Tim Siluman

Banyaknya tim siluman dan pendukung jadi-jadian serta egonya KPU saat ini, membuat Sekjen Lembaga Pemantau Pemilu Presidium Alumni (LPPA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ade Reze Hariyadi dan Nehemiah Lawalata dari Lembaga Forum Dialog Bakti Nusantara (FDBN)prihatin. Kalau tidak ada perbaikan, pilpres 2009 akan sama dengan pilpres Iran yang sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi. Menurut Ade, gerilya tim siluman atau pendukung jadi-jadian di berbagai daerah hingga menembus desa, merupakan satu masalah yang bisa memicu konflik. Tim sukses harusnya mengikuti aturan. Masuk dalam tim yang diakui dan terdaftar di KPU.

Tim siluman atau tim bayangan adalah tim sukses yang kehadirannya dipelopori oleh SBY pada pilpres 2009 lalu. Kehadiran tim ini ternyata efektif dalam menggalang dukungan masa kepada SBY. Tim ini terkenal dengan aksinya yang disebut operasi senyap.

Menurut Ade, pembentukan tim di luar tim resmi adalah perilaku korup dan tidak menghormati aturan. Tim tidak resmi tentu saja tidak memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan-aturan KPU. Mereka tidak harus melaporkan susunan timnya, struktur organisasinya dan pendanaannya.

Oleh karenanya, opini untuk memberantas tim siluman atau pendukung jadi-jadian sangat perlu didukung untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan efektif.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: