto? Bagaimana kekuatan politik mereka? Dan bagaimana kemampuan personal calon pemimpin Indonesia ini?

Aryos Nivida, Aktivis ACSTF menulisnya di Harian Aceh sebagai berikut:

Menolak Cincin, upaya PKS mencitrakan partai kembali

Di tengah-tengah gonjang-ganjing pilpres yang makin memanas saat ini, upaya PKS untuk mencitrakan kembali partainya dengan cara menolak cincin kenangan untuk anggota DPR purna tugas tentu saja akan kurang artinya bagi masyarakat umum. Tapi bagi kader PKS sendiri, mungkin ini suatu hiburan tersendiri setelah keterpaksaan PKS menerima Cawapres yang jelas-jelas sangat mengecewakan konstituennya.

Politik pencitraan PKS ini, beberapa saat lalu di berbagai parlemen baik di pusat dan daerah telah mengundang decak kagum masyarakat. Tetapi tentu saja diiringi dengan mereka yang sinisme dengan motifnya.

Momen pemberian cincin yang diadakan menjelang pilpres, sesunguhnya tidak menguntungkan bagi PKS untuk pencitraan, karena saat ini perhatian dan fokus masyarakat tertuju kepada capres beserta manuver masing-masing tim suksesnya.

Ketika KPU sudah tidak netral lagi

KPU dibentuk sebagai lembaga indipenden penyelenggara Pemilu dengan harapan dapat berlaku adil dan bersikap netral terhadap para peserta pemilu. Beberapa indikasi ketidaknetralan KPU tersebut sebagai berikut:

Kemenangan JK-Win, akhir dagang sapi

Ada hal yang mengherankan dari politik Indonesia. Pemerintahan Indonesia adalah Kabinet Presidentil, namun anehnya pasangan yang diajukan merupakan hasil dagang sapi dari koalisi partai-partai layaknya negara-negara parlementer. Koalisi yang berdagang bisa berasal dari aneka ragam pandangan ideologis yang berbeda-beda, bahkan bisa jadi bertentangan. Lalu kabinet seperti apa yang dihasilkan?

Artis dalam Tim Kampanye JK-Win

Artis dalam perpolitikan Indonesia kehadirannya sangat mewarnai. Demikian pula dalam pilpres. Dalam Timkamnas JK-Win yang tiga struktur terdapat sejumlah artis populer nasional.

Kegagalan SBY dan JK

Di internet beredar isu-isu tentang kegagalan para capres/cawapres SBY dan JK.

Mungkinkah orang Luar Jawa dapat terpilih

Keputusan Jusuf Kalla (JK) menjadi capres adalah sebuah keputusan besar yang patut dihargai. Seandainya JK tidak mencalonkan diri, koalisi SBY akan menjadi sangat besar sekali, sebaliknya Megawati yang pernah menjadi presiden elektabilitasnya menjadi sangat turun. Megawati Prabowo akan berjuang sendirian melawan incumbent.

Perbandingan para kandidat Capres/Cawapres

Ini perbandingan para kandidat yang dirilis okezone.

Kehormatan Bangsa diuji di Ambalat

Pasca keruntuhan Orde Baru, kekuatan Indonesia di mata dunia Internasional tampaknya sudah mulai surut. Keadaan ekonomi yang terpuruk, gonjang ganjing politik yang tidak sehat. Kekuatan alutsita TNI yang tidak memadai, adalah salah satu kelemahan mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia. Satu-satunya yang paling membanggakan mungkin tinggal kemampuan personil TNI yang cukup membanggakan.

Perang Survey

LRI (Lembaga Riset Informasi) pimpinan Drs. Effendy Otong merilis hasil surveynya. Hasil survey masih tetap mengunggulkan SBY, tapi tidak sefantastis survey LSI. Dalam survey LSI, SBY mendapatkan 33%, JK-Win 29% dan MegaPro 20%.

Divide et Impera

Strategi memecah belah lawan dalam politik dan bisnis sebenarnya biasa-biasa saja. Hanya saja, dalam sejarah kehidupan bangsa, strategi ini seakan-akan telah menjadi trade mark Orba. Karenanya, pengguna strategi ini diperkirakan adalah Neo-Orba.

Kampanye dengan cara survey

Strategi demokrat dalam berkampanye harus diakui memang hebat. Menyimak kondisi psikologis calon pemilih yang bosan dengan tahapan pemilu, SBY membiayai LSI untuk kemenangannya dengan mengatur survey dengan kemenangan SBY-JK 71%, Megapro 15% dan JK-Win 7%. Pasca penerbitan survey tersebut, tim suksesnya seperti Roy BB Janis dari PDP langsung mengeluarkan black campaign dengan mengatakan bahwa JK-Win dan MegaPro sekedar latihan untuk Pilpres 2009.

Neo Orbais dan Neo Liberalis

Ada dua tuduhan yang harus dihadapi pasangan SBY Boediono, yakni neo orbais dan neo liberalis. Tuduhan pertama ditujukan oleh banyaknya aktivitas-aktivitas SBY yang dinilai memfotokopi tindakan Orba. Kasus terbaru, yakni kasus email Prita Mulyasari dianggap bagian dari praktek Orba. Kasus lain yang menghangat adalah tuduhan politisi PBR yang kini pindah ke Demokrat tempo dulu terhadap SBY yang ditandai dengan tuduhan pencemaran baik oleh SBY. Pengadilan terhadap pidato Rizal Ramli juga merupakan salah satu ciri lain yang diterapkan kepada SBY.