Kampanye korupsi Prabowo bisa blunder

Meskipun Gerindra, partai pendukung utama Prabowo hanya menempati peringkat ke-7 dengan indeks 1,9 dibandingkan PDIP partai pendukung utama Jokowi yang menempati peringkat ke-1 partai terkorup di Indonesia dengan indeks 7,7, kampanye korupsi Prabowo tetap bisa menjadi blunder.

Meskipun penangkapan SDA oleh KPK berbalas dengan panggilan terhadap Helmy Faizal Zaini, Menteri PDT dari PKB, tetapi proses terhadap SDA terang benderang sementara proses terhadap Helmy Faizal Zaini tersuruk oleh gegap gempita kampanye.

Indeks Partai Terkorup

ICW telah merilis indeks partai terkorup periode 2002 – 2014 sebagai berikut:

  1. PDIP (7,7) 27 kader terlibat.
  2. PAN (5,5) 8 kader.
  3. Golkar (4,9 ) 40 kader.
  4. PKB (3,3) 2 kader.
  5. PPP (2,7) 8 kader.
  6. PKPI (2,1) 1 kader.
  7. Gerindra (1,9) 2 kader.
  8. Demokrat (1,7) 17 kader.
  9. PBB (1,6) 2 kader.
  10. Hanura (1,5)
  11. PKS (0,3)

Kasus Anas, Korupsi Sapi dan Ratu Atut

Meskipun PKS memiliki indeks korupsi yang kecil, tetapi tertangkap tangannya Ketua Umum PKS, Lutfi Hasan Ishak merupakan isu yang dijadikan pegangan bagi pendukung Jokowi untuk mengaitkan korupsi ke Koalisi Merah Putih. Apalagi, kemudian dikaitkan dengan Anas Ketua Umum Demokrat, MS Kaban Ketua Umum PBB dan Surya Dharma Ali Ketua Umum PPP.

Sementara kasus Muhaimin Iskandar dan Helmy Faishal Zaini dari PKB serta kasus-kasus politisi PDIP, Hanura dan PKPI tertutupi dari perhatian publik.

Dengan sisa waktu yang tinggal dua minggu, kampanye korupsi Prabowo akan dapat menjadi blunder dan membutuhkan kerja tambahan untuk menjelaskannya ke masyarakat awam.

0 komentar: