Mungkinkah Pilpres Satu Putaran?

LSI dan tim sukses SBY selalu menekankan bahwa pemilu hanya akan berlangsung satu putaran. Pernyataan SBY tersebut tentu didukung oleh sejumlah fakta, misalnya persentase perolehan suara partai koalisi yang melebihi angka 50%, kenaikan suara partai demokrat yang memang dipicu oleh popularitas SBY dan hasil polling beberapa saat yang lalu yang cenderung memenangkan SBY.

Tetapi apakah pernyataan itu sekarang benar? Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyatakan sebaliknya. Trend penurunan elektabilitas SBY berdasarkan hasil survey berbagai Lembaga Survey seperti LSI, LSN, Lingkaran Survey Indonesia, Reform Institute dan LP3ES patut mendapat perhatian. Trend elektabilitas SBY dari angka 70% pada 1 Juni menjadi 63% pada 10 Juni artinya ada penurunan 5% selama 10 hari. Jika penurunan tersebut dihitung tetap, 20 hari mendatang, akan ada penurunan 10% artinya elektabilitas SBY tinggal 53%. Biasanya pada saat-saat akhir, pertarungan akan semakin ketat, dan trend tersebut juga akan meningkat. Ray Rangkuti memperkirakan pada saat pemilihan nanti, elektabilitas SBY akan di bawah 50%.

Oleh karenanya, berkaca pada pernyataan Ray Rangkuti tersebut, tidak mungkin pilpres satu putaran.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

2 komentar:

DefriansyahPSI mengatakan...

Ghobro,
pilpres satu putaran.. salah satu cara untuk brain wash masyarakat ... sebagai salah satu cara memenangkan pilpres... dengan cara yang tidak fair...

kalau mereka menang... program brainwash lainnya akan terus dilakukan....

relakah kita bangsa ini hanya berisi robot-robot hasil brainwash ...
tentu saja tidak rela...

ghobro mengatakan...

metode brainwash demokrat sepertinya manjur, banyak pendukung sby yang membabi buta. Jika fakta yang disampaikan, dibilang fitnah. dsb dsb