Motivasi pengeboman JW Marriot dan Ritz-Carlton

Bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia. Jumat 17/7/2009 hotel JW Marriot yang rencananya tempat tim MU dalam tour ke Jakarta, meledak. Pimpinan Holcim International asal Selandia Baru, Thomas Mackay turut menjadi korban. Terhadap pengeboman tersebut, ada beberapa motif yang beredar di masyarakat:
1. Kekalahan pilpres
2. Tragedi Papua
3. Terorisme kelompok jaringan teroris
4. Pengalihan fokus


Pengeboman akibat kekalahan pilpres
Motif kekalahan pilpres diungkapkan oleh Presiden SBY dengan menyindir adanya hubungan bom dengan “kekalahan” pilpres 2009 “Akan ada revolusi bila SBY menang. Ada pernyataan Indonesia akan seperti Iran bila SBY menang. Ada ancaman, bagaimana pun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik.” Pernyataan serupa pun disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia, Amidhan “Saya mengindikasikan ini ada kaitannya dengan Pilpres yang berdasarkan perhitungan cepat dimenangkan pasangan SBY-Boediono“.

Terhadap motif tersebut, JK mengungkapkan,"Tidak ada itu, jadi dikira Megawati dan saya yang melakukan itu?.. Lihatlah contohnya bom Bali. dari pengalaman kasus-kasus tersebut perencanaan peledakan bom dilaksanakan berbulan-bulan melalui survei, pemantauan dan perencanaan matang.”

Capres Megawati, “Jangan saat kita menunggu hasil KPU, itu lalu dibuat sepertinya ada hal-hal yang kita lakukan (untuk mengebom)….Saya inikan capres, ya buat saya pemilu, lah tunggu saja hasilnya, tapi kalau ini kan urusan pemerintah yang harus diselesaikan supaya rakyat menjadi aman dan warga asing dengar dan banyak korbanya orang asing itu pasti dilihat sebagai negara aman.“

Cawapres Prabowo Subianto “Dari segi modus, motivasi, dan sasaran, ini tetap jaringan teroris profesional. Kalau melihat bom Bali, JW Marriott pertama, yang menggunakan manusia untuk bunuh diri. Ini butuh tingkat komitmen yang kuat dan besar. Nanti bukti-bukti akan mengungkapnya.”

Tragedi Papua
Pasca pilpres terjadi serangkaian kekerasan di Papua. Reinhard menulis "kelompok kelompok yang anti kemapanan dan keberhasilan ekonomi (juga pilpres) Indonesia juga jangan menampikkan peristiwa di Papua beberapa hari belakangan ini kan ?"

Terorisme jaringan terorisme
Sempalan kelompok Noordin M top masih bergerak hingga sekarang. Oleh karenanya tidak tertutup kemungkinan serangan ini dilakukan oleh kelompok ini. Patut dicurigai juga mengenai ledakan yang nyaris terjadi sebelum kedatangan team sepak bola Menchester United ke Indonesia, pesan yang disampaikan jelas yaitu Indonesia adalah negara tidak aman …

Pengalihan Fokus
Adanya serangkaian peristiwa-peristiwa besar di Indonesia memungkinkan terjadinya suatu skenario. Dalam perjalanan republik ini, skenario-skenario pengalihan fokus sudah terlalu sering terjadi. Oleh karenanya tidak tertutup kemungkinan serangan bom ini adalah strategi pengalihan fokus, mengingat ketatnya pengamanan Marriot. Artinya tidak sembarangan orang bisa membawa bahan-bahan berbahaya tersebut.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: