JK-Win

Tulisan ini merupakan tulisan saat masa-masa kampanye pilpres JK-Win. Terpengaruh blog JK di kompasiana, maka saya mencurahkan hati saya melalui tulisan-tulisan di blog ini.

Banyak di antaranya yang bersumber dari postingan facebook yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Banyak yang bersifat emosional daripada faktual.

Tulisan ini merupakan arsip sejarah berpikir bagi saya.

Berikut tulisannya :

  1. Demi Satu Putaran, Rasionalitas pun diabaikan
  2. Bantulah yang lemah
  3. Hasil Poling SMS memenangkan JK-Win
  4. Mengukur Kekuatan Politik dan Kemampuan Personal JK-Win
  5. Paranormalisasi Kemenangan JK-Win
  6. Akhirnya JK-Win Gantung Sepatu
  7. Nasib Golkar Pasca Pilpres 2009
  8. Manohara dan Kampanye Pilpres
  9. Pendidikan Politik Sudah Gagal
  10. Tim Sukses
  11. Kampanye dengan cara survey
  12. Skenario besar yang memukau
  13. Mungkinkah SBY dikalahkan
  14. Poling SMS Debat Capres di TV-One : SBY Unggul, JK-Win Naik
  15. Perang Survey Semakin Marak
  16. Ketidaksantunan pendukung Capres Santun
  17. Terbukti Golkar partai Oportunis
  18. Divide et Impera
  19. Koalisi Prabowo dan JK ke SBY, Mungkinkah
  20. Masa Depan Golkar pasca Pilpres 2009
  21. Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan
  22. Mungkinkah Demokrat mengulang sukses Golkar
  23. Membantu dan politik uang
  24. Perubahan gaya iklan SBY-JK
  25. Menggagas ekonomi kebangsaan
  26. Etika Politik, salah satu kata kunci SBY untuk membatasi gerak langkah JK
  27. Pengurangan jumlah Menteri
  28. Awan Bertuliskan Allah di Kampanye JK-WIN
  29. Manuver PPP dalam Pilpres
  30. Keputusan MK mengabaikan hak masyarakat Dapil
  31. Kemenangan JK-Win, akhir dagang sapi
  32. Artis dalam Tim Kampanye JK-Win
  33. Bolaminia JK-Winia
  34. Kelemahan Prosedur, peluang pelanggaran kampanye
  35. Ada apa di balik slogan SBY
  36. Di balik hak angket DPT Pilpres
  37. Kreativitas Inisial Pasangan Capres
  38. Kenapa tidak ada yang bicara listrik dan tenaga kerja
  39. Rusli Zainal pun tertarik publikasi blog
  40. Ketika slogan-slogan jadi menarik
  41. Penghapusan Ujian Nasional, kemunduran kebijakan
  42. Perbandingan para kandidat Capres/Cawapres
  43. Perang Survey 

0 komentar: