Balikpapan Ibukota Baru Indonesia

Beberapa hari ini, isu pemindahan ibukota ramai dibahas. Pada umumnya, seakan yakin, ibukota baru tersebut adalah Palangkaraya. Padahal, Jokowi dan jajarannya masih merahasiakannya.

Menteri PPN / Kepala Bappenas menyatakan lokasi ibukota adalah lahan yang dikuasai negara. Lokasi tersebut belum ditentukan, tetapi di Kalimantan.

Berdasarkan selimut-selimut pernyataan tersebut dapat kita bahas sebagai berikut :

  1. Penggulir isu tidak menyatakan Palangkaraya sebagai lokasi tujuan pemindahan ibukota, padahal diketahui umum, alternatif Palangkaraya telah dimulai sejak Soekarno. Ini mengindikasikan kemungkinan besar calon lokasi ibukota tersebut adalah bukan Palangka Raya.
  2. Lahan yang tersedia tersebut, ada di Teluk Balikpapan, dekat Jembatan Pulau Batang.
  3. Teluk Balikpapan dilintasi rel kereta api dan Jalan Tol Balikpapan Samarinda yang serius dibangun oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur.
  4. Balikpapan telah direkomendasikan penelitian CIRUS Surveyor Group pimpinan Andrinof Chaniago yang pernah menjadi Menteri PPN/Kepala Bapenas di zaman Jokowi.
  5. Meskipun Kalimantan secara umum dikategorikan Indonesia Timur, tetapi sesungguhnya Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan masuk wilayah barat Indonesia.
  6. Kalimantan Timur dan Utara meskipun perkembangannya tinggi, tetapi kenyataannya kepadatan penduduknya masih rendah dibandingkan Kalimantan Selatan, Tengah dan Barat.
  7. Dari sisi panjang, panjang sisi timur pantai Kalimantan yang dilintasi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur hampir sebanding dengan panjang sisi selatan Kalimantan yang dilintasi Kalimantan Selatan, Tengah dan Barat dan Balikpapan dapat dikategorikan pertemuan dua sisi pantai Kalimantan tersebut.
  8. Balikpapan adalah titik pertemuan Kalimantan yang berada di sisi timur, sehingga dapat dikatakan pertemuan timur dan barat Indonesia.

Sepertinya, Balikpapan atau lebih tenggara lagi Kotabaru atau perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timurlah yang ideal untuk calon ibukota baru Indonesia.

0 komentar: