Fenomena Jawa dan Luar Jawa dalam Politik Indonesia

Chemistry Jawa dan Luar Jawa dalam pasangan pemimpin Indonesia, capres/cawapres selalu muncul dalam politik suksesi Indonesia. Seberapa pentingkah chemistry ini? Geografis
Pulau Jawa secara historis selalu dijadikan pusat politics, economy, social budaya Indonesia. Belanda menjadikan Batavia yang kemudian diteruskan Republic Indonesia sebagai Jakarta. Dengan takdir ini, Pulau Jawa secara infrastruktur lebih beruntung dari luar Jawa. Hal ini telah menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat luar Jawa, sehingga seakan-akan mereka kompak untuk mendukung setiap langkah politis luar Jawa, termasuk melakukan aktivitas-aktivitas separatisme semisal PRRI pada zaman dahulu.

Demografis
Secara kebetulan Pulau Jawa dihuni oleh mayoritas penduduk Indonesia. Kondisi ini mengkhawatirkan masyarakat luar Jawa, bahwa mereka akan diperlakukan ibarat masyarakat kolonis dan Jawa sebagai penguasa. Dalam berbagai kasus di masa lampau, utamanya pada masa orde baru, ada sebagian masyarakat luar Jawa mencap masyarakat Jawa sebagai penjajah.

Ekonomis
Karena lama menjadi sentra pemerintahan, bisnis dan sosial, pulau Jawa merupakan daerah yang paling banyak dieksploitasi. Wajar kalau kemudian dari segi Sumber Daya Alam, luar Jawa lebih menonjol. Oleh karenanya, masyarakat luar Jawa menuntut agar ada pembagian yang adil dari kue pembangunan.

Kultur
Masyarakat Jawa memiliki kultur yang lebih rumit dibandingkan masyarakat luar Jawa. Kerumitan ini sangat mendalam, sehingga kadang-kadang banyak bagian yang tidak dimengerti oleh masyarakat luar Jawa.

Politis
Masyarakat Jawa dan luar Jawa juga memiliki sikap dan pandangan politis yang berbeda secara mencolok. Dari segi politis, tidak keseluruhan pulau Jawa berjiwa politis yang sama. Jawa Barat dari segi politis memiliki kedekatan dengan luar Jawa. Saat masyarakat luar Jawa berjuang dengan PRRI/Permesta, Jawa Barat juga bergerak dengan Daya Pasundannya.

Sikap politis Jawa digambarkan sebagai sikap fanatis emosional, yang cenderung dipengaruhi nilai-nilai feodal, kesantunan. Dari era waktu, masyarakat politis Jawa berpikir dari zaman sekarang hingga ke belakang. Dalam pengaktualan pendapat, masyarakat politis Jawa cenderung berbelit-belit dan penuh rahasia.

Sikap politis luar Jawa sebaliknya. Mereka cenderung praktis rasional, dipengaruhi nilai-nilai demokratis dan kelugasan. Dari era waktu, masyarakat politis luar Jawa berpikir dari era sekarang hingga ke masa depan. Dalam pengaktualan pendapat, masyarakat politis luar Jawa cenderung terbuka dan apa adanya.

Zonanisasi Jawa luar Jawa
Dari segi politis, tidak keseluruhan Jawa berpolitik Jawa, demikian pula sebaliknya. Jawa Barat misalnya, cenderung bertingkah politis yang sama dengan luar Jawa. Sebaliknya Bali dan Lombok, cenderung mengikuti pola masyarakat Jawa.

0 komentar: