Ketika Khofifah dan Yasin Limpo keselo

Ada berita menarik yang terlewatkan, yakni saat Muslimat NU ke-67 di Makassar, 29-05-2009, seperti yang diberitakan Inilah.com:
Awal bulan Mei lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo keseleo lidah menyebut Wapres JK sebagai presiden. Kali ini giliran Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang kepeleset lidah menyebut JK sebagai "Bapak Presiden".

Kejadian ini terjadi saat Khofifah menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Rakernas dan Harlah ke-67 Muslimat NU di Makassar, Jumat (29/5). Khofifah sedang memaparkan keberhasilan Muslimat NU beberapa waktu lalu.

"Bapak Presiden yang terhormat," ucap Khofifah di sela-sela sambutannya. Mendengar itu, hadirin pun tertawa geli. Tersadar dirinya keseleo lidah, Khofifah pun tersenyum lebar. "Ya sudah, sekalian diamini saja ucapan saya barusan," imbuh Khofifah disambut tawa dan tepuk tangan hadirin, mayoritas menyerukan 'Amin!'.

Sementara JK yang turut menghadiri acara tersebut hanya bisa senyam-senyum.

Ketua PBNU Ahmad Bagdja saat diberi kesempatan menyampaikan sambutannya juga memanas-manasi insiden keseleo lidah tersebut. Apalagi ucapan Khofifah sebagai seorang ketua umum Muslimat NU dan seorang ibu biasanya sangat mustajab alias dikabulkan.

"Jika seorang ibu, ia mendoakan. Meski itu adalah salah ucap, namun meminta ucapannya diamini, maka itu pertanda baik. Apalagi jika hari ini semua warga muslimat mendoakan, itu hal yang besar pengaruhnya. Doa dan dukungan itu bukan sekedar doa, namun juga dengan berikhtiar," kata Bagdja


Syahrul salah sebut:
MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo secara terus terang mulai mengkampanyekan Wakil Presiden M Jusuf Kalla dengan harapan Indonesia ke depan semakin baik. "Ada orang bilang kenapa gubernur mulai ikut-ikutan (dukung mendukung). Semua orang punya hak untuk berharap lebih baik," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat hadiri acara pemancangan tiang pertama pembangunan fakultas teknik Gowa di Makasar, Sabtu.

Acara tersebut dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Menurut Syahrul selama lima tahun ini sudah banyak kemajuan yang dicapai baik di bidang ekonomi, keamanan maupun yang lainnya.

"Bukankah dalam lima tahun ini ekonomi Indonesia lebih baik. Bukankah dalam lima tahun terakhir ini Indonesia bisa bayar utang, bisa tanggulangi separatisme karena itu kita berharap ini bisa berlanjut demi bangsa dan negara," kata Gubernur Syahrul tanpa membaca teks.

Menurut Gubernur, semua itu ada andil besar dari seorang Wapres Jusuf Kalla.

Syahrul juga menceritakan setiap ada pertemuan para gubernur se Indonesia, jika menghadapi masalah krisis soal negara. Para gubernur akan menghadap Wapres karena usai menghadap wapres selalu pulang dengan membawa keputusan yang pasti.

"Karena itu kami akan tetap setia mengawal bapak Jusuf Kalla," kata gubernur Sulsel.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga menceritakan ide awal pembangunan fakultas teknik Gowa yang berasal dari Menko Kesra Jusuf Kalla. Waktu itu, tambahnya ia masih menjabat sebagai Bupati Gowa sedangkan Wapres sebagai Menko Kesra.

"Secara yuridis sebenarnya bekas pabrik kertas Gowa ini sudah dijual negara. Tapi saya bertahan tak akan kita lepas sebelum ada penggantinya karena ini merupakan milik rakyat Gowa," kata Gubernur.

Karena itu tambahnya ia menghadap Jusuf Kalla ketika masih menjabat Menko Kesra. Dan saat itu Jusuf Kalla memberikan keputusan untuk mempertahankan lokasi ini untuk pembangunan fakultas teknik dengan membayar ganti rugi.

Sebut JK Presiden

Saat memberikan sambutan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo salah menyebut Wapres Jusuf Kalla sebagai Presiden. JK yang baru mendeklarasikan sebagai capres Golkar 2009 ini justru senang mendengarnya.

"Kepada yang terhormat Bapak Presiden Jusuf Kalla," kata Syahrul saat membacakan sambutan dalam acara peresmian Kampus III Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (2/5/2009).

Syahrul langsung meralat ucapannya yang salah itu. "Minta maaf, sumpah saya salah sebut, kodong (kasihan)," ujar Syahrul dengan logat khasnya.

Jk terlihat tersenyum dan hadirin pun tertawa serta bertepuk tangan.
JK pun ikut menimpali. "Kalau salah sebutnya ke atas, saya senang. Tetapi, kalau ke bawah saya tersinggung," kata JK.

JK bercerita dirinya pernah tersinggung saat disebut wakil gubernur ketika lawatannya di Kendari, Sulawesi Tenggara, bebarapa waktu yang lalu

Tulisan ini bagian dari :

Golkar

1 komentar:

jkwiranto mengatakan...

keselo itu apa pak?