Kemenangan JK-Win, akhir dagang sapi

Ada hal yang mengherankan dari politik Indonesia. Pemerintahan Indonesia adalah Kabinet Presidentil, namun anehnya pasangan yang diajukan merupakan hasil dagang sapi dari koalisi partai-partai layaknya negara-negara parlementer. Koalisi yang berdagang bisa berasal dari aneka ragam pandangan ideologis yang berbeda-beda, bahkan bisa jadi bertentangan. Lalu kabinet seperti apa yang dihasilkan?

SBY-NO

Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan Empat Parpol Islam ditambah puluhan partai-partai kecil. Partai Demokrat secara resmi berideologikan Nasional - Religius. PKB adalah partai warga nahdliyin yang berideologikan nasional. PAN adalah partai warga Muhammadiyah yang berideologikan nasional. PPP adalah fusi dari partai-partai Islam yang memperjuangkan syariat Islam. PKS adalah partai bannaisme yang memperjuangkan syariat Islam. Partai-partai kecil yang bertransaksi dengan SBY-No, memiliki variasi ideologi, ada marhaenisme, ada Islam, ada kristen, dan aneka ideologi lain.

Antara kelompok Islam dan Kristen misalnya, secara politis senantiasa bertentangan. Belum jauh dari ingatan, kelompok Islam ingin memperjuangkan UU Pornografi dan Pornoaksi, sebaliknya kelompok Kristen menentangnya.

Antara kelompok Islam dengan partai nasionalis-religius juga senantiasa bertentangan. Satu kelompok ngotot ingin memperjuangkan syariat Islam, kelompok lain menentangnya.

Bagaimana jadinya kabinet yang akan dibentuk? Kalau tidak akan cakar-cakaran, sangat ajaib. Sementara ini, dalam pemenangan pilpres, aroma pertentangan di antara pendukung-pendukung partai tersebut sudah kentara.

Mega-Pro

Dibandingkan SBY-No, pasangan ini lebih sederhana. Didukung oleh hanya dua partai parlemen yang dari segi ekonomi memang memiliki kedekatan dan beberapa partai kecil. Dengan komposisi ini, pasangan ini agak lebih padu dibandingkan SBY-No. Sedikit cacatnya adalah keputusan kehadiran pasangan ini berlatar belakang keterpaksaan. Namun, dibandingkan SBY-No, mereka lebih nyambung ketika tampil bersama.

JK-Win

Pasangan ini dilahirkan Partai Golkar dan hanya 3 partai kecil. Pasangan ini adalah pasangan yang berjodoh paling duluan, dan dari segi visi ekonomi, mereka memiliki visi yang serupa yakni ekonomi kemandirian sedangkan mengenai Indonesia sama-sama memiliki tekad untuk menggapai Indonesia Jaya. Kehadiran pasangan yang sevisi tentu saja sangat menggembirakan dalam perpolitikan Indonesia. Harapan agar koalisi dibentuk berdasarkan persamaan visi dan misi yang real, bukan hanya untuk alasan kamuflase untuk menutupi dagang sapi, kiranya akan kesampaian. Jika pasangan ini terpilih, maka akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia, di mana kabinet yang padu dan solid bisa terbentuk. Kehadiran pasangan yang harmonis ini, yang mudah-mudahan tidak terpengaruh kepentingan memenangkan pileg 2004, akan mengilhami pembentukan pasangan-pasangan di 2014 agar perkawinan capres-cawapres itu didasarkan atas cinta, bukan harta dan tahta.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: