Neo Orbais dan Neo Liberalis

Ada dua tuduhan yang harus dihadapi pasangan SBY Boediono, yakni neo orbais dan neo liberalis. Tuduhan pertama ditujukan oleh banyaknya aktivitas-aktivitas SBY yang dinilai memfotokopi tindakan Orba. Kasus terbaru, yakni kasus email Prita Mulyasari dianggap bagian dari praktek Orba. Kasus lain yang menghangat adalah tuduhan politisi PBR yang kini pindah ke Demokrat tempo dulu terhadap SBY yang ditandai dengan tuduhan pencemaran baik oleh SBY. Pengadilan terhadap pidato Rizal Ramli juga merupakan salah satu ciri lain yang diterapkan kepada SBY.

Koalisi
Sistem SBY mengumpulkan banyak koalisi yang dari perhitungan suara telah mencapai lebih dari 51% mengingatkan orang pada single majority Golkar para era Orde Baru. Pencopotan Ketua FKB Effendi Choirie dan Ketua FPBR, juga dianggap indikasi lain dari Orde Baru.

Tuduhan Neo Liberal secara khusus tertuduh kepada pasangan SBY, yakni Cawapres Boediono. Tuduhan ini beralasan kuat. Peran Boediono dalam sejumlah privatisasi BUMN dan kebijakannya lebih mengarah ke stabilitas moneter dibandingkan ekonomi riil dan distribusi ekonomi, dianggap indikator Neo-Liberal.

Kepiawaian SBY
SBY tidak hanya mewarisi sifat-sifat jelek Orba,tetapi juga kekuatannya. SBY tidak hanya sekedar meredam isu, tetapi justru merangkul pihak-pihak yang menentangnya, misalnya Zaenal Maarif kini menjadi politisi Demokrat. Rizal Ramli sekarang menjadi salah satu tim sukses SBY. Dengan kepiawaian ini, fakta berubah menjadi isu. Dan isu menjadi angin kosong.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: