Mungkinkah orang Luar Jawa dapat terpilih

Keputusan Jusuf Kalla (JK) menjadi capres adalah sebuah keputusan besar yang patut dihargai. Seandainya JK tidak mencalonkan diri, koalisi SBY akan menjadi sangat besar sekali, sebaliknya Megawati yang pernah menjadi presiden elektabilitasnya menjadi sangat turun. Megawati Prabowo akan berjuang sendirian melawan incumbent. Munculnya JK membangkitkan semarak demokrasi. Ada harapan non-incumbent menang. Artinya, incumbent harus bersusah payah kalaupun hasil akhirnya tetap memenangkan SBY. Nilai perjuangan tersebut merupakan suatu panduan dan peringatan bagi incumbent agar dalam melaksanakan kebijakannya harus tetap ingat kepada konstituen. Sebaliknya apabila kemenangan dapat diraih dengan mudah, incumbent mungkin akan bertindak semaunya.

Dari hari ke hari, JK menuai dukungan. Perlahan tapi pasti, JK beranjak dari persentase yang kecil menuju persentase besar. Boleh jadi, angka-angka yang dikumpulkan sedemikian besar dan cukup untuk menumbangkan incumbent.

Namun masih banyak juga yang pesimis. Latar belakang JK dari luar Jawa sering dimunculkan. Dari segi hitungan matematis, mungkinkah luar Jawa memenangkan pemilihan? Demikian pula JK, mungkinkah dia bisa menciptakan sejarah baru? Indonesia bukanlah Amerika, jika Obama dapat membuat sejarah baru di Amerika, akankah JK mampu membuat sejarah baru di Indonesia?
Tulisan ini bagian dari :
SBY

0 komentar: