Manuver PPP dalam Pilpres

Secara resmi Partai Persatuan Pembangunan mendukung koalisi SBY-Budiono. Tetapi dukungan secara resmi tersebut,tidak berarti bahwa suara PPP bulat ke SBY. Sejumlah Kader PPP membentuk Front Persatuan Pendukung Prabowo (FPPP). Sejumlah kader PPP terlihat saat pendeklarasian Jumat, 5 Juni 2009, yakni Sofyan Usman, Usamah al Hadar, Habil Marati, dan Emilia Contessa. FPPP dipimpin oleh Rusdi Hanafi, salah seorang Ketua DPP dan Somali Malik, Wasekjen DPP sebagai Sekjen. Ketua Departemen Kepemudaan yang juga Sekjen Angkatan Muda Kakbah (AMK) Joko Purwanto turut bergabung. Alasan utama kelompok ini adalah untuk melanjutkan hubungan baik antara PPP dengan Prabowo.

Pada Selasa, 16 Juni 2009, sejumlah kader PPP juga membentuk Persatuan Pendukung Pasangan Nusantara (PPP Nusantara). Fungsionaris PPP yang hadir antara lain Ketua DPP PPP Bidang Perencanaan dan Pengendalian Program Arya Windra, Ketua DPP Bidang IPTEK M. Sa'dun, dan Anggota Majelis Pakar Abdul Asri Harahap. Alasan utama mendukung JK-Win, menurut kelompok ini karena JK-Win lebih cocok untuk merepresentasikan Islam.

Apakah fenomena ini fenomena dukungan murni ataukah strategi pasang kaki? Kita lihat saja perkembangannya.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: