Perubahan gaya iklan SBY - JK

Hari ini Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla sama-sama menampilkan iklan baru. Jenderal SBY menampilkan iklan baru yang mungkin untuk menepis tudingan miring dengan kesan jaimnya selama ini, dan juga untuk mementahkan klaim-klaim JK dengan menampilkan para petani, guru, nelayan di mana semua keberhasilan yang terjadi adalah berkat usaha pekerja lapangan tersebut. Tidak lupa SBY mengucapkan terima kasih Indonesia. Suatu iklan yang cerdas mengambil fenomena dari masyarakat.

Pasangan JK-Win pun menampilkan iklan baru yang mengingatkan kekayaan Indonesia dan segala potensi yang dimiliki Indonesia yang sebenarnya dapat membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri. Iklan ini disertai ajakan untuk memperjuangkan kemandirian bangsa. Tanpa sedikitpun menyentuh ajakan pilihan ke no-3.

Perbandingan
Kedua iklan ini sangat bagus dan tidak kelihatan serang menyerang secara frontal. Namun, tema iklan SBY jelas menyerang JK, sementara JK, penenerima Tanda Kehormatan "Commander Del' Odre de Leopold" dari Kerajaan Belgia (2009), Doktor Honoris Causa dari Universitas Soka Jepang (2009) dan Doktor Honoris Causa dari Universitas Malaya (2007), murni ajakan untuk kemandirian bangsa.

Kedua iklan ini pun sudah mulai mengurangi aktivitas menonjolkan diri (jaim) meski SBY masih mengemukakan menurunkan minyak 3 kali.

Kedua iklan ini adalah iklan yang bagus menurut saya, tetapi mungkin karena terpengaruh subjektivitas pribadi saya, saya menilai iklan JK jauh lebih baik.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: