Etika Politik, salah satu kata kunci SBY untuk membatasi gerak langkah JK

Harus diakui, tim sukses SBY memang pintar mengunci pencitraan lawannya. Etika, adalah salah satu poin yang dimainkan kubu SBY. Saat JK-Win mengungkapkan peran JK dalam penyelesaian perdamaian Aceh, di Anjong Monmata, Banda Aceh pada Sabtu 13 Juni lalu, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Bara Hasibuan, menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran etika bernegara.
Menurut Bara, pernyataan Kalla tersebut juga melanggar prinsip presidensialisme. Dalam sistem presidensial, Presiden sebagai sebagai satu-satunya kepala pemerintahan dan kepala negara, memberikan keputusan akhir dan bertanggung jawab penuh atas semua keputusan dan kebijakan pemerintah, apalagi menyangkut keputusan besar menyangkut perdamaian di Aceh.

Bara juga menambahkan, tidak masuk akal jika pernyataan Jusuf Kalla tersebut ditujukan untuk membalas pernyataan SBY tentang masalah conflict of interest.

"Apa yang disampaikan oleh SBY seharusnya dilihat sesuai dengan konteks politiknya, SBY semata-mata ingin menegaskan gagasannya tentang pentingnya sebuah pemerintahan yang bersih, dan SBY juga tidak pernah secara langsung menyebut nama atau posisi jabatan seseorang. SBY jelas tidak pernah menyebutkan secara terbuka menyebutkan berbagai intervensi yang dilakukan oleh Kalla selama hampir lima tahun belakang ini untuk membantu bisnis keluarganya," paparnya



Lalu apa yang harus dinyatakan JK dalam kampanyenya, apakah JK hanya diperbolehkan mengungkapkan kelemahan-kelemahannya?

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

2 komentar:

DefriansyahPSI mengatakan...

ghobro,
kalau menurut pendapat saya pribadi... JK bertarung tanpa beban... bebas... banyak senyum.. banyak bercanda.. dan kampanye dengan mengeluarkan fakta-fakta apa adanya... tidak ada kekhawatiran apa-apa...

beda dengan SBY.... terlihat sangat terbebani dengan ambisi atas kekuasaan... tentu saja seluruh rakyat Indonesia bisa merasakan apa yang saya rasakan ini... kecuali jika tertutup oleh kamuflase politik pencitraan.... sepertinya SBY sangat memanfaatkan ilmu Brand Management untuk meningkatkan Brand Equitynya... Advertising di manage dengan sangat baik.. hingga dapat menampakan sisi baiknya saja... mudah-mudahan semua dapat memahami apa yang ada dibalik pencitraan ini, dibalik sempurnanya teknik personal branding...
rakyat Indonesia sudah belajar banyak dari sejarah... tentu tidak akan terpuruk kepada kesalahan yang sama untuk kesekian kali...
katanya tidak boleh nepotisme.. tapi Ketua UMUM demokrat, Danjen Kopasus dan Panglima Kontrad siapa ya... nepotisme atawa tidak....
pikirkan saja...

ghobro mengatakan...

ya, untuk kemenangan SBY tampaknya menghalalkan segala cara