Keunggulan Pengusung Prabowo daripada Pengusung Jokowi

Siapa yang akan menang dalam pilpres nanti masih misteri, karena angka yang pasti saat ini hanyalah Tuhanlah yang tahu, tetapi bagaimana pun, raihan yang diperoleh pasangan Prabowo – Hatta sangat fantastis. Klaim sejumlah lembaga survey seperti LSN, Puskaptis bahwa Prabowo Hatta telah menang dibandingkan dengan rilis lembaga-lembaga survey pro Jokowi yang meskipun masih merilis kemenangan Jokowi tetapi dengan selisih yang sudah tipis menunjukkan satu kesimpulan yang sama, elektabilitas Prabowo – Hatta meningkat.

Prabowo-Hatta masih harus tetap bekerja keras, baik untuk mengejar, atau pun menambah kemenangan atau pun mempertahankan kemenangan, tetapi kita patut mengapresiasi hasil yang dicapai ini.

Apa keunggulan Prabowo – Hatta?

  1. Kesediaan berkorban yang tinggi, baik dari partai-partai mau pun perorangan yang memiliki pendukung. Partai-partai yang besar seperti Golkar, Demokrat, PKS, PPP, PBB mau mengalah untuk tetap mendukung pasangan ini walau pun kursi Wapres tidak mereka dapatkan. Demikian pula tokoh sekelas Mahfudz, Rhoma Irama, Surya Dharma Ali, Marzuki Alie, Akbar Tanjung, Harry Tanoesoedibjo, Aburizal Bakrie dan Ahmad Dhani yang tetap konsisten dengan dukungannya.
  2. Kesadaran bersama yang tinggi bahwa mereka telah tertinggal jauh. Para tokoh-tokoh ini sadar bahwa Prabowo adalah satu-satunya tokoh yang paling mendekati elektabilitas Jokowi berdasarkan hasil survey sebelum kesepakatan disetujui.
  3. Militansi pendukung yang tinggi. Para pendukung Prabowo sadar bahwa saat deklarasi diumumkan, tokoh yang diusung mereka sudah ketinggalan jauh, sementara waktu yang tersisa masih sedikit, sehingga dibutuhkan perjuangan yang sangat tinggi.
  4. Strategi yang rapi. Para pengusung Prabowo adalah partai-partai dan pribadi yang telah berpengalaman memenangkan pilpres dimulai sejak awal reformasi dengan mendudukkan Gus Dur dan memenangkan SBY selama dua periode.
  5. Lobi yang sangat cair. Para pengusung memiliki tokoh-tokoh dengan kemampuan komunikasi dan diplomasi yang sangat tinggi.
  6. Kemampuan menyatukan visi dan misi. Meski terdiri dari aneka partai yang memiliki kepentingan dan visi misi yang beraneka ragam, tetapi mereka mampu menyatukan visi misi mereka, menyederhanakannya sehingga sinergi. Prabowo telah menurunkan cita-citanya dalam mengejar target pemenuhan pasal 33 UUD menjadi renegoisasi kontrak, sementara Hatta Radjasa menaikkan visi ekonominya menjadi mengejar kehilangan dan kebocoran sumber daya ekonomi Indonesia.

Namun apakah langkah dan laju raihan elektabilitas ini akan berwujud duduknya pasangan ini, hanya Tuhanlah yang akan tahu.


Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: