Mengukur Kekuatan Politik dan Kemampuan Personal JK-Win

Mengapa JK harus memilih Wiranto? Bagaimana kekuatan politik mereka? Dan bagaimana kemampuan personal calon pemimpin Indonesia ini?

Aryos Nivida, Aktivis ACSTF menulisnya di Harian Aceh sebagai berikut:

Kekuatan Politik
Pasangan JK-Win mewakili luar Jawa dan Jawa. JK berasal dari Sulawesi, luar Jawa. dan Wiranto berasal dari Solo, Jawa.

Pasangan JK-Win mewakili unsur nasionalis dan Islam. JK sangat erat dengan pemikiran keislaman dan hingga saat ini menjadi Ketua Harian Yayasan Islamic Center al-Markaz. JK dekat dengan pemikir Islam baik dari partai politik maupun akademisi. JK didukung oleh pondok pesantren di Jawa (Pondok Pesantren As-safariyah, Sukaraja, Sukabumi, pesantren Ibadurrahman dan lain-lain). Wiranto kental dengan pemikiran nasionalismenya.

Pasangan JK-Win mewakili unsur sipil-militer. JK didukung kaum saudagar . Wiranto memiliki pemahaman di bidang strategi pertahanan.

Pasangan JK-Win diusung Partai Golkar dan Hanura. Sebagian pengurus Hanura berasal dari jebolan Golkar. Ini mempermudah JK-Win melakukan konsolidasi dan perencanaan karena visi dan misi kedua partai hampir sama.

Kemampuan Personal
JK pernah menjadi komisaris utama PT Bukaka Teknik Utama (1988 - 2001), komisaris utama PT. Bukaka Teknis Singtel internasional (1995 - 2001), Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Abdurrahaman Wahid (1999 - 2000), dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteeraan Rakyat di era Presiden Megawati (Agustus 2001 - April 2004). Sedangkan pengalaman di bidang organisasi cukup banyak diantaranya Dewan Penasihat ISEI Pusat (2000 - sekarang), Ketua Harian Yayasan Islamic Center Al – Markaz (1994 - sekarang), dan Ketua Ikatan Keluarga Alumni UNHAS (1992 - sekarang).

JK sosok pemimpin yang cekatan, tegas, dan bijaksana dalam mengarahkan roda kepemerintahan Indonesia. Sehingga banyak kebijakan yang dikeluarkan dari pemikiran dirinya untuk rakyat Indonesia. Karir JK selalu berurutan, tidak melompat-lompat. Memulainya dari seorang pegawai biasa, lalu naik ke level manajer, direktur utama, komisaris utama hingga pesiun. Bagaimana dengan karir politiknya. JK merintisnya dari aktivis mahasiswa, anggota MPR, menteri, menteri koordinator, hingga jabatan terakhirnya di pemerintahan sebagai Wapres.

Bagaimana, karir Wiranto dalam dunia militer. Berdasarkan referensi beberapa bacaan, karir Wiranto bisa dikatakan menanjak cepat. Pada 1985 dia menjabat Kepala Staf Brigade Infanteri IX/ Kostrad, 1 Mei 1985. Butuh waktu empat tahun baginya menduduki jabatan Asisten Operasi Divisi II/Kostrad. Karirnya makin kinclong saat dia menjadi ajudan Presiden Soeharto, (1Oktober 1989-1 Oktober 1993). Dia kemudian menduduki jabatan Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Jaya, 25 Maret 1993-November 1994. Lalu pada 1994 dia menjadi Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya).

Sebagai tentara, tak diragukan Wiranto memiliki prestasi cemerlang. Karirnya mulus dan mencapai puncak sebagai Panglima ABRI. Sebagian besar pendidikan dan kursus dia selesaikan dengan predikat terbaik, di antaranya Kursus Intelijen 1972, Kursus Pembinaan Latihan Satuan 1974, Kursus Lanjutan Perwira 1975, Seskoad 1982, dan Lemhanas 1995.

Karir Wiranto tak berhenti sampai di situ. Pada 10 Juni 1997 dia dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jabatan itu hanya setahun diembannya. Pada 16 Februari 1998, dia dilantik menjadi Panglima ABRI. Setahun kemudian, dia merangkap pula sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Kabinet Pembangunan VII hingga 21 Mei 1998.

Tulisan ini bagian dari :
JK-Win

0 komentar: