Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2009. Tampilkan semua postingan

Tim Siluman

Banyaknya tim siluman dan pendukung jadi-jadian serta egonya KPU saat ini, membuat Sekjen Lembaga Pemantau Pemilu Presidium Alumni (LPPA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ade Reze Hariyadi dan Nehemiah Lawalata dari Lembaga Forum Dialog Bakti Nusantara (FDBN)prihatin. Kalau tidak ada perbaikan, pilpres 2009 akan sama dengan pilpres Iran yang sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi.

Bantulah yang lemah

Ketika banyak pendukung JK-Win dan MegaPro marah dengan rilis survey LSI yang diduga manipulatif, ada seorang teman saya yang tidak ikut-ikutan emosi. Dia bilang, kita tidak tahu apakah survey LSI itu benar atau tidak karena bagaimanapun yang disurvey 'kan tidak seluruh warga Indonesia. Saya terpaksa membenarkan. Kemudian katanya, bagaimana cara surveynya kita tidak tahu. Benar juga.

Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, mungkinkah

Secara tidak sengaja saya membaca komentar salah seorang pembaca pada sebuah blog yang bunyinya sebagai berikut:
Kalau dalam putaran kedua, SBY berhadapan dengan JK, sebaiknya pak Prabowo bergabung saja dengan SBY, dan kalau SBY berhadapan dengan Prabowo, sebaiknya pak JK bergabung saja dengan SBY

Perubahan gaya iklan SBY - JK

Hari ini Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla sama-sama menampilkan iklan baru. Jenderal SBY menampilkan iklan baru yang mungkin untuk menepis tudingan miring dengan kesan jaimnya selama ini, dan juga untuk mementahkan klaim-klaim JK dengan menampilkan para petani, guru, nelayan di mana semua keberhasilan yang terjadi adalah berkat usaha pekerja lapangan tersebut. Tidak lupa SBY mengucapkan terima kasih Indonesia. Suatu iklan yang cerdas mengambil fenomena dari masyarakat.

Ketika slogan-slogan jadi menarik

Seni berslogan ria ternyata menjadi sangat menarik, tanpa sengaja di DF, aku berslogan:

Ketika Khofifah dan Yasin Limpo keselo

Ada berita menarik yang terlewatkan, yakni saat Muslimat NU ke-67 di Makassar, 29-05-2009, seperti yang diberitakan Inilah.com:

Polling SMS Debat Capres di TV One: SBY Unggul, JK-Win Naik

Acara debat capres yang dipandu oleh Anis Baswedan dengan pembawa acara Helmi Yahya, baru saja usai. Acara ini disiarkan langsung oleh Metro TV, TV One, dan Trans TV. TV One di samping menyiarkan langsung juga mengadakan polling SMS.

Penghapusan Ujian Nasional, kemunduran kebijakan

Hari ini saya membaca di salah satu harian di Riau, Riau Pos, isu kampanye MegaPro. Meskipun saya simpati dengan perjuangan MegaPro dan JK-Win menentang incumbent, tidak berarti semua materi kampanye pasangan alternatif ini saya setujui semua. Termasuk salah satu yang dikampanyekan Suryadi Khusaini, bahwa kalau MegaPro menang, kebijakan Ujian Nasional akan dihapus, karena kebijakan ini penuh ketidakadilan. Daerah perkotaan yang fasilitasnya lengkap, tentu diuntungkan.

Menciptakan kampanye yang bermartabat

Kritikan atas pelaksanaan kampanye pilpres dilontarkan oleh berbagai pihak. Pelaksanaan kampanye tidak menggambarkan visi dan misi masing-masing pasangan. Kampanye pun tidak menggambarkan apa program yang akan dijalankan masing-masing capres. Kampanye pun dinilai lebih banyak menonjolkan keunggulan pribadi dan menyerang kepribadian lawan.

Sungguh tidak adil kalau kita mengatakan bahwa capres yang ada sekarang tidak berbobot. Bahwa kampanye seandainya memang tidak berbobot, bukanlah semata tanggung jawab masing-masing kandidat, tetapi juga menjadi tanggung jawab pelaksana pemilu dan pembuat undang-undang pemilu.


Peran Bawaslu

Peran bawaslu dalam kampanye seharusnya diperjelas. Bawaslu dapat dijadikan wasit agar pelaksanaan kampanye berjalan sesuai yang diharapkan. Berbagai pelanggaran seperti perusakan atribut kandidat, keterlibatan pejabat BUMN, kampanye yang tidak sesuai prosedur, harus diserahkan kepada bawaslu agar ditindak seadil-adilnya.

Peran Undang-undang
Undang-undang kampanye harus jelas dan detail, sehingga tidak ada celah dari seorang pun calon untuk melakukan pelanggaran. Undang-undang juga harus memperjelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kandidat. Undang-undang juga harus bebas dari unsur multitafsir.

Undang-undang juga harus mengarahkan kampanye yang kondusif untuk perbaikan bangsa. Kampanye yang dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Kampanye yang menghasilkan secara jelas, apa dan kemana negara ini seandainya salah satu kandidat terpilih.

Sanksi
Sanksi dari pelanggaran kampanye selama ini baru sebatas bagian pidananya dengan maksimal 12 bulan. Sanksi pelanggaran belum secara substansial merugikan kandidat, oleh karenanya pelanggaran kampanye tidak memberikan resiko apa pun bagi kandidat.
Sanksi yang harus diberikan seyogyanya memberikan efek jera kepada kandidat, yakni mengurangi peluang ketermenangannya.

Negara harus belajar dari pilkades, di mana pilkades pada satu desa di Indonesia didasarkan pada satu peraturan yang sanksinya menyebabkan kandidat mati kutu untuk melakukan pelanggaran. Dalam pilkades Talang Pring Jaya Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, Panitia Pilkades dan kandidat sepakat untuk memberikan sanksi berupa pengurangan suara terpilih bagi pelanggar. Sanksi tersebut betul-betul membuat pelanggaran kampanye dihindari masing-masing kandidat karena dapat mengakibatkan segala usaha yang dilakukannya sia-sia.

Konklusi
Tanpa memperjelas peranan bawaslu, tanpa didukung undang-undang yang jelas, dan tanpa sanksi yang memberikan efek jera, pelaksanaan kampanye di Indonesia, tidak akan pernah sampai ke taraf bermutu.

Awan bertuliskan Allah di Kampanye JK-Win

Secara tidak sengaja, terbaca postingan di http://najidalghozi.wordpress.com/2009/06/16/awan-bertuliskan-allah-di-kampanye-jusuf-kalla-wiranto/ tentang awan bertuliskan Allah dalam kampanye JK-Win di Makassar. Perhatikan di detik 1:58.

Manuver PPP dalam Pilpres

Secara resmi Partai Persatuan Pembangunan mendukung koalisi SBY-Budiono. Tetapi dukungan secara resmi tersebut,tidak berarti bahwa suara PPP bulat ke SBY. Sejumlah Kader PPP membentuk Front Persatuan Pendukung Prabowo (FPPP). Sejumlah kader PPP terlihat saat pendeklarasian Jumat, 5 Juni 2009, yakni Sofyan Usman, Usamah al Hadar, Habil Marati, dan Emilia Contessa. FPPP dipimpin oleh Rusdi Hanafi, salah seorang Ketua DPP dan Somali Malik, Wasekjen DPP sebagai Sekjen. Ketua Departemen Kepemudaan yang juga Sekjen Angkatan Muda Kakbah (AMK) Joko Purwanto turut bergabung. Alasan utama kelompok ini adalah untuk melanjutkan hubungan baik antara PPP dengan Prabowo.

Kenapa Singapura takut kepada Indonesia

Ada isu bahwa Pemerintah Singapura, ak, Lee Kwan Yew sangat menyerang Habibie. Lee Kwan Yew telah berusaha agar Habibie tidak terpilih sebagai Wakil Presiden pada tahun 1998. Lee Kwan Yew, didesas-desuskan juga ikut mengharapkan agar Habibie lengser dari jabatannya saat Habibie menjadi presiden. Setelah Abdurrahman Wahid menjadi presiden, Lee Kwan Yew terpilih menjadi penasehat ekonomi presiden. Salah satu yang kemudian menjadi bahan sorotan politisi saat itu.

Peran Singapura dalam setiap suksesi Indonesia pasca reformasi didesas-desuskan sangat kuat. Ada perbincangan di kedai kopi bahwa Singapura melalui badan usaha yang ditanamnya di Indonesia membantu salah satu kandidat. Isu tersebut, konon, tidak berani dikemukakan, karena permainannya sangat cantik, sehingga tidak ada bukti yang dapat dijadikan pegangan. Politisi yang ingin memainkan isu ini, bisa-bisa akan mendapat serangan balik yang sangat fatal.

Tergantung dari benar atau tidaknya isu tersebut, timbul pertanyaan:
Mengapa Singapura ingin bermain di Indonesia?


Menurut dugaan saya, ada beberapa logika yang dapat ditarik:
1. Posisi Singapura di pinggir Indonesia. Singapura terletak di pertemuan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau Singapura sendiri adalah pulau yang dibeli Rafles dari Sultan Lingga Riau. Singapura sebenarnya tidak persis di pertemuan itu, Batam dan Bintan dapat menutupinya. Kalau Indonesia mengembangkan Batam, tentu saja kestrategisan letak Singapura akan hilang.

2. Singapura menjadi tempat belanja, berobat, pendidikan bagi warga Indonesia. Tidak ada perhitungan resmi, berapa uang yang diberikan kepada Singapura oleh warga Indonesia setiap tahunnya untuk keperluan perobatan, belanja, pendidikan, wisata tersebut. Tetapi dipercaya, jumlahnya tidak sedikit.

3. Singapura menjadi alamat kantor cabang perusahaan multinasional, yang marketingnya diarahkan ke Indonesia. Sejumlah perusahaan multinasional membuka kantor perwakilan cabang di Singapura. Perusahaan tersebut melemparkan produknya ke seantero nusantara (Asia Tenggara), tentunya Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar terbesarnya. Bagaimana jika perusahaan tersebut membuka perwakilannya di Indonesia?

4. Perusahaan Singapura beroperasi di Indonesia. Warga negara Singapura pada umumnya hanyalah pemilik modal yang menanamkan modalnya, bagian terbesar di Indonesia. Pemodal tersebut terdiri dari warga negara murni Singapura yang berinvestasi di Indonesia dan juga eks warga negara Indonesia yang telah sukses dan pindah kewarganegaraan. Jika Indonesia telah mampu mengembangkan enterpreneurnya, amankah para investor Singapura?

Itulah beberapa alasan sederhana, kenapa Singapura sangat peduli dengan kondisi Indonesia.

Apa sih keunggulan SBY?

Sampai saat ini pendukung SBY masih ada. Mereka dengan membabi buta membela SBY, seakan-akan seorang prajurit yang telah kena doping. Mengapa bisa?

Akhirnya ada juga iklan JK yang kusuka

Iklan kampanye JK selama ini dipenuhi pendapat-pendapat tokoh masyarakat. Iklan tersebut mungkin berpengaruh terhadap kalangan tertentu, tetapi bagi yang awam masih belum jelas. Iklan berikutnya berupa slogan-slogan kepanjangan JK, meniru iklan PKS pada periode pileg dulu. Dan iklan ini pun, bagi saya pribadi masih kurang greget.

Tadi malam ada iklan JK yang tampil di televisi, dengan latar belakang pembangunan bandara, di antaranya bandara Hasanuddin. Dalam iklan ini, ada ajakan untuk menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang bermartabat. Inilah ajakan yang paling bagus, oleh karenanya, di antara iklan kampanye capres, inilah iklan yang paling aku suka.

Entah bagaimana dengan anda?

Isu HAM di tengah kampanye Pilpres

Sungguh mengherankan, dalam lima tahun masa kepemimpinan SBY, tidak ada tuntutan dari kelompok mana pun terhadap pelanggaran HAM. Tetapi tiba-tiba saja, muncul pahlawan kesiangan yang mengungkit-ungkit isu ini.

Etika Politik, salah satu kata kunci SBY untuk membatasi gerak langkah JK

Harus diakui, tim sukses SBY memang pintar mengunci pencitraan lawannya. Etika, adalah salah satu poin yang dimainkan kubu SBY. Saat JK-Win mengungkapkan peran JK dalam penyelesaian perdamaian Aceh, di Anjong Monmata, Banda Aceh pada Sabtu 13 Juni lalu, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Bara Hasibuan, menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran etika bernegara.

Kelemahan Prosedur, peluang pelanggaran kampanye

Perusakan atribut JK-Win tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi juga di Kota Bekasi. Perusakan yang terkesan terorganisi tersebut dilakukan pada bagian mulut JK saja. Sampai saat ini, laporan tersebut belum bisa diproses karena pelaku tidak diketahui. Kepolisian meminta waktu tiga hari untuk menemukan pelaku. Jika dalam tiga hari gagal, laporan ditutup.

Manohara dan Kampanye Pilpres

Manohara, model cantik keturunan Amerika - Indonesia, tiba-tiba saja menjadi perbincangan. Meutia Hafidz, mantan aktivis perempuan, yang dalam kampanye pilpres periode ini mendukung JK-Win tidak mengabaikan kepopuleran Manohara.

Mungkinkah Pilpres Satu Putaran?

LSI dan tim sukses SBY selalu menekankan bahwa pemilu hanya akan berlangsung satu putaran. Pernyataan SBY tersebut tentu didukung oleh sejumlah fakta, misalnya persentase perolehan suara partai koalisi yang melebihi angka 50%, kenaikan suara partai demokrat yang memang dipicu oleh popularitas SBY dan hasil polling beberapa saat yang lalu yang cenderung memenangkan SBY.

Perang Survey semakin marak

Lembaga-lembaga survey semakin marak merilis hasil surveynya. Berikut adalah hasil survey dari beberapa lembaga: