Empat Isu Krusial UU Pemilu

Empat Isu Krusial UU Pemilu telah diselesaikan oleh DPR pada hari Kamis 12 April 2012.

Empat isu krusial tersebut yakni:

  1. Metode penghitungan suara
  2. Ambang batas parlemen
  3. Sistem pemilu
  4. Alokasi Kursi

Metode Penghitungan Suara

Ada dua opsi metode penghitungan suara yang dibahas, yakni:

1. Metode kuota murni, didukung oleh 342 anggota dewan yakni:

  • 140 orang Partai Demokrat
  • 54 orang Partai Keadilan Sejahtera
  • 42 orang Partai Amanat Nasional
  • 28 orang Partai Kebangkitan Bangsa
  • 37 orang Partai Persatuan Pembangunan
  • 24 orang Partai Gerindra
  • 17 orang Partai Hanura

Metode kuota murni pembagian kursi habis di dapil dari jumlah angka Bilangan Pembagi Pemilu (BPP). BPP adalah jumlah suara parpol yang lolos PT di dapil dibagi jumlah kursi.

2. Metode divisor dengan varian webster habis di dapil didukung 188 anggota dewan yakni:

  • 97 orang Partai Golkar
  • 91 orang PDI Perjuangan

Divisor varian webster adalah suara sah di dalam suatu dapil dari partai peserta pemilu yang lolos parliamentary thresold (PT) habis dibagi di dapil dengan angka ganjil.

Ambang Batas Parlemen

Ambang batas parlemen disetujui 3,5 %.

Sistem Pemilu

Sistem pemilu disepakati proporsional terbuka. Sistem proporsional terbuka adalah sistem yang memungkinkan caleg dengan pendukung terbanyak yang duduk di parlemen.

Alokasi Kursi

Alokasi kursi disepakati 3-10 kursi per dapil.

Tulisan ini bagian dari :

Golkar

0 komentar: