Pro Kontra PAN masuk kabinet

Partai Amanat Nasional pimpinan Zulkifli Hasan memutuskan untuk mendukung pemerintah dan masuk ke kabinet. Apa tanggapan atas hal ini?

PKB legowo, tapi tidak ingin kurang jatah

Politikus PKB Lukman Edy tidak mempermasalahkan masuknya PAN, tetapi PKB tidak ikhlas jatah kursi menterinya dikurangi.

Zulkifli Hasan itu inkonsisten, memberikan contoh yang buruk

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menyatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan gagal menunjukkan konsistensinya dalam koalisi di luar pemerintah Koalisi Merah Putih (KMP), padahal sebagai Ketua MPR, Zulkifli Hasan seharusnya memberikan contoh yang baik dan patut dibanggakan bagi anak bangsa.

Sikap pragmatis Zulkifli Hasan menunjukkan tidak adanya komitmen dan konsistensi

Polster KedaiKopi menyatakan sikap PAN masuk kabinet yang sangat pragmatis menunjukkan bahwa Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR tidak memiliki komitmen dan konsistensi. Contoh yang tidak baik bagi anak bangsa.

Nama Koalisi Pemerintah diganti

Anggota Komisi II DPR dari PKB, Lukman Edy mengusulkan nama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) diganti menjadi Koalisi Nusantara sebagaimana diusulkan Partai Hanura bila PAN jadi berkhianat dari KMP dan bergabung dengan pemerintah.

KMP Catat Omongan Zulhas

Berada di luar pemerintahan sama mulianya dengan berada di dalam pemerintahan karena merupakan penyeimbang, demikian kata Sekretaris Harian Koalisi Merah Putih (KMP), Fachri Hamzah. Kita mencatat omongan Zulkifli Hasan bahwa PAN bergabung di pemerintah, tetapi tidak mendukung KIH.

Prabowo, rupiah kuat jika ekonomi negara kuat

Prabowo Subianto melepas kepergian Zulkifli Hasan dan PAN dengan sebuah pesan bahwa rupiah hanya akan kuat jika ekonomi negara kuat. Negara hanya akan kuat jika benar-benar memiliki aktivitas produksi dan ekonomi di dalam negeri. Kekuatan itu tentang kepemilikan. Jika aktivitas ekonomi banyak, tapi bukan milik negara, warga negara, Indonesia tidak akan pernah menjadi negara kuat. Karena keuntungan ekonomi lari ke negara lain. Pertumbuhan ekonomi sebesar apa pun tidak ada artinya apabila kepemilikan bukan di tangan bangsa Indonesia.

Otak Zulkifli Hasan penuh dengan Nafsu Kekuasaan

Pengamat politik Jajat Nurjaman menilai bergabungnya PAN ke pemerintah adalah blunder. Kinerja buruk pemerintahan Jokowi bisa mengancam PDIP dan PKB tidak masuk dalam jajaran partai besar, dan PAN bisa terancam tidak lolos Electoral Thresold (ET).

Menurut Jajat, otak Zulhas hanya nafsu kekuasaan, tetapi tidak memikirkan masa depan partainya.

Amien Rais biang kerok

Politikus Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menuding Amien Rais sebagai biang kerok di balik tidak “amanahnya” PAN. Ini kekacauan oleh Amien Rais, katanya.

0 komentar: