Provinsi Metropolitan Pekanbaru

Pertumbuhan ekonomi Riau menyebabkan pesatnya perkembangan penduduk Pekanbaru dan kawasan penyanggahnya. Dari 703.956 pada tahun 2005, 897.767 pada tahun 2010 menjadi 1.038.118 jiwa pada akhir 2015. Di siang hari, jumlah penduduk Pekanbaru mencapai 1,5 juta jiwa.
Perkembangan juga diikuti oleh daerah penyangga Pekanbaru, yakni Kampar dari 686.030 jiwa pada tahun 2010 menjadi 793.005 jiwa pada tahun 2015. Siak dari 388.506 jiwa pada 2010 menjadi 501.030 jiwa pada tahun 2014. Pelalawan dari 303.021 jiwa pada 2010 menjadi 415.864 jiwa pada tahun 2015.
Banyaknya jumlah penduduk pada daerah penyangga Pekanbaru tersebut dapat dilihat sebagai berikut :
  1. Selatan Pekanbaru (Kampar Kiri) : Siak Hulu (100.253)
  2. Barat Pekanbaru (Kampar Kanan ) : Tambang (61.027)
  3. Barat Pekanbaru (Tapung ) : Tapung (95.476), Tapung Hulu (81.936), Tapung Hilir (60.106).
  4. Utara Pekanbaru (Minas) :
Perkembangan ini sangat kontras dengan wilayah Utara Riau (Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis Daratan), selatan Riau (Kuantan SIngingi, Indragiri Hulu, Pelalawan Selatan / Bandar Petalangan, Indragiri Hilir) dan pesisir Timur Riau (Siak Timur, Pelalawan Timur : Kuala Kampar, Meranti, Bengkalis).
Dengan jumlah penduduk Pekanbaru dan penyanggahnya yang dominan, akan ada ketimpangan kebijakan di Provinsi Riau yang akan terfokus pada Pekanbaru dan daerah penyanggahnya.
Oleh karenanya, kalau Pekanbaru dan penyanggahnya berdiri sendiri yang meliputi :
  1. Kota Pekanbaru
  2. Kampar Kanan
  3. Kampar Kiri
  4. Tapung
  5. Kampar HIlir (Pelalawan bagian Barat : Langgam)
  6. Siak bagian Barat (Minas, Kandis, Perawang)
Wilayah ini cocok menjadi provinsi baru, yakni provinsi metropolitan Pekanbaru.

0 komentar: