Misteri Agus Silvi dalam Pilkada DKI

Tiba-tiba saja, nama Agus Harimurti Yudhoyono tampil menjadi pasangan Cagub – Cawagub Jakarta dari Poros Cikeas yang terdiri dari Demokrat, PAN, PPP dan PKB. Nama Yusril Ihza Mahendra yang selama ini gencar disebut-sebut Koalisi Kekeluargaan, hilang begitu saja.

Munculnya pasangan calon yang tidak pernah disebut-sebut namanya ini menimbulkan dua spekulasi :

  1. Demokrat telah bermain mata dengan Jokowi untuk memecah suara. Hal ini logis karena 3 (tiga) partai anggota poros ini adalah partai koalisi Jokowi.
  2. SBY memainkan strategi politiknya dengan memperkenalkan AGUS YUDHOYONO sebagai calon pemimpin Demokrat masa depan. Dengan mengikuti Pilkada DKI, Agus menerima konsekuensi pangkat terakhirnya hanyalah MAYOR INFANTERI. Begitu pula Sylviana Murni yang berakhir karir gurunya.

KALAH MENANG DALAM PILKADA, DEMOKRAT UNGGUL DARIPADA PDIP

Pertarungan Mega SBY adalah salah satu unsur menarik dalam drama politik Indonesia setelah reformasi yang mungkin gagal. Pengalaman sebagai Perwira Sospol sepertinya mampu mengantarkan SBY bukan hanya sebagai Presiden 2 (dua) periode yang pertama, tetapi juga sebagai pendiri partai besar.

Demokrat tercatat dalam sejarah berhasil memperoleh suara yang sangat besar dan ketika harus keluar sebagai akibat kedudukannya sebagai bemper, Demokrat pun masih bisa bertengger di posisi 4 (empat) besar.

Dengan mengusung AGUS HARIMURTI YUDHOYONO, SBY mempersiapkan kader sendiri yang sangat memahami ideologi Partai Demokrat. SBY telah mempersiapkan kelanjutan partainya.

Bertolak belakang dengan PDIP yang sampai saat ini masih mengandalkan MEGAWATI. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana nasib PDIP jika saja Megawati sudah tidak bisa memimpin lagi.

0 komentar: