Buntut terorisme KPU dijaga ketat

Meledaknya bom JW Marriot memberi berkah tersendiri bagi KPU. Sejalan dengan ucapan SBY bahwa mungkin saja motif pengeboman adalah akibat pilpres, KPU mulai dari tingkat nasional sampai KPUD dijaga ketat oleh pihak keamanan. Jangan resahkan masyarakat
Tindakan tersebut bagi sebagian kalangan dinilai berlebihan. Tindakan tersebut juga menimbulkan opini bahwa benar ada ancaman tersebut. Tindakan tersebut juga akan menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran baru, bahwa benar di Indonesia sedang ada rencana revolusi.

Jangan abaikan tempat rawan yang lain
Fokusnya pengamanan pileg dan pilpres selama ini justru mengabaikan keamanan tempat lain. Bom yang biasanya bersangkutan dengan terorisme biasanya mengincar fasilitas-fasilitas pariwisata seperti bandara, hotel, sarana rekreasi dan lain-lain. Jangan sampai akibat pengetatan pengamanan KPU, justru bandara, hotel dan lain-lain menjadi sasaran empuk kaum teroris.

Jangan abaikan demokrasi
Seandainya pemilu diumpamakan sepakbola, kecurangan-kecurangan tim tetap harus diusut meskipun pemenang sudah diketahui. Jangan karena nila setitik, rusak gulai sebelanga. Jangan karena kecurangan sedikit, kemenangan menjadi cemoohan. Dan tentu saja, dapat dicari solusi agar pertandingan berikutnya lebih sportif, lebih elegan dan lebih fair.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: