Perang Survey semakin marak

Lembaga-lembaga survey semakin marak merilis hasil surveynya. Berikut adalah hasil survey dari beberapa lembaga:

Pusat Kajian Strategi Pembangunan Sosial Politik Indonesia (PKSPSPI):
1. SBY-No 37,05%
2. Mega-Prabowo 31,50%
3. JK-Win 26,6%
Menurut Prof. Iberamsyah, penurunan suara SBY akibat komentar SARA Ruhut Sitompul.

Reform Institute:
1. SBY-No 62,92%
2. Mega-Prabowo 16,99%
3. JK-Win 11,31%

Survei Soegeng Sarjadi Sindycate (SSS):
1. SBY-No 52,5%
2. Mega-Prabowo 24,4%
3. JK-Win 20,2%

Semua lembaga survey mengakui bahwa elektabilitas SBY-No cenderung menurun, dan JK-Win cenderung meningkat.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

2 komentar:

DefriansyahPSI mengatakan...

Ghobro,
survey-survey itu tidak lepas dari politik pencitraan... hasilnya pada pemilu legislatif sudah dinikmati oleh Demokrat....

untuk pilpres... harusnya rakyat lebih sadar...dan tidak mudah dibohongi dengan menggunakan ilmu statistik....

Ilmu bukan untuk membodohi .. tetapi mencerahkan..
salam Indonesia

ghobro mengatakan...

benar, surveyor seharusnya netral sehingga dapat memberi masukan yang berharga bagi masyarakat, bukannya sebagai opinion maker.