Bantulah yang lemah

Ketika banyak pendukung JK-Win dan MegaPro marah dengan rilis survey LSI yang diduga manipulatif, ada seorang teman saya yang tidak ikut-ikutan emosi. Dia bilang, kita tidak tahu apakah survey LSI itu benar atau tidak karena bagaimanapun yang disurvey 'kan tidak seluruh warga Indonesia. Saya terpaksa membenarkan. Kemudian katanya, bagaimana cara surveynya kita tidak tahu. Benar juga.

Lalu seorang teman yang lain ikut berkata:
Badil : "Survey itu 'kan menguntungkan SBY?"
Badur : "Namanya kampanye, kampanye tentu untuk meningkatkan elektabilitas."

Badil : "Akibat survey tersebut, SBY bisa jadi pemenang."
Badur : "Siapa bisa memastikan. Takdir Tuhan telah menentukan, siapa yang akan menjadi presiden nanti. Seorang yang beriman pasti percaya itu. Keputusan Tuhan adalah sesuatu yang rahasia. Bisa jadi, berlawanan dengan apa yang kita yakini."

Badil : "Sejak hasil survey itu diumumkan, banyak pendukung JK-Win dan Megapro yang bimbang."
Badur : "Kenapa harus bimbang?"

Badil : "Karena mendukung yang kalah."
Badur : "Kan belum tentu kalah, dan apa salahnya mendukung yang kalah?"

Badil : "Karena akan membuang-buang suara."
Badur : "Tidak ada suara yang terbuang dalam demokrasi."

Badil : "Suara itu akan hangus."
Badur : "Suara itu tercatat dalam perhitungan KPU."

Badil : "Tetapi tidak berarti."
Badur : "Artinya sangat banyak sekali."

Badil : "Misalnya."
Badur : "Menunjukkan kepada yang menang bahwa ada yang tidak setuju dengan kebijakannya. "

Badil : "Kalau cuma itu ya percuma."
Badur : "Tidak percuma. Si pemenang tahu, bahwa kalau tidak hati-hati dia bisa kalah. Oleh karenanya, dia akan berhati-hati mengambil kebijakan. Semakin tipis kemenangannya, semakin akan hati-hati dia."

Bagan : "Hmmm, gimanapun rasanya pertolongan suaraku ke JK-Win tidak berarti."
Badur : "Sangat berarti. Jika memang setuju dengan kebijakan JK-Win, sumbangkanlah suaramu. Menolong itu adalah untuk orang yang kurang. Kalau orang yang berlebih dibantu, itu bukan membantu namanya. Tetapi, pertolongan itu sangat berarti bagi yang kekurangan. Sekurang-kurangnya, kalau kamu memang pendukung JK-Win, dan terpengaruh dengan opini bahwa JK-Win bakalan kalah, sekurang-kurangnya kamu memiliki andil besar bahwa kekalahan JK-Win sangat bermartabat."

Semua pendengar yang mendengarkan uraian Badur terkesima langsung termotivasi, bagaimanapun kami akan membela JK-Win sebisa kami. Kalau menang, berarti harapan kami tercapai. Jika kalah, JK-Win kalah terhormat.

Salam!

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. SBY

0 komentar: