Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara orang comberan

Dekan Pascasarjana Universitas Tarumanegara ternyata orang comberan. Itu bukan pernyataan saya lho. Itu pernyataan Rizal Mallarangeng dalam acara Apa Kabar Malam di TV-One.

Kronologisnya
Indra J. Piliang menolak kalau Jusuf Kalla harus meminta maaf atas tersebarnya selebaran tentang isu istri Boediono Herawati beragama Katolik. Menurut Indra, kasus tersebut tengah diselidiki oleh kepolisian. Tersangka penyebaran ternyata adalah mantan simpatisan Partai Demokrat pada Pemilihan Legislatif lalu.

Selanjutnya, Indra J. Piliang juga menegaskan, bahwa isu tersebut bukan diciptakan oleh tim sukses JK-Win, tetapi dari pemberitaan Tabloid Indonesia Monitor. Pada edisi 49 Tahun I 3-9 Juni 2009 halaman 6 berisi wawancara dengan Habib Husein al Habsy yang bertajuk: "Apakah PKS tidak tahu Istri Boediono Katolik?" dan halaman 7 yang memuat wawancara dengan Direktur Pascasarjana Universitas Tarumanegara Prof. Dr. Suparman yang menyatakan Boediono seorang kejawen.

Menanggapi itu, Rizal Mallarangeng mengatakan omongan orang comberan kok didengarkan.

Indra J. Piliang kemudian menyatakan seorang intelektual seperti itu tidak pantas dinyatakan comberan.

Kontroversi Rizal Mallarangeng
Ucapan Rizal tersebut seperti biasa, kalau tidak ada gempa politik, akan menimbulkan kontroversi. Aneh memang, seorang doktor sekaliber Rizal, menyulut kontroversi. Apakah hal ini disengaja, ataukah memang kontrol emosinya yang kurang.

Beberapa kasus kontroversi ucapan Rizal Mallarangeng:
1. Menyebut Kwik kurang pintar
Rizal pernah sesumbar Boediono yang dipilih SBY sebagai cawapres lebih pintar daripada Kwik Kian Gie yang sama-sama pernah menjadi Menteri Perekonomian

2. Menyentil Prabowo tidak pantas bicara ekonomi kerakyatan
Prabowo yang memiliki kuda yang salah satunya bernilai 3 milyar menurut Rizal tidak pantas bicara ekonomi kerakyatan. Rizal juga mengungkit kasus Prabowo yang menurutnya pernah dipecat dalam peristiwa penculikan aktivis.

3. Meminta JK meminta maaf
Akibat beredarnya isu selebaran tentang agama istri Boediono, Rizal meminta JK-Win meminta maaf.

Disengaja atau silap
Ucapan-ucapan Rizal yang kontroversi kalau dilihat dampaknya sebenarnya sangat berpengaruh di kalangan bawah.
1. Tuduhan bahwa JK telah melakukan black campaign menguatkan dukungan massanya kepada SBY yang dianggap diserang dengan berbagai cara.
2. Tuduhan selebaran istri Boediono katolik tersebut juga mengundang simpati sebagian nonmuslim kepada SBY dan menurunnya simpati kepada JK yang dianggap tidak toleran.
3. Tuduhan pemecatan Prabowo menimbulkan kontra dukungan terhadap Prabowo yang dinilai pelanggar HAM.
4. Isu kuda Prabowo meningkatkan simpati kepada SBY, karena menganggap isu-isu neolib hanyalah salah satu black campaign.

Dengan berbagai keuntungan yang didapat SBY tersebut, apakah Rizal menyengaja mengorbankan diri dengan membuat ucapan-ucapan kontroversial atau memang murni karena kesilapan akibat tidak bisa mengendalikan emosi?

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: