Energi Alternatif Nuklir Thorium

Indonesia merupakan negara yang berlimpah sumber daya alam. Salah satunya thorium. Cadangan thorium di Indonesia menurut Bob Soelaiman Effendi, Chief Representative Martingale Inc cukup untuk kebutuhan listrik 1.000 tahun.

Harga Murah

Biaya produksi pembangkit listrik yang menggunakan thorium sebesar US$ 3 sen per Kwh. Hal ini sangat jauh murah dibandingkan batu bara yang berbiaya US$ 10 sen-US$ 12 sen per Kwh.

Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Thorium merupakan bahan cair. Karena cair, reaktor nuklir yang memanfaatkan bahan ini aman bila dibandingkan yang memanfaatkan uranium. Dibandingkan solar atau batu bara, thorium relatif tidak menghasilkan gas buang atau emisi.

PLTN Hijau pertama di Asia Tenggara

Perusahaan Amerika Serikat, Martingale Inc tengah melakukan kajian, dalam tahap pra feasibility study. Kajian kelayakan tersebut akan dilaporkan ke Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Martingale Inc telah melakukan MOU dengan PLN, Pertamina dan Inuki.

Jika berjalan mulus, PLTN berbiaya US$ 780 juta yang didanai kas internal perusahaan akan dibangun di luar Jawa, terbidik Sumatera. Targetnya, berdaya 500 MW mulai dibangun tahun 2018 dan beroperasi tahun 2021.

PN Timah bangun Pabrik Thorium

Pulau Bangka Belitung memiliki 180 ribu ton monasit. Sekretaris Perusahaan PT Timah Agung Nugroho mengatakan perusahaan tersebut berencana membangun pabrik yang mengolah mineral tersebut menjadi thorium. Selama ini mineral tersebut hanya merupakan mineral ikutan timah.

Pro Kontra

Meskipun thorium merupakan nuklir hijau, tetapi karena menggunakan istilah nuklir, mengkhawatirkan masyarakat. Bencana nuklir berbahan uranium adalah salah satu alasan yang dijadikan.

0 komentar: