Divide et Impera

Strategi memecah belah lawan dalam politik dan bisnis sebenarnya biasa-biasa saja. Hanya saja, dalam sejarah kehidupan bangsa, strategi ini seakan-akan telah menjadi trade mark Orba. Karenanya, pengguna strategi ini diperkirakan adalah Neo-Orba.

SBY yang dicap Neo-Orbais sangat jago sekali menggunakan trik ini. Setelah sukses memecah belah PKB, PAN, PPP, PDIP dan Golkar pra-pileg lalu, SBY pun diduga turut meniupkan isu-isu Munaslub di tubuh Partai Golkar.

SBY juga menyadari, kesadaran JK-Win dan Mega-Pro untuk menyerang musuh bersama sangat mengancam keberhasilan SBY. Karenanya, strategi divide et impera kembali diterapkan. Hasil survey LSI yang didanai Fox (timses SBY) disertai analis bahwa elektabilitas JK-Win naik dari 3% menjadi 7%. Kenaikan ini dibarengi dengan penurunan elektabilitas MegaPro. Ini semacam kipas yang kalau berhasil ditiupkan akan menguntungkan SBY. Dengan kipas semacam ini, SBY berharap MegaPro mau menyerang JK-Win, sehingga mimpi SBY untuk menang satu putaran mungkin dapat direalisasikan.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: