Akhirnya JK-Win gantung sepatu

Hasil resmi pilpres baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB nanti. Namun, quick count yang diselenggarakan sejumlah lembaga survey sudah mendekati final. Hasilnya: SBY menang dengan 59%, Megapro:27% dan JK-Win:14%. Dengan perolehan tersebut diperkirakan JK-Win akan gantung sepatu.

Sebagai anak bangsa kita berharap pemilihan yang baru berlangsung tadi jujur dan adil, sehingga ekses negatifnya tidak ada. Bahwa ada yang kecewa dan ada yang gembira itu pasti. Di rumah saya yang kebetulan pemilih ketiga pasangan tersebut ada, raut kegembiraan jelas ada pada pendukung SBY. Sementara yang milih Megapro sampai berucap "Tertumpang perahu karam", dan saya yang memilih JK-Win juga sempat terucap "Perubahan, hanya mimpi.".

Jangan euforia
Sebagai anak bangsa saya berharap, pihak yang menang jangan bereuforia. Seperti pileg sebelumnya yang dimenangkan secara drastis oleh Demokrat yang mengesankan adanya kesombongan dari petinggi-petinggi Demokrat, saya berharap euforia seperti itu hendaknya dihilangkan. Jagalah perasaan bekas lawan. Toh, sudah menang. Ingat, kepahitan dalam berbagai peristiwa demokrasi, justru lebih dirasakan para pendukung dibandingkan yang didukung. Oleh karenanya, jagalah perasaan yang kalah.

Rekonsiliasi pasca pemilu
Suasana kompetisi seringkali diwarnai berbagai hal yang tidak masuk akal. Berbagai trik dan strategi digunakan. Mulai dari yang sehat, sampai yang tidak masuk akal. Itu adalah realitas.

Oleh karenanya, para pemimpin bangsa, hendaknya melupakan segala yang terjadi pada saat kampanye dan secepatnya menciptakan suasana yang kondusif demi kemenangan bangsa. Bahwa yang kalah akan beroposisi, itu adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Sebab, oposisi diperlukan agar, penguasa tidak kehilangan control dalam menjalankan pemerintahannya.

Selamat buat SBY
Terakhir saya mengucapkan selamat buat Bapak SBY. Saya mohon maaf kalau selama ini dalam postingan saya ini ada yang bernada negatif. Bahwa tulisan-tulisan saya bernada mendukung JK-Win selama kampanye berlangsung adalah hak saya sebagai warga negara meskipun saya sendiri bukan orang Golkar, bukan orang Hanura dan juga bukan anggota resmi dari tim relawan JK-Win. Saya adalah orang yang ingin bahwa dalam setiap suksesi kepemimpinan di negara ini harus ada perubahan karena adalah kelaziman bahwa pemimpin baru cenderung akan mengadakan perubahan, sementara yang lama cenderung melanjutkan apa yang ada tanpa keinginan mengadakan modifikasi dan bahkan cenderung mulai berhitung-hitung dengan imbalan. Saya berharap Bapak dapat menunjukkan kepada saya bahwa pendapat saya itu salah. Bahwa meskipun Bapak melanjutkan kepemimpinan Bapak sebelumnya, tetapi sekurang-kurangnya pada awal-awal pemerintahan Bapak di periode kedua ini akan mengadakan sedikit perubahan.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: